Ahmad Dhani Sebut Partai Gerindra Seperti Militer: "Saya Prajurit, Prabowo Subianto Itu Jenderalnya"
Ahmad Dhani mengibaratkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai jenderal di partai yang kata-katanya adalah titah yang harus dipatuhi.
"Bahkan semua anggota DPR, termasuk Mulan, waktu dilantik sekaligus tanda tangan pemecatan. Jadi kalau PKS dulu niru seperti itu, Fahri Hamzah sudah dipecat pasti. Tapi karena PKS, Partai Keadilan Sejahtera, tidak seperti Gerindra, memecat Fahri Hamzah susah banget. Gerindra memecat anggota DPR-nya, sudah tanda tangan semua," ucap Dhani.
Pernyataan Ahmad Dhani tersebut dibantah Ketua DPP Gerindra Habiburokhman, yang juga anggota Komisi III DPR. Habiborukhman menyangsikan pernyataan Ahmad Dhani tersebut.
Habiburokhman mengaku hanya ingat pernah meneken pakta integritas yang isinya mengatur untuk taat pada AD/ART, program-program, dan keputusan partai.
"Kalau seperti militer dalam konteks disiplin mungkin ada benarnya. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 16 Anggaran Dasar, setiap kader wajib mematuhi kebijakan dan program partai. Kalau tanda tangan surat pemecatan saya enggak tahu, mungkin yang dimaksud pakta integritas," katanya saat dihubungi, Senin (13/7/2020).
Dia menegaskan secara prinsip, tiap kader Partai Gerindra bebas menyampaikan usul dan pendapat sepanjang tidak berseberangan dengan keputusan partai.

• Tak Ada Figur Petahana, Denny JA Sebut Pilpres 2024 Diprediksi Lebih Panas Dari Pilpres Sebelumnya
• Kirim Tujuh Sampel Swab ke Kupang, Tim Gugus Tugas Masih Tunggu Hasilnya
• Ashanty Beri Kode Kapan Pernikahan Aurel & Atta Halilintar, Putri Krisdayanti Siap Naik Pelaminan
Saat ditanya soal isi pakta integritas tentang poin pemecatan, Habiburokhman mengaku tidak mengingat secara persis.
"Saya juga lupa detailnya, tapi konsekuensinya memang berat kalau sampai melanggar pakta integritas," ujar Habiburokhman.
Diwawancara terpisah, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra sekaligus anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade, membantah soal surat pemecatan yang disebut Ahmad Dhani.
Ia merasa tidak pernah meneken surat yang mengatur bahwa partai dapat memecatnya kapan saja.
"Enggak ada, saya nggak ada tanda tangan surat pemecatan. Saya pastikan enggak ada," kata Andre Rosiade.
Andre, senada dengan Habiburokhman, mengatakan Prabowo sebagai pimpinan partai bersikap demokratis.
"Arah kebijakan partai tentu ada di tangan ketua dewan pembina, yaitu Pak Prabowo, tapi Gerindra partai yang demokratis sehingga Pak Prabowo selalu mendengarkan masukan kader-kader beliau sebelum mengambil keputusan," tegasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahmad Dhani: Partai Gerindra Seperti Militer, Anggota DPR Tanda Tangan Surat Pemecatan ketika Dilantik", https://nasional.kompas.com/read/2020/07/13/11212121/ahmad-dhani-partai-gerindra-seperti-militer-anggota-dpr-tanda-tangan-surat?page=all#page2