Warga Lengkosambi Raya Protes Tambang Galian C Merusaki Lingkungan
Kegiatan tambang rupanya banyak memberi dampak hebat terhadap kerusakan ekologi dan sosial, daripada keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Pada rapat bersama unsur masyarakat, pemuda dan Muspika Kecamatan Riung, anggota Komisi I DPRD Ngada Thor Caster Seno mengatakan, kondisi di lapangan terindikasi ada yang salah.
Mestinya kegiatan tambang seperti halnya galian C mensejahterakan masyarakat. Karena itu rambu-rambu pelaksanaan yang harus dilakukan diatur dalam regulasi dan perijinan.
Tetapi kemudian kenapa masyarakat lantas reaksi dan mengadu?
"Kalau sudah begini kita harus pisahkan antara perijinan yang ada dengan fakta di lapangan. Dan soal ekses ini yang harus kita selesaikan. Perlu komunikasikan kepada para pihak terhadap apa yang telah terjadi di sana," kata Thor yang berjanji menindaklanjuti masalah ini di lembaga dewan dengan memanggil para pihak yang berkepentingan.
Sementara pimpinan Komisi I DPRD Ngada Yohanes Donbosko Ponong, menjelaskan, dari kunjungan lapangan menunjukkan bahwa kondisi sungai yang dikeruk memprihatinkan.
Sudah terjadi abrasi parah dan muncul kali (sungai) baru dan akibat dari pengerukan sekitar jebatan Alo Korok, menyebabkan jembatan yang menghubungkan Bekek dan Lengkosambi itu terancam jebol.
"Beberapa hari sebelumnya kami terima para pemuda Lengkosambi Raya yang datang mengadu. Dan kita anggap ini sangat serius karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak, maka melalui komisi I lembaga dewan hadir dan meninjau langsung lokasi," jelas Donbosko.
Pihaknya ingin tau seperti apa kondisi di lapangan, supaya lebih obyekyif. Pada saat itu Donbosko berjanji agar sekembali dari Lengkosambi akan menindaklanjuti masalah tambang galian C di Alo Korok secepatnya.
Pekan depan, kata Bosko, pihaknya akan terbang ke Kupang untuk melakukan komunikasi terkait dengan perijinannya di tingkat propinsi.
Selanjutnya akan memanggil DLH dan Badan Penanaman Modal kabupaten Ngada untuk dengar penjelasannya di dewan.
"Agar kegiatan tambang ini tidak merugikan masyarakat, kami akan wadahi masalah ini untuk mencari solusi secepatnya," tambah Donbosko.
Pada saat anggota DPRD Ngada dari Komisi I meninjau lokasi aktivitas tambang di lapangan kelihatan sedang dihentikan.
Sebelumnya warga sempat memagari jalan masuk menuju lokasi pengerukan pasir. Hanya ada satu dua kendaraan yang angkut material- material. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)