Usif Besi dan Usif Pa'e Dukung Pemprov NTT
Usif Besi, Frans Nabuasa mengatakan, penyerahan lahan Besipae kepada Pemprov NTT sudah dilakukan sejak tahun 1982
POS-KUPANG.COM | SOE - Usif Besi, Frans Nabuasa mengatakan, penyerahan lahan Besipae kepada Pemprov NTT sudah dilakukan sejak tahun 1982. Saat itu, dirinya bersama Usif Pa'e yang menyerahkan lahan Besipae untuk dikembangkan sebagai area pengembang sapi.
Masyarakat yang saat ini mendiami kawasan Besipae dikatakannya, pada tahun 1982 belum mendiami kawasan Besipae. Mereka yang saat ini tinggal di kawasan Besipae merupakan pendatang.
"Waktu tahun 1982 kita serahkan ke Pemprov NTT. Kawasan Besipae ini hanya hutan dan belum ditempati orang. Mereka yang saat ini tinggal merupakan pendatang. Kebanyakan tinggal di Besipae tahun 2000-an," ungkap Frans yang ditemui Pos Kupang, Sabtu (22/8) di Besipae.
• Dijemput Massa, Ketua DPC Hanura SBD Serahkan Oktavianus Holo Jadi Balon Kades Waimakaha
Dirinya secara tegas mendukung pemanfaatan kawasan Besipae sebagai area pengembangan pakan ternak dan kelor oleh Pemprov NTT. Dirinya berharap, program tersebut bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar Besipae.
"Kita berharap program yang dilaksanakan Pemprov NTT di Besipae bisa mendatangkan kesejahteraan untuk masyarakat sekitar Besipae," ujarnya.
Usif Pa'e, PR Nabuasa yang diwakili, Gustaf Nabuasa, anak kandungnya meminta Pemprov NTT untuk segera memanfaat lahan Besipae sehingga bisa membawa manfaat bagi masyarakat.
• Kukuhkan Relawan Sampah Plastik di Alak, Jefri Apresiasi Inisiatif Warga
Dalam pelaksanaan program di Besipae, Gustaf meminta agar masyarakat sekitar harus dilibatkan sehingga ada peningkatan ekonomi keluarga.
Terkait bantuan rumah layak huni, Gustaf meminta agar Pemprov NTT membangun rumah yang lebih layak minimal semi permanen dengan ukuran 5 X 7 meter persegi. Termasuk bangun WC dan dapur untuk masyarakat.
"Kami dari keluarga Nabuasa dan Pemprov NTT sudah bersepakat mengakhiri permasalahan di Besipae. Kami, keluarga Nabuasa mendukung Pemprov NTT dalam pemanfaatan lahan Besipae. Kita minta agar pelaksanaan program Pemprov NTT bisa dilakukan secepatnya sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," pintanya.

Ketika ditanyakan apabila nantinya mendapatkan penolakan dari masyarakat terkait pernyataan bersama Pemprov NTT dan Keluarga Nabuasa, Gustaf menegaskan hal itu akan menjadi tanggung jawab keluarga Nabuasa.
"Kesepakatan antara keluarga Nabuasa dan Pemprov NTT bertujuan untuk mengakhiri konflik yang sudah 12 tahun berjalan. Nantinya setelah kesepakatan hari ini, Pemprov NTT dan masyarakat akan kembali melakukan pendataan terkait tapal batas tanah yang diserahkan kepada Pemprov," tegasnya.
Sebagian Warga Pubabu Tolak
Niat Pemprov NTT bersama Usif Besi, Frans Nabuasa dan Usif Pa'e yang diwakili Gustaf Nabuasa dan Nope Nabuasa untuk melakukan sosialisasi terkait kesepakatan penyelesaian sengketa lahan Besipae kepada warga Pubabu, Sabtu (22/8) mendapatkan penolakan sebagian masyarakat Pubabu.
Walau dipimpin langsung Usif Besi dan Usif Pa'e sebagian besar masyarakat Pubabu memilih keluar dari tenda pertemuan dan menyampaikan aspirasi di pinggir jalan.
Ester Selan dengan suara tegas menolak adanya kesepakatan penyelesaian masalah lahan Besipae.
Dirinya menginginkan masalah Besipae harus diselesaikan di meja hijau. Pihaknya akan segera mengajukan gugatan perdata terkait sengketa masalah Besipae.