Pilkada TTU

Raih Survei Tertinggi, Nasdem Usung Paket Kita Sehati Untuk Bertarung di Pilkada TTU

Raih Survei Tertinggi, NasDem Usung Paket Kita Sehati Untuk Bertarung di Pilkada TTU

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kedua paslon saat sedang foto bersama dengan ketua dan pengurus DPW Nasdem NTT di Balai Biinmafo, Sabtu (5/9/2020). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU), Kristiana Muki dan Yosef Tanu ( Paket Kita Sehati) secara resmi diusung oleh partai NasDem yang memiliki delapan kursi di DPRD TTU.

Dukungan partai yang dipimpin oleh Surya Paloh kepada kedua paslon yang mengusung tagline "Kita Sehati Untuk Melanjutkan" tersebut karena meraih survei tertinggi.

Ketua DPW Partai NasDem NTT, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengatakan bahwa Partai Nasdem memutuskan mengusung Paket Sehati berdasarkan hasil survey.

Usai Daftar di KPU Kabupaten Mabar, Paket Edi-Weng Akan Gelar Deklarasi

Dijelaskannya, pada saat survei oleh DPP dengan mengikutsertakan beberapa kader Partai Nasdem, ternyata Kristiana Muki memiliki poling yang paling tinggi dari semua calon bupati baik yang berproses di Partai NasDem maupun di partai lainnya.

Atas dasar hasil survei tersebut, kemudian DPP NasDem langsung memutuskan untuk mengusulkan Kristiana Muki menjadi bakal calon bupati TTU.

Bawaslu Minta KPU Sumba Barat Tegakan Aturan Dan Terapkan Protokol Kesehatan

Setelah memutuskan, pihaknya memberikan kesempatan kepada Kristiana untuk memutuskan siapa yang menjadi calon wakilnya. Usai Kristiana memutuskan siapa calon wakilnya maka disampaikan ke DPP untuk diproses.

"Selanjutnya ditetapkan SK DPP Partai NasDem untuk Ibu Kristiana Muki dan Pak Yosef Tanu sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati TTU dari Partai NasDem," ujarnya.

Bupati TTU dua periode itu menambahkan, Partai Nasdem memang berkepentingan untuk melanjutkan program yang sudah diletakkan bupati sebelumnya.

Oleh karena itu, Paket Kita Sehati sebelumnya sudah mencanangkan untuk dapat melanjutkan program yang sudah dilakukan pemerintah sebelumnya, yang mendapatkan tanggapan dan respon yang baik serta berdampak signifikan pada penurunan angka kemiskinan.

"Karena kita tahu bersama TTU pada tahun 2010 yang lalu angka kemiskinan 65,62 persen. Dan di tahun 2018 turun menjadi 21,24 persen. Dan itu tentunya melalui tahapan program dan kegiatan yang berkontribusi signifikan pada penurunan angka kemiskinan," jelasnya.

Raymundus menerangkan, dua program yang berkontribusi sangat signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan adalah program Padat Karya Pangan (PKP) dan program rumah layak huni.

"Karena dua program ini berkontribusi sangat besar terhadap penurunan angka kemiskinan selain infrastruktur dan lain sebagainya. Sehingga ini yang mereka bertekad untuk melanjutkan," ujarnya.

Raynundus berharap Paket Kita Sehati dapat melanjutkan kembali program-program pembangunan yang berkontribusi menurunkan angka kemiskinan sehingga bisa mengeluarkan TTU dari daerah tertinggal. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved