Mikrofon yang Dipakai Saat 17 Agustus 1945 Hasil Curian, Benarkah? Ini Penjelasan Soekarno Kala Itu
Mikrofon yang Dipakai Saat 17 Agustus 1945 Hasil Curian, Benarkah? Ini Penjelasan Soekarno Kala Itu
Soekarno sempat menyebutkan dari mana mikrofon yang digunakan saat membaca teks proklamasi.
Menurut Soekarno, mikrofon itu merupakan hasil curian dari stasiun radio milik Jepang.
• Sama-sama Berwarna Merah Putih, Ini Beda Bendera Indonesia dan Monako, Siapa Duluan, Ini Sejarahnya
• Donasi Konser Amal Harmonivasi dari Timur Mendukung Pembangunan Laboratorium Biomolekuler NTT
• WAJIB Bayar Retribusi Bagi Traveler yang Ingin Liburan ke Labuan Bajo, Inilah Tarifnya
• Shio Kelinci Berpotensi Emosi Tak Stabil Ekonominya Menurun Senin 17 Agustus 2020, Shio Kamu?
“Aku berjalan ke pengeras suara kecil hasil curian dari stasiun radio Jepang dan dengan singkat mengucapkan proklamasi itu,” kata Soekarno.
Bantahan Sudiro
Pernyataan Soekarno dalam pidatonya tahun 1966 ini kemudian dibantah oleh Sudiro.
Sudiro adalah tokoh yang ikut andil memperjuangkan kemerdekaan dan merupakan mantan sekretaris Menteri Luar Negeri pertama RI Achmad Soebardjo.
Sudiro merasa yakin betul mikrofon itu bukan hasil curian.
Dalam ceramahnya pada 6 September 1972 di Lembaga Pembinaan Jiwa ‘45 Jakarta, Sudiro menyinggung mikrofon yang dikatakan Soekarno hasil curian.
“Itu tidak betul!” kata Sudiro.
Kata Sudiro, pemilik mikrofon itu adalah warga negara Indonesia bernama Gunawan.
Kesaksian Sudiro: Penggunaan Mikrofon saat Proklamasi
Saat persewaan mikrofon habis, panitia kemerdekaan kemudian mengutus dua orang untuk mencari mikrofon, yakni Wilopo dan Njonoprawoto sekitar pukul 07.00 WIB, tanggal 17 Agustus 1945.
Mereka kemudian mendatangi rumah seseorang yang bernama Gunawan untuk meminjam mikrofon.
Keduanya tidak memberitahu untuk keperluan apa mereka meminjam mikrofon.
Mikrofon milik Gunawan kemudian dipinjamkan kepada mereka berdua.