News
Atsaga, Oknum Pelajar di Maumere Cabuli Anak di Bawah Umur, Ini Modus Busuk Sang Lelaki
TKP kasus itu di salah satu rumah warga di Desa Nelle Barat, Kecamatan Nelle. Pelapor menyebut korbannya MAD (14), berstatus pelajar.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Aris Ninu
POS KUPANG, COM, MAUMERE -Kasus dugaan pencabulan kembali terjadi di Sikka.
Warga Kota Maumere, FNL (54) melaporkan di SPKT Polres Sikka terkait dugaan kasus tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur, Rabu (19/8) pagi.
Kasus dugaan pencabulan itu dilakukan sekitar pukul 01.00 wita.
TKP kasus itu di salah satu rumah warga di Desa Nelle Barat, Kecamatan Nelle.
Pelapor menyebut korbannya MAD (14), berstatus pelajar.
Sedangkan pelaku, yakni FDFY (18) juga yang masih berstatus pelajar dari Kecamatan Kangae.
Menurut pelapor dalam laporannya menjelaskan, sekira pukul 00.30 wita terlapor atau pelaku menjemput korban di rumahnya dan mengajak ke Nelle Barat, Rabu (19/8) sekitar pukul 00.30.
Saat berada di Nelle terlapor mengajak korban untuk melakukan hubungan badan. Atas kejadian tersebut, pelapor mendatangi SPKT Polres Sikka untuk melaporkan kejadian tersebut dan dibuatkan laporan polisi.
Sementara itu, kasus kriminal lainnya berupa pencurian juga terjadi di Kota Maumere. Kali ini seorang ibu rumah tangga menjadi korbannya.
Kasus pencurian justru terjadi saat sang ibu masuk toko dan menyimpan tas berisi ulang, laptop dan HP di sepeda motor.
Ia masuk ke toko untuk sesuatu urusan. Naasnya, saat ia kembali ke tempat parkir, tas miliknya hilang digasak maling. Sang ibu pun kaget dan melapor hal itu ke Polres Sikka, Rabu (19/8) sore.
Laporan polisi yang diperoleh Pos Kupang, Kamis (20/8) pagi, menyebutkan, korban pencurian bernama Sri Nurmawati (45). Sri adalah warga Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.
Saat lapor ke polisi, Sri menjelaskan, kronologi dan peristiwa yang dialaminya.
Menurut Sri, ia memarkirkan sepeda motornya di depan pintu masuk Toko Jakarta Elektronik di Kota Maumere.