Senin, 13 April 2026

Opini Pos Kupang

Merespons Tulisan Prof. Alo Liliweri: Penyebaran Kabar Gembira dan Pilihan Media

Opini Prof. Alo Liliweri tentang Berdoa di ` Katedral Udara' ( Opini Pos Kupang 20/7/2020), mengupas dengan indah pemikiran Aimee Semple McPherson

Editor: Kanis Jehola
Dok
Logo Pos Kupang 

Oleh : RD. Maxi Un Bria, Rohaniwan Katolik, Mahasiswa Program Doktoral Komunikasi Sekolah PascaSarjana Usahid Jakarta

POS-KUPANG.COM - Opini Prof. Alo Liliweri tentang Berdoa di ` Katedral Udara' ( Opini Pos Kupang 20/7/2020), yang mengupas dengan indah pemikiran Aimee Semple McPherson tentang `Katedral udara' , ` Gereje elektronik' dengan ` metode propaganda modern ` membuka wawasan kita untuk melihat peran media massa dan media baru sebagai sarana efektif dalam mewartakan kabar gembira Yesus Kristus di era industri teknologi dan informasi abad ini.

Kita menghadapi kenyataan tidak terbantahkan bahwa selalu ada perkembangan dan perubahan baik dalam produksi media teknologi maupun ada perubahan drastic berkaitan dengan tanggapan dan pilihan khalayak terhadap apa yang ditawarkan media.

Tiada Laptop Warnet Pun Jadi, Wisuda Virtual Anak Penjual Es di Ende

Jadi bila media massa cenderung memberitakan informasi secara monolog, kini dengan kehadiran media baru; internet, media sosial dan media online, produksi media mendapat tanggapan dari sebagian khalayak yang tidak saja hadir secara pasif, melainkan menegaskan diri sebagai khlayak yang aktif dan berpartisipasi. Khalayak pengguna media dan kebutuhannya ikut juga berpengaruh terhadap pertimbangan media dalam memproduksi informasi.

Dalam kaitannya dengan gagasan tentang Berdoa di `Katedral Udara', Gereja elektronik dan metode propaganda modern, agaknya sangat relevan pentingnya pengetahuan dan keterampilan soft skill dalam menggunakan media massa, media elektronik dan media baru sebagai sarana efektif dalam propaganda kabar gembira di tengah pusaran krisis multi dimensi yang melanda dunia.

Aktor-aktor gereja sudah sejak lama memang memikirkan dan telah ikut mengimplementasikannya. Karena itu misalnya kita kenal di lingkungan Gereja Katolik tingkat keuskupan memiliki komisi komunikasi sosial yang juga sebagiannya dalam praksis pastoral telah memiliki studio penyiaran radio maupun televisi.

Paket TRG-HEGI Raih Tiket Bertarung di Pilkada Sabu Raijua

Kongregasi Serikat Sabda Allah misalnya di Flores dan Timor aktif mengembangkan dan menggunakan media massa sebagai media pewartaan. Kita mendengar adanya Koran DIAN di Ende, sekarang ini ada Flores Pos dan di Kupang ada radio Verbum. Di Keuskupan Agung Jakarta sudah sejak lama hadir mingguan Hidup dan belakangan telah memiliki Televisi Hidup dengan pilihan program dan acara keagamaan yang unik.

Gereja sungguh menyadari manfaat media massa dan media baru pewartaan kabar gembira Yesus Kristus.

Pilihan Media dan Efeknya

Dengan berkembangnya media baru; media on line dan media digital dewasa ini telah ikut memberi tantangan dan peluang tersendiri bagi para pewarta kabar gembira untuk meggunakannya secara benar dan efektif.

Para pewarta memilih menggunakan media massa, baik media off line maupun media on line, dengan memciptakan program dan rubrik dengan konten yang menarik dan berkualitas, sehingga memikat khalayak dan pengikut untuk membaca, menyimak, menonton dan juga ikut menilai serta mengevaluasinya .

Kita bisa melihat dalam media baru on line, ada kolom yang memberi ruang bagi evaluasi dan komentar. Artinya media on line juga memberi ruang bagi dialog dan partisipasi audiens. Ia tidak monolog.

Realitas pandemi Covid-19 dan kini menuju era normal baru dengan berbagai krisis yang kita hadapi, telah membuka pikiran banyak orang, betapa pentinggnya media massa dan media baru dalam penyebaran pesan dan informasi kepada khalayak.

Bahkan ada kecenderungan kuat media cetak akan beralih kepada media digital on line karena pertimbangan efektifitas, kecepatan dan penyebaran informasi.

Kehadiran media baru telah membangun budaya komunikasi digital, on line dan virtual pada mana pertemuan face to face dibatasi dan pertemuan virtual semakin diminati dan menjadi bagian pilihan yang cerdas dari khalayak.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved