Ahmad Dhani Sebut Partai Gerindra Seperti Militer: "Saya Prajurit, Prabowo Subianto Itu Jenderalnya"
Ahmad Dhani mengibaratkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai jenderal di partai yang kata-katanya adalah titah yang harus dipatuhi.
Ahmad Dhani Sebut Partai Gerindra Seperti Militer: "Saya Prajurit, Prabowo Subianto Itu Jenderalnya"
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ahmad Dhani, musisi yang juga kader Partai Gerindra, mengungkapkan pernyataan yang kontroversial.
Ia menyebutkan, Partai Gerindra itu seperti militer. Kini ia belajar menjadi prajurit dan jenderalnya adalah Prabowo Subianto.
Suami Mulan Jameelah itu mengungkapkan, bahwa seluruh anggota DPR dari Partai Gerindra wajib menandatangani surat pemecatan ketika dilantik.
Ahmad Dhani mengungkapkan itu saat bersama Deddy Corbuzier dalam sebuah video podcast berjudul "Hampir Dibunuh Thn 2003, Ahmad Dhani Not Hoax?!".
Video itu diunggah di akun Youtube Deddy Corbuzier pada Rabu (8/7/2020).
• Setelah Diingatkan Presiden Jokowi, Menhan Prabowo Subianto Jajal Alutsista Yang Diproduksi Pindad
• Komentar Rocky Gerung Soal Putusan Mahkamah Agung Terkait Sengketa Pilpres 2019, Singgung Gerindra
• Masih Zona Merah, MPS di SMKN 3 Maumere Batal Digelar
Mulanya, Dhani berbicara soal kondisi Indonesia saat ini yang dianggapnya mengalami anomali.
Deddy kemudian menimpalinya dengan mengatakan bahwa Ahmad Dhani saat ini juga bagian dari pemerintahan, karena Partai Gerindra telah berkoalisi dengan partai-partai pemerintah.
"Indonesia memang anekdot, memang anomali," kata Dhani.
"Tapi kan sekarang sudah koalisi? Sudah jadi bagian dari pemerintah dengan adanya koalisi ini?" timpal Deddy.

Ahmad Dhani pun menjawab, dirinya saat ini masih belajar menjadi prajurit yang patuh dengan perintah pimpinan.
Ahmad Dhani mengibaratkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai jenderal di partai yang kata-katanya adalah titah yang harus dipatuhi.
"Enggak officially ya, karena kan kita masih belajar. Saya ini kan cuma soldier, Prabowo kan jenderalnya. Saya harus belajar untuk benar-benar menjadi real soldier, apa kata jenderalnya kan. Saya sedang belajar. Gue kan bukan real soldier, tapi di Partai Gerindra, partai ini mungkin satu-satunya partai yang aplikasinya seperti militer. Jadi, apa kata Prabowo itulah titah," tuturnya.
Dhani juga mengatakan, seluruh anggota DPR diminta menandatangani surat pemecatan ketika dilantik.
Menurutnya, sang istri yaitu Mulan Jameela yang kini duduk sebagai anggota DPR juga meneken surat pemecatan itu. Ia kemudian menyinggung soal pemecatan Fahri Hamzah dari PKS yang sempat ramai.
"Bahkan semua anggota DPR, termasuk Mulan, waktu dilantik sekaligus tanda tangan pemecatan. Jadi kalau PKS dulu niru seperti itu, Fahri Hamzah sudah dipecat pasti. Tapi karena PKS, Partai Keadilan Sejahtera, tidak seperti Gerindra, memecat Fahri Hamzah susah banget. Gerindra memecat anggota DPR-nya, sudah tanda tangan semua," ucap Dhani.
Pernyataan Ahmad Dhani tersebut dibantah Ketua DPP Gerindra Habiburokhman, yang juga anggota Komisi III DPR. Habiborukhman menyangsikan pernyataan Ahmad Dhani tersebut.
Habiburokhman mengaku hanya ingat pernah meneken pakta integritas yang isinya mengatur untuk taat pada AD/ART, program-program, dan keputusan partai.
"Kalau seperti militer dalam konteks disiplin mungkin ada benarnya. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 16 Anggaran Dasar, setiap kader wajib mematuhi kebijakan dan program partai. Kalau tanda tangan surat pemecatan saya enggak tahu, mungkin yang dimaksud pakta integritas," katanya saat dihubungi, Senin (13/7/2020).
Dia menegaskan secara prinsip, tiap kader Partai Gerindra bebas menyampaikan usul dan pendapat sepanjang tidak berseberangan dengan keputusan partai.

• Tak Ada Figur Petahana, Denny JA Sebut Pilpres 2024 Diprediksi Lebih Panas Dari Pilpres Sebelumnya
• Kirim Tujuh Sampel Swab ke Kupang, Tim Gugus Tugas Masih Tunggu Hasilnya
• Ashanty Beri Kode Kapan Pernikahan Aurel & Atta Halilintar, Putri Krisdayanti Siap Naik Pelaminan
Saat ditanya soal isi pakta integritas tentang poin pemecatan, Habiburokhman mengaku tidak mengingat secara persis.
"Saya juga lupa detailnya, tapi konsekuensinya memang berat kalau sampai melanggar pakta integritas," ujar Habiburokhman.
Diwawancara terpisah, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra sekaligus anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade, membantah soal surat pemecatan yang disebut Ahmad Dhani.
Ia merasa tidak pernah meneken surat yang mengatur bahwa partai dapat memecatnya kapan saja.
"Enggak ada, saya nggak ada tanda tangan surat pemecatan. Saya pastikan enggak ada," kata Andre Rosiade.
Andre, senada dengan Habiburokhman, mengatakan Prabowo sebagai pimpinan partai bersikap demokratis.
"Arah kebijakan partai tentu ada di tangan ketua dewan pembina, yaitu Pak Prabowo, tapi Gerindra partai yang demokratis sehingga Pak Prabowo selalu mendengarkan masukan kader-kader beliau sebelum mengambil keputusan," tegasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahmad Dhani: Partai Gerindra Seperti Militer, Anggota DPR Tanda Tangan Surat Pemecatan ketika Dilantik", https://nasional.kompas.com/read/2020/07/13/11212121/ahmad-dhani-partai-gerindra-seperti-militer-anggota-dpr-tanda-tangan-surat?page=all#page2