Subsidi kuota interner

KABAR GEMBIRA! Mendikbud Nadiem Umumkan Mulai September,Siswa dan Guru Dapat Subsidi Kuota Internet

KABAR GEMBIRA! Mendikbud Nadiem Umumkan Mulai September,Siswa dan Guru Dapat Subsidi Kuota Internet dari pemerintah.

Editor: Adiana Ahmad
Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim umumkan subsidi kuota internet siswa dan guru 

KABAR GEMBIRA! Mendikbud Nadiem Umumkan Mulai September,Siswa dan Guru Dapat Subsidi Kuota Internet 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sebuah kabar gembira datang dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim menyebutkan pemerintah akan memberikan subsidi kuota internet bagi siswa dan guru.

Menurut Nadiem, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pulsa atau kuota internet peserta didik pada tahun ini sebesar Rp 9 triliun untuk program tersebut

"Saya mau mengumumkan hari ini, kami sudah dapat persetujuan anggaran Rp 9 triliun tahun ini dan akan dikerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen selama tiga sampai empat bulan," kata Nadiem saat rapat dengan Komisi X DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Menurut Nadiem, kebutuhan kuota untuk peserta didik sangat dibutuhkan saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah pandemi Covid-19 dan diharapkan anggaran tersebut dapat tersalurkan secepat mungkin.

BERSIAP , Prabowo Subianto dan Nadiem Makarim Merencanakan Pendidikan Militer bagi Perguruan Tinggi

"Kami akselerasi secepat mungkin untuk bisa segera cair agar ini bisa membantu siswa dan mahasiswa, serta guru-guru kita," paparnya.

Nadiem menyebut anggaran untuk subsidi kuota internet untuk guru berasal dari dana Program Organisasi Penggerak yang pelaksanaannya ditunda hingga tahun depan.

Untuk anggaran pulsa bagi peserta didik diberikan sejak September sampai Desember 2020 sebesar Rp 7,2 triliun dengan rincian kuota, siswa 35 GB per bulan, guru 42 GB per bulan, dan mahasiswa serta dosen 50 GB per bulan.

Selain itu, kata Nadiem, Kemendikbud juga telah berhasil menyediakan anggaran tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan sebesar Rp 1,7 triliun.

Mendikbud Nadiem Makarim Izinkan Sekolah Daerah Zona Kuning KBM Tatap Muka, Ini Alasannya

"Kami sudah mengamankan tambahan penerima tunjangan profesu guru dan tenaga pendidikan. Tunjangan profesi dosen dan guru besar sebesar Rp 1,7 triliun. Jadi total (dengan anggaran pulsa) Rp 9 triliun," paparnya.

Mendikbud Nadiem Terbitkan Kurikulum Darurat

Untuk pertama kalinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menerbitkan keputusan tentang Kurikulum Darurat untuk satuan pendidikan pada masa pandemi virus corona atau Covid-19 ini.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim ini, tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

“Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan kemudahan bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, seperti dikutip dari laman resmi Kemdikbud, 7 Agustus 2020.

Kurikulum Darurat ini bertujuan memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Informasi mengenai kurikulum darurat ini bisa diakses melalui link: Kurikulum Darurat Kemendikbud.

 JANGAN Tuding Makhlus Halus, Anda Harus Tahu Penyebab dan Cara Mengatasi Ketindihan, Begini Caranya

 Wakil Bupati Belu Ose Luan Himbau Masyarakat Perhatikan Keamanan Pangan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim terkait organisasi penggerak
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim terkait organisasi penggerak (kompas.com)

Penyederhanaan Kurikulum Nasional

Kurikulum Darurat dalam kondisi khusus ini dipersiapkan Kemendikbud dari penyederhanaan kurikulum nasional.

Melalui laman tersebut, Kemendikbud juga menyediakan kurikulum darurat bagi jenjang SD/sederajat, jenjang SMP/sederajat, serta jenjang SMA/sederajat.

Selain itu, disediakan pula Modul Pembelajaran bagi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Modul Pembelajaran bagi jenjang SD/MI tahap satu hingga empat.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah berjalan sejak Maret 2020 menjadi tantangan tersendiri bagi guru, siswa, dan para orangtua yang mendampingi.

Tantangan itu di antaranya kesulitan guru mengelola PJJ dan kecenderungan tidak fokusnya guru dalam penuntasan kurikulum.

Selain itu, tidak semua orangtua mampu mendampingi anaknya belajar di rumah karena harus bekerja.

Sementara, bagi siswa, keluhan yang disampaikan di antaranya kesulitan berkonsentrasi saat belajar di rumah serta mengeluhkan beratnya mengerjakan penugasan.

Oleh karena itu, dilakukan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang diterbitkan pada Juni 2020.

Dalam revisi tersebut, Mendikbud menjelaskan pembelajaran tatap muka kini juga diperblehkan untuk zona kuning.

Selain itu, sekolah diberikan fleksibilitas untuk memilih kurikulum sesuai kebutuhan pembelajaran siswa.

Mengenai kurikulum darurat, pelaksanaan kerjanya berlaku sampai akhir tahun ajaran (tetap berlaku walau kondisi khusus sudah berakhir).

 Siswa SMATER Jadi Duta GenRe 2020 Provinsi NTT

 Brenton Tarrant, Teroris Brutal Itu, Didoakan Membusuk di Neraka, Cabut Nyawa Jemaah Selandia Baru

kurikulum darurat
kurikulum darurat (Kompas.com)

Akan tetapi, satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk memilih kurikulum yang sesuai yakni:

  1. Tetap mengacu kurikulum nasional
  2. Kurikulum selama krisis darurat
  3. Melakukan penyederhanaan kurikulum sendiri.

Meski demikian, tak ada kewajiban bagi sekolah untuk menerapkan kurikulum darurat. Kurikulum darurat berlaku bagi sekolah yang membutuhkan metode pembelajaran yang lebih sederhana dari Kurikulum 2013. 

Nadiem berharap, kurikulum darurat dapat memudahkan proses pembelajaran di masa pandemi.

Dampak bagi guru:

  • Tersedianya acuan kurikulum yang sederhana.
  • Berkurangnya beban mengajar.
  • Guru dapat berfokus pada pendidikan dan pembelajaran esensial dan kontekstual.
  • Kesejahteraan psikososial guru meningkat.

Dampak bagi siswa:

  • Siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum dan dapat berfokus pada pendidikan dan pembelajaran yang esensial dan kontekstual.
  • Kesejahteraan psikososial siswa meningkat.

Dampak bagi orangtua:

Apa Itu Kurikulum Darurat?

Kurikulum darurat ini merupakan kurikulum yang terbit atas kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Hal itu terungkap dalam paparan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim disampaikan dalam Webinar Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (7/8/2020)

Ada 2 hal yang akan dilakukan pemerintah, yaitu perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning dan menerapkan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus).

Apa itu kurikulum darurat?

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan kurikulum darurat merupakan salah satu pilihan yang bisa diambil satuan pendidikan yang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK kami telah menyusun kurikulum darurat yaitu penyederhanaan kompetensi dasar yang ditunggu-tunggu guru," kata Nadiem dalam webinar yang disiarkan di YouTube, Jumat (7/8/2020).

Imbuhnya, penyederhanaan itu mengurangi secara dramatis kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran.

Sehingga peserta didik akan fokus kepada kompetensi yang esensial dan kompetensi yang menjadi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran ke tingkat selanjutnya.

Tidak Wajib Dipilih

Pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran, jadi tetap berlaku walau kondisi khusus (pandemi) sudah berakhir

Namun Nadiem mengatakan kurikulum darurat tidak wajib dipilih.

Opsi lain selain itu, satuan pendidikan bisa memilih tetap menggunakan kurikulum nasional 2013 atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

"Yang ingin saya tekankan adalah satuan pendidikan tidak wajib mengikuti kurikulum darurat ini," kata Nadiem.

Bagaimana pelaksanaannya?

Kemendikbud melihat seluruh kompetensi dasar lalu memilih yang esensial (yang akan menjadi fondasi pada tahap berikutnya).

Harapannya satuan pendidikan bisa fokus pada mata pelajaran tertentu saja. 

Nadiem mencontohkan misalnya pada SD Kelas 1 untuk mata pelajaran yang diajarkan hanya Bahasa Indonesia, Matematika, dan Penjaskes.

Pengurangan kompetensi dasar

  • Dengan pengurangan kompetensi dasar pada Bahasa Indonesia adalah 45 persen, Matematika 22 persen, dan Penjaskes 38 persen.

    "Jadi lebih baik kita mendalami yang esensial daripada semua kompetensi dasar harus tuntas, tapi tidak ada yang tercapai dengan cara yang benar," katanya.

    Nadiem juga mengatakan kurikulum darurat diharapkan akan memudahkan proses pembelajaran masa pandemi.

    Berikut ini dampak yang akan timbul dari pelaksanaan kurikulum darurat:

    • Tersedia acuan kurikulum yang sederhana bagi guru.
    • Beban mengajar guru berkurang.
    • Guru dapat fokus pada pendidikan dan pembelajaran yang esensial dan kontekstual.
    • Siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum dan dapat berfokus pada pendidikan dan pembelajaran yang esensial dan kontekstual.
    • Orang tua lebih mudah mendampingi anaknya belajar di rumah
    • Kesejahteraan psikososial siswa, guru, dan orang tua meningkat. 

Ubah Aturan Pembelajaran Jarak Jauh Secara Online

Pelaksaan belajar jarak jauh secara online sejeka pendemi virus corona di Indonesia pada awal tahun 2020 ini telah membuat guru dan orangtua siswa resah

Pasalnya, selain para siswa yang masih banyak yang belum punya fasilitas HP yang bisa digunakan untuk online, orangtua siswa juga mengeluhkan terlalu banyak tugas dari guru yang anak-anak mereka kelelahan

Sementara guru juga tidak bisa mengontrol serapan ilmu dari sekolah lantaran tak pernah bertatap muka

Berbagai keluhan itu ternyata diserap oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI atau Kemendikbud

Dalam kondisi wabah Covid-19 yang masih berlangsung, sektor pendidikan ikut terpukul. Selama berbulan-bulan, masyarakat dipaksa beradaptasi dengan model pembelajaran yang baru. 

Setelah mendapatkan masukan dan saran dari berbagai pihak, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuat sejumlah perubahan soal kurikulum, sekolah tatap muka, dan pembelajaran jarak jauh secara online.

 GEGER SAAT DIPECAT Dari Paskibraka Hingga Dipanggil Lagi Jokowi,Gloria Hamel Bikin Bangga Indonesia

 Militer Indonesia Dianggap Mampu Menghadapi China Hingga Didaulat Jadi Pemimpin Hadapi China di LCS

 Usai Ayu Ting Ting, Didi Riyadi Dekati Tissa Biani , Ungkap Hubungannya Seperti Om dan Keponakan

 Ahok Akui Menikah dengan Puput Nastiti Devi adalah Konyol, Merasa Tak Pernah Jatuh Cinta

 Perselingkuhan Krisdayanti Disaksikan Anaknya, Kini Aurel Masih Trauma Sampai Takut Dengar Ini

 Gisella Anastasia Bantah Putus dengan Wijin,Kasian Gempi Harap Ayah dan Ibunya Bersatu Tak Kesampain

Dikutip dari laman resmi Kemendikbud, kurikulum darurat dikeluarkan untuk berbagai jenjang pendidikan.

Kurikulum ini diberikan pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, melalui webinar Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 (07/08/2020), memaparkan tentang kurikulum itu.

Kurikulum darurat ini memberikan kebebasan sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai.

Kurikulum ini disesuaikan dengan keadaan dan juga kebutuhan pembelajaran siswa.

Sekolah pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum; tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Kurikulum darurat merupakan penyederhanaan kurikulum nasional.

Hal ini dilakukan agar guru dan siswa dapat fokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat.

Bersumber dari laman resmi Kemendikbud, Mendikbud menjelaskan jika kurikulum yang dipilih tidak boleh membebani siswa.

Siswa tidak dituntut untuk merampungkan seluruh capaian kurikulum agar bisa naik kelas atau lulus.

Kurikulum yang dipilih pun berlaku hingga tahun ajaran berakhir.

Selain kurikulum darurat, Kemendikbud juga menyediakan modul pembelajaran.

Modul ini disediakan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).

Dengan adanya modul, diharapkan proses pembelajaran bisa terus berlangsung baik dengan melibatkan siswa, guru, dan orang tua.

Siswa yang paling terdampak pandemi dan berpotensi tertinggal, guru diharapkan melakukan asesmen diagnostik.

Asesmen dilakukan secara berkala di setiap kelas.

Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kognitif dan non-kognitif siswa.

Kemendikbud juga melakukan relaksasi peraturan agar guru lebih terbantu.

Guru tidak lagi dituntut untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka selama satu minggu.

Sehingga guru dapat fokus pada pembelajaran interaktif pada siswa tanpa beban pemenuhan jam.

Mendikbud, bersumber dari laman Kemendikbud, berpesan agar semua pihak dapat bekerjasama.

Peran orang tua, guru, serta sekolah bisa membantu menyukseskan pembelajaran selama pandemi Covid-19.

Pemerintah mengizinkan sekolah di wilayah zona hijau dan kuning melakukan pembelajaran tatap muka melalui revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Meski begitu, pemerintah daerah wajib menutup kembali sekolah jika wilayahnya mengalami perubahan status zona menjadi merah atau oranye.

"Jika dalam hal ini terjadinya risiko meningkat begitu atau perubahan zona ini tentunya menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menutup satuan pendidikan tersebut," ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Evy Mulyani dalam siaran Kompas TV, Sabtu (15/8/2020).

Pemerintah daerah juga dapat menutup sekolah jika terjadi kasus penularan di satuan pendidikan.

Evy menegaskan proses pemantauan dan evaluasi wajib dilakukan secara intensif.

Proses pemantauan serta pembukaan dan penutupan merupakan kewenangan pemerintah daerah.

"Kewenangan untuk melakukan pembukaan, dalam arti izin pembukaan atau penutupan setelah ini berada di pemerintah daerah," ucap Evy.

Menurut Evy, koordinasi juga perlu dilakukan antara pemerintah daerah dengan Satgas Covid-19 daerah.

"Karena tentunya gugas lah institusi yang berwenang dan sangat mengetahui bagaimana kondisi di wilayahnya masing-masing," tutur Evy.

Seperti diketahui, pemerintah akhirnya mengizinkan sekolah yang masuk wilayah zona kuning melakukan pembelajaran tatap muka.

Aturan ini dikeluarkan setelah pemerintah merevisi Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi Covid-19.

"Kita akan merevisi surat keputusan bersama (SKB) untuk memperbolehkan bukan memaksakan pembelajaran tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat konferensi pers melalui daring, Jumat (7/8/2020).

"Perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning. Tadinya hanya zona hijau sekarang ke zona kuning," tambah Nadiem.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) Muhammad Hasbi mengatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang saat ini tengah dilakukan akibat pandemi Covid-19, tidak mesti dilaksanakan secara daring (online).

Hal itu disampaikan Hasbi dalam peluncuran Risalah Kebijakan Indonesia Joining Forces (IJF) dengan KPAI secara daring, jelang memperingati HUT ke-75 RI, Minggu (16/8/2020).

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda Hingga Awal 2021, Siswa Masih Belajar Online di Rumah - Maria Oktaviana Nata saat mencari signal sambil belajar di kebun Kisaraghe Desa Nabelena Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada, NTT, Kamis (21/5/2020).
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda Hingga Awal 2021, Siswa Masih Belajar Online di Rumah - Maria Oktaviana Nata saat mencari signal sambil belajar di kebun Kisaraghe Desa Nabelena Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada, NTT, Kamis (21/5/2020). (Ist/Pos Kupang)

"Di masyarakat, ketika PJJ hanya dimaknai secara sempit jadi daring, sesungguhnya PJJ dapat dilaksanakan baik secara daring atau luring (offline)," kata Hasbi.

Pilihan untuk pembelajaran daring maupun luring tergantung pada kapasitas dan kompetensi yang dimiliki satuan pendidikan.

Tidak hanya itu, fasilitas yang dimiliki daerah juga sangat berpengaruh untuk dapat melakukannya.

"Sehingga kami harap inovasi-inovasi berkembang di kalangan satuan pendidikan dalam praktik pembelajaran di masa pandemi," kata dia.

Hasbi mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini Kemendikbud mengutamakan kesehatan dan keselamatan para peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.

Oleh karena itu, hak hidup bagi anak pun disebutkannya menjadi yang paling utama sebelum hak memperoleh pendidikan.

"Kami terus memperhatikan tumbuh kembang peserta didik serta psikososialnya," kata dia.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pembelajaran di masa pandemi bukan semata-mata tanggung jawab Kemendikbud sendiri melainkan tanggung jawab bersama. 

Kemendikbud juga saat ini telah mengidentifikasi secara umum berbagai kendala yang dihadapi orangtua, peserta didik, guru, dan satuan pendidikan.

Misalnya, terkait kesulitan guru mengelola pembelajaran jarak jauh hingga bagaimana mereka menuntaskan kurikulum dengan mengajari siswa dan memberikan berbagai macam tugas.

Sementara terkait orangtua, misalnya terkait dengan tanggung jawab mereka ketika harus mendampingi anak belajar dengan tanggung jawab lain sebagai kepala keluarga.

Termasuk kesulitan konsentrasi anak-anak hingga bagaimana mengelola rasa stres yang timbul di antara mereka akibat jaga jarak fisik.

"Ini kesulitan, kendala-kendala yangg dihadapi selama berlangsungnya PJJ di masa pandemi," ucap dia.

* Mendikbud Nadiem Makaraim Ternyata Bukan Orang Biasa Paling Kaya Di Kalangan Menteri Presiden Jokowi

Sejak dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mendikbud dalam Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Makarim selalu jadi sorotan.

Namun dibalik sorotan tersebut, siapa sangka kalau menteri yang satu ini ternyata paling muda, berasal dari kalangan milenial dan menjadi sosok yang paling kaya di antara para menteri.

Kekayaannya telah mencapai triliunan rupiah pada usia yang masih tergolong muda.

Perlu Anda tahu bahwa sebelum menjadi Mendikbud, Nadiem Makarim merupakan Chief Executive Officer (CEO) perusahaan startup GoJek.

Pada 4 Juli 2020 lalu, Nadiem genap berusia 36 tahun. Di usia yang relatif muda tersebut, pria kelahiran Singapura tahun 1984 itu, pantas diseut sebagai figur yang terbilang sukses.

Saat pandemi Covid-19, nama Nadiem Makarim pun tak henti jadi pembicaraan.  Terutama soal kebijakan dan programnya menuai polemik.

Sekolah ditutup dan proses pembelajaran terpaksa dilakukan secara online. Namun tak sedikit yang mengkritis kebijakan ini karena dianggap tidak memperhatikan masyarakat yang berada di kalangan ekonomi rendah.

Mereka harus menyediakan smartphone dan pulsa internet untuk mendukung kegiatan belajar mereka.

Belum lagi Program Organisasi Penggerak menuai kontrovesi setelah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan PGRI mundur dari program yang digagas Nadiem Makarim tersebut.

Jumlah Kekayaan

Berdasarkan informasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN tahun 2019 yang tercantum dalam elhkpn.kpk.go.id, nilai total harta kekayaan Nadiem Makarim mencapai Rp 1,22 triliun.

Harta itu telah dikurangi utang senilai Rp 185,36 miliar.

Kepemilikan harta Nadiem Makarim didominasi oleh kepemilikan surat berharga yang mencapai Rp 1,25 triliun.

Sisanya berupa tanah dan bangunan di beberapa lokasi di Jakarta dan luar Jakarta, kepemilikan mobil seperti Toyota Vellfire tahun 2018 senilai Rp 1,03 miliar dan Toyota Harrier tahun 2015 senilai Rp 887,49 juta.

Nadiem juga memiliki Honda Brio tahun 2017 senilai Rp 162 juta.

mendikbud Nadiem Makarim, Menteri Kabinet Jokowi-Maruf Amin 2019-2024 (tribunnews.com)
Berikut daftar lengkap kekayaan Nadiem Makarim:

DATA PRIBADI

1. Nama : Nadiem Anwar Makarim

2. Jabatan : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

3. NHK : 712194

II. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 38.675.933.850

1. Tanah Seluas 24739 m2 di ROTE NDAO, HASIL SENDIRI Rp. 176.883.850

2. Tanah Seluas 2700 m2 di GIANYAR, HASIL SENDIRI Rp. 2.160.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 166 m2/166 m2 di KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 1.981.210.000

4. Tanah dan Bangunan Seluas 567 m2/485 m2 di KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 11.153.885.000

5. Tanah dan Bangunan Seluas 885 m2/256 m2 di KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 19.203.955.000

6. Tanah dan Bangunan Seluas 190 m2/190 m2 di KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 2.076.076.550

1. MOBIL, HONDA BRIO Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 162.000.000

2. MOBIL, TOYOTA HARRIER Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp. 887.494.000

3. MOBIL, TOYOTA VELLFIRE Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 1.026.582.550

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----

D. SURAT BERHARGA Rp. 1.250.453.164.985 2019

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 119.159.451.323

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 1.410.364.626.708

III. HUTANG Rp. 185.357.986.223

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 1.225.006.640.485

Anak Pengacara Ternama

Selama ini, Nadiem memang dikenal sebagai pengusaha.

Namun, latar belakang keluarganya jauh dari ranah bisnis.

Pria kelahiran Singapura, 4 April 1984, ini merupakan anak ketiga pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri.

Ayah Nadiem merupakan aktivis sekaligus pengacara ternama di tanah air.

Sekolah di Luar Negeri sejak SMA

Nadiem Makarim  menghabiskan masa sekolah dasar dan menengah pertama di Indonesia, lalu melanjutkan pendidikan menengah atas di Singapura.

Lepas dari SMA, Nadiem melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas Ivy League di Amerika Serikat.

Jenjang strata satu ia tempuh di Brown University jurusan Hubungan Internasional.

Ia juga sempat ikut pertukaran pelajar di London School of Economics and Political Science di Inggris.

Setelah menyabet gelar BA (Bachelor of Arts), Nadiem melanjutkan S2 ke almamater sang ayah, Harvard University, hingga meraih gelar Master of Business Administration.

Kerja di Perusahaan Internasional

Dengan ijazahnya, Nadiem kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan konsultan bertaraf internasional, McKinsey & Company di Jakarta.

Ia menghabiskan waktunya selama tiga tahun di perusahaan tersebut.

Nadiem kemudian pindah ke Zalora Indonesia sebagai Co-founder dan Managing Editor selama setahun.

Kemudian Nadiem berpindah perusahaan ke KartuKu dan menjabat sebagai Chief Innovation Officer di perusahaan layanan pembayaran nontunai itu pada 2013-2014.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (tengah) menyapa para guru saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-74 PGRI di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019). (KOMPAS.com/ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Dirikan Gojek

Di tengah-tengah lompat dari satu perusahaan ke perusahaan lain, pada 2010 ia mulai mendirikan startup sendiri yakni Gojek yang kini menjadi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa.

Gojek lahir dari kejelian insting bisnis Nadiem yang mengaku sering menggunakan ojek untuk ke kantor.

Ia pun mencoba mengawinkan teknologi dan ojek menjadi inovasi baru.

Kehadiran Gojek sangat distruptif. Gojek menjadi alat transportasi umum "rasa baru" di Indonesia dan cepat menarik perhatian masyarakat karena kemudahan akses yang ditawarkan.

Transportasi ini disambut baik dan berkembang hingga hari ini meski sempat beberapa mengundang kontroversi, terutama dari pekerja ojek konvensional.

Saat ini, Gojek berkembang pesat dan menjadi decacorn pertama di Indonesia sebagai startup dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.

Bahkan, layanan Gojek tidak hanya beredar di Indonesia.

Gojek telah melakukan ekspansi ke sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand.

Kedekatan dengan Presiden Jokowi Nadiem beberapa kali mengundang Presiden Jokowi ke acara Gojek.

Saat peluncuran Go-Viet-nama layanan Gojek di Vietnam-misalnya, Presiden Jokowi bahkan hadir langsung bersama dengan sejumlah menteri.

Ia juga pernah mendampingi RI 1 ke Silicon Valley, AS, Oktober 2015.

Namun, Nadiem tidak sendiri, ia menemani Jokowi bersama pentolan startup lokal lain, yakni pendiri Tokopedia Wiliam Tanudjaya, pendiri Traveloka Ferry Unardi, dan pendiri Kaskus Andrew Darwis.

Kala itu, Nadiem beralasan bahwa keikutsertaannya adalah ingin mempromosikan Indonesia kepada investor global. 

* Saat Deddy Corbuzier Beri Pertanyaan Jebakan kepada Nadiem Makarim, Begini Jawaban Mendikbud

Podcast Deddy Corbuzier kembali mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim.

Tayangan Podcast Deddy Corbuzier bersama Nadiem Makarim tayang di YouTube, Selasa (18/8/2020).

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, Nadiem Makarim adalah salah satu sosok yang jadi sorotan.

Pasalnya, akibat Pandemi, sebagai Mendikbud, Nadiem Makarim harus mengambil kebijakan 'menutup' sekolah.

Kegiatan belajar mengajar dialihkan dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.

"You know what gua baca berita-berita tentang lu di mana-mana dan kayaknya agak sial ya menjabat menteri pendidikan sekarang," kata Deddy Corbuzier.

"Sulitlah," jawab Nadiem Makarim.

Deddy Corbuzier lantas memberikan pilihan 'jebakan' kepada Nadiem Makarim terkait pembelajaran jarak jauh selama Pandemi Covid-19.

"Kalau disuruh pilih generasi jadi bodoh atau kesehatan atau menambah jumlah Covid. In a sense, bahwa Covid kan tidak akan semuanya kena juga toh? Nah tapi ini generasi satu generasi lo bos,"tanya Deddy.

Nadiem kemudian memberikan responS 'bijak' atas pilihan-pilihan yang diberikan kekasih Sabrina Chairunnisa tersebut.

"Kalau harus memilih, jawaban saya adalah beban dan amanah kepemimpinan adalah untuk bisa mengimbangi semua prioritas yang terpenting. Pasti ada trade off kan, kalau kita memilih satu pasti ada trade off-nya," jawab Nadiem.

"Tapi tidak bisa unidimensional. artinya pemaksaan mas Deddy untuk saya memilih itu adalah metode unidimensional yang menurut saya di pemerintahan tidak bisa,"tambah Nadiem.

Menurut Nadiem, di Indonesia saat ini mengakui telah terjadi krisis kesehatan, ekonomi, dan pembelajaran.

"Saya harus memperjuangkan bahwa kita ada krisis ketiga, krisis pembelajaran. Ini di dunia, tapi di Indonesia lebih akut. Krisis pembelajaran ini sedang terjadi pada saat Pandemi Covid ini dan kita tidak bisa suatu kebijakan hanya berdasarkan satu krisis," jelas Nadiem.

Pendiri GoJek tersebut menyebut, dalam membuat kebijakan harus memitigasi semua krisis. Pasalnya, setelah pandemi Covid-19, masyarakat akan hidup dalam dunia yang dihasilkan dari semua kebijakan.

"Tapi menurut lu, masyarakat lebih memilih mana?" timpal Deddy.

"Kalau menurut survei dan lain-lain, masyarakat sebenarnya lebih  menginginkan relaksasi,"kata Nadiem.

"Artinya kan sebagai seorang pemimpin, lo harus membahagiakan lebih banyak masyarakat dong. Kalau masyarakat lebih banyak yang ingin relaksasi and you don't do that, lo akan dibenci masyarakat dengan jumlahnya yang banyak itu,"kata Deddy.

"Boleh saya tidak setuju dengan asumsi itu, tugas saya bukan untuk membuat sebanyak mungkin masyarakat bahagia. Tugas saya sebagai menteri adalah untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,"kata Nadiem.

"Kadang dua hal itu nyambung, kadang dua hal nggak sama. Apa yang diinginkan banyak orang belum tentu yang terbaik," jelas Nadiem.

"Tapi Anda sadar nggak, Anda terus dimusuhi oleh banyak orang,"kata Deddy lagi.

"Ya iya, itulah beban kepemimpinan," balas Nadiem.

Saat menerima amanah sebagai Mendikbud, apalagi dengan tugas melakukan perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia, Nadiem mengakui hal tersebut akan menjadi beban kepemimpinan.

"Sukses atau tidak, saya nggak tahu. Tapi itu adalah tugas saya, saya dipilih Pak Presiden untuk melakukan itu," kata Nadiem.

Namun dalam perjalanannya sebagai Mendikbud, Nadiem Makarim tidak pernah membayangkan akan menghadapi Pandemi Covid-19.

"Banyak orang yang tidak sadar sudah ada krisis pembelajaran. Setelah itu, baru saja beberapa bulan kita baru mau melangkah, melakukan berbagai perubahan, baru mulai semangat, Covid,"kata Nadiem.

Akibatnya, ia harus melakukan restrukturisasi program hingga anggaran pendidikan.

"Bayangkan, jadi saya sekarang, pertama kali masuk pemerintahan di sektor pendidikan walaupun itu passion saya, baru ditantang untuk melakukan perubahan yang tanpa pandemi saja, itu sudah luar biasa sulitnya,"kata Nadiem.

Soal Minta Maaf terkait Polemik POP

Dalam podcast tersebut, Deddy mengakui sosok Nadiem Makarim saat menjadi Mendikbud akan mengambil kebijakan-kebijakan 'gila' untuk pendidikan di Indonesia.

Menurut Deddy, Nadiem akan 'berperang' dengan banyak orang dan tidak semua kebijakannya akan membuat senang banyak orang.

Yang terbaru terkait pro kontra Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas Nadiem Makarim. Di mana, sejumlah organisasi besar memilih mundur dari program tersebut.

"Ada satu hal yang gua nggak suka, yaitu pada saat lu minta maaf. Karena kalau lu minta maaf, artinya decision lu salah kemarin. Padahal menurut gue, lu mengambil keputusan itu tujuannya mungkin positif tapi lu kaget ternyata kalau ngambil keputusan seperti ini, gua diserang orang banyak,"kata Deddy.

"Mas Deddy, minta maaf kan, itu di budaya kita merupakan suatu yang penting kalau kita merasa ada kekhilafan. Dalam melakukan perubahan ini, saya lumayan sering sih minta maaf, apalagi sama tim saya," kata Nadiem.

Menurutnya dengan minta maaf bukan berarti apa yang ia lakukan salah. 

Bagi Nadiem, POP adalah salah satu program transformasional dan mendapat dukungan banyak orang.

Namun, Nadiem mengakui dalam proses POP banyak kekurangan yang seharusnya bisa diatasi terlebih dahulu.

Polemik POP menurut Nadiem muncul akibat kurangnya penjelasan dari Kemdikbud mengenai program tersebut.

"Pertama, kita tidak melakukan sosialisasi mendalam, terutama bagi organisasi-organisasi masyarakat yang besar. Itu kesalahan saya, kami terus terang distracted karena Covid, karena PJJ yang kami harus fokus itu,"jelas Nadiem.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved