Dahlan Iskan Tak Meragukan Kemampuan Ahok, Menjadi Direktur Utama Pertamina Pun Ahok Itu Bisa!

Ahok itu punya tugas mengawasi, bukan menjalankan. Tapi kalau dipercayakan untuk menjalankan, Ahok itu mampu," kata Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Editor: Frans Krowin
kompas.com/dani prabowo
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan 

Dahlan Iskan Tak Meragukan Kemampuan Ahok, Menjadi Direktur Utama Pertamina Pun Ahok Itu Bisa!

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN, tak meragukan kemampuan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, pada jabatan Komisaris Utama Pertamina.

Dahlan yakin mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik pada perusahaan plat merah milik pemerintah itu.

Dahlan Iskan menyebutkan, dirinya tidak pernah sedikit pun meragukan kemampuan Ahok.

"Menjadi dirut pun BTP (Ahok) mampu. Saya tidak pernah meragukan kemampuan BTP," ujar Dahlan di laman pribadinya yang dikutip Kompas.com.

Dahlan menjelaskan, tugas komisaris utama itu tak seberat menjadi tugas direktur utama.

Kendati begitu, Dahlan Iskan tetap meyakini, jika menjadi Direktur Utama Pertamina pun Ahok akan mampu menjalankan tugas itu dengan baik.

"Tugas Komisaris Utama itu tidak seberat Direktur Utama. Pekerjaan Komisaris Utama adalah pengawas. Mengawasi direksi."

Ahok Optimis Mampu Membawa Pertamina Menjadi Perusahaan Minyak Kelas Dunia, Benarkah? Simak Di Sini!

SMA N 5 Kupang Siapkan 2 Program Dalam Tahun Ajaran Baru

Kades Oelneke Letak Batu Pertama Pembangunan 20 Unit Rumah Layak Huni Tahun 2020

Ahok itu punya tugas mengawasi, bukan menjalankan. Tapi kalau dipercayakan untuk menjalankan, Ahok itu mampu," kata Dahlan Iskan.

Menurut Dahlan, kinerja komisaris utama susah untuk dinilai.

Biasanya, kinerja komisaris utama bisa dilihat dari hubungannya dengan para dewan direksinya.

"Harmonis adalah kata kuncinya. Komisaris dan direksi harus harmonis."

Harmonis itu paling penting, agar perusahaan cepat mengambil keputusan. Ya atau tidak. Atau ditunda. Tapi ada keputusan," kata Dahlan Iskan.

Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN, Erick Thohir mengumumkan bahwa dirinya telah menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Penunjukkan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina kala itu, terjadi di tengah penolakan sejumlah pihak.

Alasan penolakan itu, karena Ahok yang pernah mengemban tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Jokowi yang kini menjadi Presiden itu, pernah berstatus narapidana.

Akan tetapi saat ini, Ahok merupakan kader PDI-P dan mengemban jabatan sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Diharapkan hadirnya Ahok di Pertamina mampu membawa lembaga itu menjadi perusahaan minyak kelas dunia, atau setidaknya menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Perusahaan Minyak Kelas Dunia

Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meyakini mampu membawa PT Pertamina (Persero) menjadi perusahaan minyak kelas dunia.

"Saya yakin dengan kekompakan dan kerja sama, serta ridho Tuhan, bisa membawa Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia" tulis Ahok di akun Twitter pribadinya, @basuki_btp.

"Tantangan ke depan pasti banyak, tapi tantangan ini adalah
peluang & menjadi pengingat bahwa kita perlu bekerja sama dengan baik."

Presiden Jokowi dan sahabatnya, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok
Presiden Jokowi dan sahabatnya, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok (Tribunnews.com)

Ahok menjelaskan, ke depannya tantangan Pertamina semakin besar. Kendati begitu, dengan kekompakan bisa membawa perusahaan berbicara banyak di dunia internasional.

"Tapi tantangan ini adalah peluang & menjadi pengingat bahwa kita perlu bekerja sama dengan baik," kata Ahok.

Sebelum mengungkap komitmen dan pandangannya tersebut, pemerintah menunjuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina, menggantikan Tanri Abeng.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) juga mengharapkan agar Ahok di Pertamina dapat melakukan pengawasan secara lebih baik.

Peran pengawasan tersebut sungguh diharapkan, agar rantai bisnis dari hulu hingga hilir efisien.

Selain itu turut berkontribusi untuk menekan defisit minyak dan gas.

Ahok Optimis Mampu Membawa Pertamina Menjadi Perusahaan Minyak Kelas Dunia, Benarkah? Simak Di Sini!

Usai Labrak Pelakor, Istri Sah ini Malah Mintah Maaf, Percakapan Kedunya Menyebar, Begini Isinya

Bertemu Tokoh Agama,Kapolres Sumba Barat Ajak Kerjasama Bangun Suasana Damai Demi Kelancaran Pilkada

"Yang menjadi perhatian pemerintah adalah menekan defisit migas secara gradual. Itu harus menjadi perhatian bagi Ahok."

"Untuk itu, harus diperhatikan sisi hulu dan hilir," ujar peneliti Indef, Abra Talattov.

Abra Talattov juga menyebutkan, tugas komisaris memang bukan di operasional perusahaan, tetapi melakukan pengawasan terhadap direksi dan mengevaluasi program kerja.

Namun, setidaknya Ahok diharapkan dapat memberikan arahan agar program pemerintah tercapai.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai, penunjukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) merupakan langkah yang tepat.

Sebab, menurut dia, Pertamina merupakan salah satu BUMN yang banyak mengalami masalah.

"Pak Ahok itu akan sangat bagus mengawasi Pertamina karena Pertamina sumber kekacauan paling banyak itu. Biar saja di situ," ujar Luhut di kantornya.

Luhut menambahkan, sejumlah pihak menolak Ahok karena mereka takut. Sebab, Ahok dikenal sebagai sosok yang tegas jika melihat ada kecurangan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dahlan Iskan: Saya Tidak Pernah Meragukan Kemampuan Ahok...", https://money.kompas.com/read/2019/11/28/120851026/dahlan-i skan-saya-tidak-pernah-meragukan-kemampuan-ahok?page=all# page2

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved