Breaking News:

Video-Tradisi Kawin Tangkap Sudah Berlangsung Sejak Leluhur Orang Sumba Mendiami Bumi Marapu

Kawin tangkap adalah bagian dari budaya yang sudah berlangsung sejak nenek moyang orang Sumba mendiami bumi Marapu.

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA—Kawin tangkap adalah bagian dari budaya yang sudah berlangsung sejak nenek moyang orang Sumba mendiami bumi Marapu.

Sesuai tradisi dan adat istiadat yang berlaku, kawin tangkap sudah didaduhului dengan kesepakatan diantara kedua belah.

Namun dalam kasus tertentu, kawin tangkap juga bisa dilakukan tanpa persetujuan dari pihak keluarga perempuan.

Apabila sudah selesai menangkap seorang gadis untuk dijadikan istri, makanya pihak keluarga laki-laki akan mempersiapkan belis sesuai adat istiadat yang beralaku.

Biasanya ternak kuda, sapid an kerbau yang disiapkan sebagai mahar untuk membayar belis seorang perempuan Sumba akan berjumlah puluhan hingga ratusan ekor ternak.

Tradisi kawin tangkap itu berlangsung sejak nenek moyang Sumba berdiam di bumi Marapu . Memang di zaman modern  seperti sekarang,  hal itu jarang terjadi. Kalaupun terjadi hanya satu dua  orang saja dan berlangsung dalam selang waktu yang cukup lama pula.

Hal ini dikatakan oleh dua tokoh adat Loura masing-masing, Yohanes Bili Daingo  alias ama Vebi dari Kampung Bondo Rongo, Desa  Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka dan Kornelis Bobo Malo alias ama Ansi dari Kampung Keruni, Desa Keruni,  Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya ditemui POS-KUPANG.COM di Keruni, Jumat 17 Juli 2020.

Menurut kedua tokoh adat ini, kawin tangkap boleh terjadi bila saja apabila dilihat dari aspek tradisi  dan budaya Sumba,.

Tradisi kawin tangkap itu berlangsung sejak nenek moyang Sumba berdiam di bumi Marapu Sumba.

Video-Warga Binaan Lapas Kelas III Lembata Bukan Orang-Orang Terbuang

Video-Faktor Kesehatan Penghambat Calon Bintara Asal NTT Lulus Seleksi

Video-Nangalimang, Kampung Tangguh Nusantara Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sikka

Namun di zaman modern seperti saat ini kawin tangkap sudah jarang terjadi. Kalaupun terjadi kawin tangkap, hanya beberapa saja dan berlangsung dalam selang waktu yang cukup lama.

Halaman
123
Penulis: Petrus Piter
Editor: John Taena
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved