Angin Puting Beliung Robohkan Gedung SDK Don Bosco Naunu, Kabupaten Kupang
Tiga ruang kelas yang dibangun pihak Yayasan Don Bosco di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang diterjang angin puting beliung
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG---Tiga ruang kelas semi permanen yang dibangun pihak Yayasan Don Bosco di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang diterjang angin puting beliung, Kamis (27/8/2020).
Terhadap bencana angin ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kupang berencana pekan depan melakukan survei di lokasi dan mengambil langkah perbaikan.
Informasi yang diperoleh Pos-Kupang, Sabtu (29/8) malam menyebutkan, tiga ruang kelas berdinding bebak dan berlantai tanah berantakan akibat ditimpa angin kencang.
• Bethesda Yakkum Gelar Pelatihan Pembuatan Desinfektan Sabun Herbal dan Handsanitizer
Sedangkan atap sekolah terbuang sekitar 5 meter dari lokasi ruang kelas dan yng tersisa pada lokasi ruang kelas hanya kursi dan meja belajar siswa serta beberapa lembar dinding.
Kepala SDK Don Bosco Naunu Petrus Seran Berek,S.Pd mengisahkan bahwa pada Kamis (27/8) sekitar Pukul 13.00 Wita, dirinya bersama siswa sudah selesai KBM. Ia mendapatkan informasi dari guru yang tinggal didekat sekolah menyampaikan bahwa 3 ruang kelas siswa roboh diterjang angin.
• Sampah dan Air Meluap di Bandara Ende, Pihak Bandara Minta Benahi Drainase
"Kami sudah habis KBM dan sudah pulang.Sekitar Pukul 13.00 wita karena angin kencang saya diberitahu guru bahwa sekolah roboh. Akhirnya saya kembali lihat kondisi sekolah yang sudah roboh dan melaporkan kepada pihak yayasan," ujar Petrus Seran Berek.
Ruang kelas yang roboh menurut Petrus, ruang belajar kelas I, II dan III sementara 3 ruang kelas permanen masih aman. Ia juga menyampaikan bahwa ruangan SDK Don Bosco juga digunakan untuk proses belajar mengajar siswa SMPK Don Bosco kelas 1 sampai 3.
Petrus berharap pihak pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pendidikan dapat melihat kondisi sekolah dan membantu pihaknya guna memperbaiki ruang kelas agar tidak menghambat proses belajar siswa.
"Kalau bisa kita berharap Pemerintah bangun kita ruang kelas baru, walaupun tidak bisa pada tahun ini mudah mudahan tahun depan kita bisa dapat. Karena siswa kita cukup banyak, untuk SD sendiri ada 97 siswa dan siswa SMP ada sekitar 30 lebih siswa," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang Imanuel Buan mengatakan pekan depan tim dari Dinas akan mengecek kondisi ruang kelas yang roboh.
"Hari senin tim akan turun cek. Penanganan seperti apa kita lihat dulu kondisi sekolah yang terkena bencana angin kencang," ujar Imanuel.
Sedangkan SMPN 13 takari yang terbakar pada dua hari lalu (27/8) pihaknya sudah menurunkan tim mengecek kondisi sekolah sambil menunggu pihak Polsek Takari hasil penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
Untuk diketahui, sudah sekitar 4 hari Kabupaten Kupang dan sekitarnya dilanda angin kencang dan angin puting beliung. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)