Breaking News:

Bupati Belu Buka Dialog Dengan Masyarakat Terhadap Program Pemerintah

Bupati Belu, Willybrodus Lay melakukan kunjungan kerja ke Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, Willybrodus Lay saat berdialog dengan masyarakat Desa Silawan dalam kunkernya, Kamis (6/8/2020 

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA - Hari Kamis (6/8/2020) siang Bupati Belu, Willybrodus Lay melakukan kunjungan kerja ke Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur.

Bupati Willy Lay didampingi sejumlah Pimpinan OPD diantaranya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kadis Nakertrans, Kadis Dukcapil, Kadis PPO, Kadis PMD, Kaban Kesbangpol, Kasat Pol PP, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Sekretaris Dinas Pariwisata.

Seperti biasanya dalam kunjungan kerja, Bupati Willy Lay selalu membuka dialog dengan masyarakat. Dialog dibuka setelah pemaparan program-program oleh pimpinan OPD. Dialog ini sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan tanggapan, pertanyaan, usulan, saran bahkan kritikan terhadap program pemerintah, baik yang sudah, sedang dan akan dilakukan pemerintah.

TNI AL Dukung Program Ketahanan Pangan

Disaksikan Pos Kupang.Com, Bupati Willy Lay tiba di Kantor Desa langsung mencuci tangan lalu pengukuran suhu badan oleh petugas. Hal ini sebagai kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Dari lobi kantor desa, Bupati Willy Lay bersama rombongan langsung menuju aula kantor desa untuk berdialog.

Dialog dengan masyarakat Desa Silawan berjalan hampir dua jam. Ada 10 masyarakat menyampaikan pertanyaan, usulan dan tanggapan terhadap program pemerintah.

Pembangunan Sarpras di Loh Buaya Pulau Rinca TNK Akan Kurangi Minat Wisatawan

Seperti disampaikann guru SDI Motaain, Ibu Maria tentang status sekolah kelas jauh Halimuti. Sekolah ini sudah delapan tahun melaksanakan KBM namun masih status kelas jauh. Ia meminta pemerintah agar sekolah kelas jauh tersebut bisa ditingkatkan statusnya sebagai sekolah induk. Semua ini dilakukan demi masa depan anak-anak dan sejalan dengan program pemerintah untuk mendekatkan pelayanan pendidikan.

Sementara Yakobus Soares mengangkat penerapan aturan dari Negara Timor Leste yang menembak mati ternak yang berkeliaran hingga melewati batas negara. Masyarakat merasa kecewa karena saat TNI melakukan patroli di perbatasan dan menemukan ternak melewati garis batas tidak melakukan penembakan sebaliknya aparat dari Timor Leste menembak mati ternak. Yakobus meminta Pemkab Belu mewakili pemerintah Indonesia agar bisa membangun kerja sama dalam hal seperti ini.

Sementara Vester meminta pemerintah agar mengoptimalkan pemafaatan sumur bor yang dibangun pemerintah pusat di Desa Silawan. Pasalnya ada sejumlah sumur bor belum difungsikan karena belum ada serahterima dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk dimanfaatkan.

Terhadap pertanyaan, usulan dan keluhan dari masyarakat, Bupati Belu Willybrodus Lay berjanji akan memperhatikan. Ia meminta kepada masyarakat bersabar karena pemerintah akan menindaklanjuti dengan memperhatikan regulasi-regulasi.

Pada kesempatan itu, Bupati Willy Lay mendorong masyarakat agar mengoptimalkan lahan tidur yang dimiliki. Pemerintah siap membantu mengolah lahan menggunakan traktor asalkan pemilik lahan bersedia membersihkan rumput-rumput.

Menurut Bupati Willy Lay untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi rumah tangga, masyarakat mesti mengolah lahan pertanian yang dimiliki. Petani tidak hanya menunggu tanam jagung, tetapi lahan yang ada bisa ditanam dengan tanaman hortikultura lainnya termasuk sayur-sayuran. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved