Radio Edukasi Spensa FM Jangkau Siswa Yang Tak Punya Android dan Internet di Lembata

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday telah meresmikan Radio Edukasi Spensa FM 99,9 Mhz di SMPN 1 Nubatukan

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Kepala SMPN 1 Nubatukan Lewoleba Melkior Muda Making bersama Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan Kepala Dinas PKO Silvester Samun saat meresmikan Radio Edukasi Spensa FM di SMPN 1 Nubatukan, Senin (27/7/2020). 

"Dia tidak butuh pulsa data jadi tidak ada keluhan itu lagi. Kita tidak bergantung pada tower Telkomsel lagi tapi pakai frekuensi radio. Ponsel apa saja bisa tangkap frekuensi radio," papar Melkior.

Dengan ini, manajemen sekolah pun langsung melakukan sosialisasi kepada orangtua pada 13-15 Juli 2020.

"Kemudian, radio edukasi juga menolong orangtua dan anak yang tidak punya android. Jadi bukan hape android juga bisa dapat. Konsep siarannya edukatif dan hiburannya sehingga anak tidak bosan," tambahnya.

Mekanisme siarannya, kata Melkior, akan ada modul sebagai materi siaran. Di setiap mata pelajaran ada guru yang akan jadi penyiarnya.

Orangtua juga sudah memegang roster siaran pembalajaran. Radio juga didesain online dan offline. Orangtua juga bisa mengakses dokumentasi audio visual pembelajaran.

Juga ada rekaman dokumentasi yang masuk dalam website sekolah.

"Radio edukasi ini kalau boleh bukan hanya milik spensa tapi bisa dikembangkan untuk pendidikan di Lembata," harapnya kepada Pemerintah Kabupaten Lembata.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengklaim kalau Radio Edukasi Spensa FM merupakan radio pendidikan pertama yang ada di Lembata dan bahkan di Provinsi NTT.

"Ini namanya inovasi. Sebuah inovasi berangkat dari masalah dan masalah itu baik terkait para guru dan anak didik yang sulit lakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka. Sepanjang ini belum bermanfaat maka dia hanya akan jadi kreativitas yang mati. Inovasi itu perubahan dari tatap muka dan belajar dari rumah," kata Wabup Langoday.

Menurutnya, radio edukasi pembelajaran ini sudah menyelamatkan 743 orang siswa SMPN 1 Nubatukan.

"Bapak ibu guru jangan gelisah karena nilai yang ada di rapor bukan satu-satunya yang mengantar dia mencapai masa depan. Gedung yang megah juga bukan satu-satunya faktor anak bisa sukses. Tapi pendamping yang hebat itu faktor penting untuk anak-anak mencapai kesuksesan," tambahnya.

Narasi inovasi dari SMPN 1 Nubatukan ini menurutnya bisa diterapkan oleh OPD lainnya di Lembata. Oleh karena itu, dia mengucapkan selamat atas kreativitas yang luar biasa dari manajemen sekolah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved