Kades Oelneke Letak Batu Pertama Pembangunan 20 Unit Rumah Layak Huni Tahun 2020

membangun rumah layak huni dengan tipe 48 dari dana desa sebanyak 20 Unit dengan alokasi dana sebesar Rp 34.321.400 per unit.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Kepala Desa Oelneke, Yuliana Fobia saat meletakan batu pertama untuk pembangunan rumah layak huni di Desa Oelneke, Rabu (15/7/2020). 

Kades Oelneke Letak Batu Pertama Pembangunan 20 Unit Rumah Layak Huni Tahun 2020

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Kepala Desa Oelneke, di Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yuliana Fobia melakukan peletakan batu pertama untuk program pembangunan 20 unit rumah layak huni di desa itu.

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dilakukan di rumah salah seorang warga bernama Klemens Feka di RT 07, RW 04, Dusun B, Desa Oelneke pada, Rabu (15/7/2020).

Usai melakukan peletakan batu pertama, Kepala Desa Oelneke, Yuliana Fobia mengatakan bahwa program pembangunan rumah layak huni merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan.

Untuk itu, kata Yuliana, sesuai dengan APBdes perubahan tahun anggaran 2020, pemerintah Desa Oelneke membangun rumah layak huni dengan tipe 48 dari dana desa sebanyak 20 Unit dengan alokasi dana sebesar Rp 34.321.400 per unit.

Sementara untuk sisanya, kata Yuliana, merupakan kontribusi dari penerima bantuan dalam bentuk swadaya masyarakat.

"Kami juga mengalokasikan biaya HOK sebesar Rp 8.629.400 dalam bentuk padat karya tunai," ujarnya.

Yuliana mengungkapkan, sesuai kesepakatan dengan para pekerja, proses pembangunan rumah layak huni tersebut diselesaikan dalam 90 hari kalender.

Pelaksana Pengelola Keuangan Desa (PPKD) di Desa Oelneke Stela Eki Besa yang merangkap sebagai kaur perencanaan menjelaskan bahwa penentuan 20 kk miskin penerima bantuan rumah layak huni tahun 2020 diputuskan mulai dari musyawarah ditingkat Dusun dan kemudian ditetapkan dalam musyawarah desa.

"Jadi proses penentuan para penerima bantuan ini sudah melewati proses musyawarah mufakat, kami memprioritaskan warga desa yg rumahnya sudah tidak layak untuk dihuni," ungkapnya.

Stela menambahkan, untuk pelaksanaan kegiatan yang ada dilakukan secara swakelola dan padat karya tunai.

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten TTU Jan Christian berharap, pemerintah desa untuk terus memprioritaskan pembangunan yang pro rakyat.

Marilah Kamu Semua yang Letih Lesu dan Berbeban Berat

Usai Labrak Pelakor, Istri Sah ini Malah Mintah Maaf, Percakapan Kedunya Menyebar, Begini Isinya

"Semoga dengan membangun rumah layak huni paling tidak kita telah menyelesaikan 6 kriteria dari 14 kriteria kemiskinan yang sudah ditetapkan BPS," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved