Minggu, 3 Mei 2026

Bahas ASF, Dinas Peternakan Ngada Gelar Rapat Terbatas

Pemerintah Daerah Ngada melakukan pelarangan sementara pemasukan ternak babi dan produk olahan babi di Kabupaten Ngada

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana rapat terbatas di Aula Kantor Dinas Peternakan Ngada Kota Bajawa, Kamis (16/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Pemerintah Daerah Ngada melakukan pelarangan sementara pemasukan ternak babi dan produk olahan babi di Kabupaten Ngada. Hal itu mengingat penyakit ASF semakin marak di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dinas peternakan Ngada bersama lintas dinas terkait sudah membahas pelarangan sementara pemasukan ternak Babi bibit/potong, dan produk olahan Babi ke Kabupaten Ngada.

Fraksi Gerindra DPRD Malaka Kritisi Pengelolaan Anggaran Daerah, Begini Jawaban SBS

Rapat terbatas yang dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian, Hironimus Reba Watu itu digelar di aula Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Kamis (16/7/ 2020).

Hironimus Reba Watu menyampaikan semenjak virus ASF atau Demam Babi Afrika mulai masuk ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Ngada sudah melakukan monitoring walaupun masih bersifat terbatas.

Nikita Mirzani Akhirnya Menangis Setelah Divonis 6 Bulan Penjara, Sang Putra Telah Diadopsi Sahabat

Ia mengharapkan dalam rapat terbatas tersebut para pimpinan perangkat daerah yang diundang bisa bertukar pendapat dalam pencegahan penyakit ASF di Kabupaten Ngada.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, Drh. A. M. Felisitas Killa menyampaikan penyakit ASF atau yang lebih dikenal dengan demam babi Afrika merupakan virus yang tidak berbahaya bagi manusia, tetapi mematikan untuk Babi.

Sejauh ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah penularan virus tersebut.

Nensi Killa mengatakan pelarangan penjualan Babi dari luar Kabupaten Ngada, harus ada surat sehat Babi dan surat sehat ini hanya bisa didapatkan di laboratorium peternakan yang ada di Provinsi Bali.

Ia mengatakan penyakit ASF ini sendiri juga merupakan penyakit strategis yang angka kematiannya juga bisa mencapai 100%.

Ia mengatakan penyakit ASF ini memang tidak menyerang manusia tetapi manusia menjadi perantara dan mengingat angka kematian bisa mencapai 100% maka diperkirakan ekonomi masyarakat juga bisa lumpuh.

Beberapa hal yang dibahas dalam rapat terbatas ini selanjutnya akan disampaikan ke Bupati Ngada diantaranya penutupan sementara rumah potong babi selama 3 bulan,bpelarangan pembelian babi dari luar Kabupaten Ngada dan pengaktifan kembali posko-posko di pintu masuk untuk mencegah babi dari luar masuk ke Kabupaten Ngada.

Hadir dalam rapat terbatas ini, Asisten Bagian Perekonomian Setda Ngada, Kasdim 1625 Ngada, Perwakilan dari Polres Ngada, BPBD Ngada, Dinas Perhubungan, Kasat Pol-PP dan perwakilan dari Dinas Perekonomian Kabupaten Ngada. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved