Kebakaran di TTU

BPBD TTU Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk 8 Keluarga yang Terkena Musibah Kebakaran

BPBD TTU salurkan bantuan tanggap darurat untuk delapan keluarga yang terkena musibah kebakaran

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Kondisi salah satu rumah warga yang ludes terbakar dilahap si jago merah di Desa Nifutasi, Kamis (27/8/2020). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (  TTU) Yosefina Lake mengatakan pihaknya sudah menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi delapan keluarga yang terkena musibah kebakaran di Desa Nifutasi, Kecamatan Biboki Anleu.

Bantuan yang disakurkan ke delapan keluarga yang terkena musibah tersebut diantarannya seng, beras, bahan makanan, dan pakaian, serta peralatan dapur.

"Kebetulan beras yang ada di gudang hanya dua karung, tadi pagi kami langsung antar ke sana," kata Yosefina kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, Jumat (28/8/2020).

BREAKING NEWS: 8 Unit Rumah di Desa Nifutasi-TTU Ludes Dilahap Si Jago Merah

Warga di Ende Geger Lihat Kades Tergantung di Pohon, Tangis Keluarga Pecah!

Yosefina mengatakan, untuk bantuan seng, setiap keluarga mendapatkan bantuan sebanyak 20 lembar seng, sehingga jumlah seng secara keseluruhan sebanyak 160 lembar seng.

"Dan tadi kita sudah antar semua seng itu ke sana," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 8 unit rumah warga di Dusun III, RT/RW 09/04, Desa Nifutasi, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ludes dilahap sijago merah pada, Kamis (27/8/2020).

Terminal Bandara Hasan Aroeboesman Ende Akan Dibangun Dua Lantai

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut namun kerugian material yang dialami oleh delapan kepala keluarga itu mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini pada, Jumat (28/8/2020) menyebutkan bahwa delapan unit rumah yang terbakar tersebut milik Lambertus Berek, Maria Beli, Marsel Abatan, Anton Kefi, Agustinus Tabesi, Dominikus Mau, Paulus Subani dan Paulus Tnesi dengan jumlah jiwa sebanyak 48 jiwa.

Sumber api dalam peristiwa kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari arah hutan Boenkau di wilayah itu. Kobaran api merambat dengan cepat melahap habis 8 unit rumah tersebut, karena pada saat itu, kondisi angin bertiup sangat kencang. Meskipun demikian tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Selain delapan unit rumah yang ludes terbakar, empat lumbung padi dan jagung, satu buah toko, hewan ternak kambing sebanyak dua ekor, babi sebanyak satu ekor juga ludes terbakar.

Kobaran api baru dapat dipadamkan oleh mobil tangki milik Bumdes Desa Nifutasi sekitar pukul 22:00 malam, karena kondisi rumah yang jauh dari sumber air.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, total kerugian material dalam musibah tersebut ditaksir mencapai Rp. 350 juta. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved