Fakta Sebenarnya Editor Metro TV Ditemukan Tewas, Suci Fitri Ungkap Gelagat Aneh

Inilah 6 Fakta Editor Metro TV Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh hingga Gelagat Aneh Sebelum Meninggal

Editor: Bebet I Hidayat
Kolase Tribunnews
Fakta Sebenarnya Editor Metro TV Ditemukan Tewas, Suci Fitri Ungkap Gelagat Aneh 

"Setiap berangkat kerja pakai motor. Sekarang saya kurang tahu persis (motor Yodi di mana), tapi katanya motor sudah di Polsek (Pesanggrahan)," ujarnya.

Bukti Kehebatan Rocky Gerung, Dosen Filsafat! Bintang ILC TV One Mengajar Ekonomi hingga Kedokteran

Jelang Lahiran, Vanessa Angel Terpuruk, Kondisi Keuangan Kritis, Suami Tunjukkan Isi ATMnya, Duh!

5. Gelagat Aneh

Kematian Yodi Prabowo meninggal duka mendalam bagi keluarga.

Wartini, bibi dari Yodi Prabowo, mengungkapkan sebelum menghilang dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, almarhum menunjukkan gelagat aneh.

Editor Metro TV itu sempat mengikuti gerak ibunya di rumah.

Jika sang ibu ke dapur, ia mengikuti.

Pertanda seperti ada yang mengganjal dan ingin dibicarakan.

Wartini mengatakan, sang ibu, Turinah, sempat menangkap gelagat aneh anaknya itu.

Sang ibu ingin mengajak anaknya bicara dari hati ke hati.

Namun malam itu, Selasa (7/7/2020), Yodi berangkat kerja.

"Padahal ibunya juga pengin ngomong, karena ada yang ganjal gitu beberapa hari belakangan. Katanya, kayaknya sifat dia ada yang aneh gitu," kata Wartini saat ditemui di rumah duka, Jalan Alle Raya, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (10/7/2020) malam.

Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa mayat yang ditemukan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020).
Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa mayat Yodi Prabowo yang ditemukan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

"Ibunya pengin ngobrol, tapi sore-sorenya mau berangkat kerja, jadikan ibunya enggak jadi. Kok berangkat? Iya berangkat kerja, padahal malam itu ibunya mau ngomong dari hati ke hati gitu, ada apa nih anak kok ada yang lain," lanjut Wartini.

Lanjut Wartini, adik Yodi yang masih kecil mengaku sempat melihat kakaknya masuk ke rumah pada pukul 02.00 WIB, Rabu (8/7/2020).

Namun saat sang adik mengaku melihat abangnya, sang ibu tidak menggubris.

Alasannya tidak ada suara sepeda motor yang lazimnya terdengar mengiringi kepulangan Yodi.

"Jam dua malem, malam kejadian itu, adiknya bangun katanya Mas Yodi pulang, malam Rabu. 'Ah itu bohong kali' 'iya benar'. Tapi kok enggak ada suara motornya. Iya tadi aku lihat Mas Yodi buka pintu, itu jam 2 malam adiknya terbangun, malam Rabu," ucap Wartini.

6. Polisi Periksa Tiga Saksi

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa 3 orang saksi terkait kasus dugaan pembunuhan Editor Metro TV, Yodi Prabowo.

"Saksi sudah di Polres lebih dari tiga saksi yang dimintai keterangan, tapi lebih detailnya nanti," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budi Sartono, di rumah duka Jalan Alle Raya, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (10/7/2020) malam.

Saksi yang diperiksa berasal dari rekan kerjanya korban di Metro TV untuk mengetahui informasi soal Yodi, termasuk dari pihak keluarga.

"Beberapa saksi sudah dimintai keterangan baik yang teman-teman liputan korban, yang ada hubungan dengan korban tapi yang pasti doakan kami, kami akan menangkap pelakuknya," ujarnya.

Pedagang di Dua Pasar di Manggarai Ikut Rapid Test Massal, Ini Hasilnya

Terjaring Tak Pakai Masker, Puluhan Warga SBD Dihukum Jemur Panas Matahari

Selain saksi, Budi juga mengatakan, jenazah Yodi sudah rampung diautopsi dan dibawa ke rumah duka.

"Tadi otopsi sudah selesai hasil nanti dikirim, nanti kita lihat perkembangannya," ujarnya.

Sampai saat ini belum ada yang diamankan terkait kasus tersebut.

Hasil Otopsi Jenazah Editor Metro TV Keluar, Dugaan Korban Pembunuhan Menguat, Ini Tandanya

Dan akhirnya hasil otopsi jenazah wartawan Metro TV Yodi Prabowo keluar. Muncul tanda-tanda kekerasan di beberapa bagian tubuh ini. 

Hasil otopsi jenazah jurnalis media televisi swasta, Yodi Prabowo (26) menunjukkan adanya sejumlah tanda luka kekerasan di dalam tubuh korban.

Otopsi jenazah digelar di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus mengatakan otopsi jenazah korban menunjukkan adanya sejumlah bekas luka tajam. Tepatnya di bagian leher dan dada korban.

"Hasil otopsi ada kekerasan benda tajam yang memang ada di leher dan juga di dadanya. Untuk sementara hasilnya itu," kata Yusri kepada Tribunnews, Sabtu (11/7/2020).

Dia juga mengatakan hasil otopsi pada jenazah korban menunjukkan korban telah meninggal dunia sejak 2-3 hari sejak penemuan jenazah tersebut. 

fakta kematian editor Metro TV Yodi Prabowo (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim/Istimewa)
"Hasil otopsi memang jenazah itu diperkirakan sudah 2 sampai 3 hari di TKP," jelasnya.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihaknya telah memeriksa sebanyak 12 saksi dalam kasus tersebut.

Pihak kepolisian juga telah membuat tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Sudah 12 saksi yang dilakukan pemeriksaan. Sekarang kita masih melakukan olah TKP lagi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang jurnalis salah media televisi swasta, Yodi Prabowo (26) ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan tol JORR Pesanggrahan, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan  Jakarta Selatan. Diduga, Yodi merupakan korban pembunuhan.

Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan Iptu Fajrul Choir mengatakan jenazah Yodi ditemukan oleh tiga bocah yang tengah bermain layangan di sekitar lokasi pada Jumat (10/7/2020) sekitar pukul 11.45 WIB. 

"3 anak kecil yang bermain layangan di pinggir tol JOR melihat ada sesosok mayat laki-laki yang tergeletak. Mereka memberikan tahu salah satu warga sekitar," kata Fajrul dalam keterangannya, Jumat (10/7/2020).

Bersama tiga bocah tersebut, salah satu warga itu pun memastikan langsung ke lokasi kejadian. Ternyata benar, ada sesosok mayat yang tengah dalam kondisi tengkurap.

"Setelah melihat kebenarannya, saksi menghubungi Polsek Pesanggrahan untuk di tindak lanjuti," jelasnya.

Dua hari sebelum penemuan jenazah Yudi, Fajrul mengatakan ada tiga warga yang memberikan sebuah motor Honda Beat berwarna putih ke Polsek Pesanggrahan. Belakangan diketahui, motor tersebut ternyata milik Yudi.

Berdasarkan pengakuan ketiga warga itu, motor tersebut dibawa karena terparkir di salah satu warung bensin eceran di Jalan Ulujami Raya, Jakarta Selatan sejak Rabu (8/7/2020) 02.00 WIB. Namun, tidak ada pemilik yang mengakui motor tersebut.

"Warga melihat motor Honda Beat Warna Putih B 6750 WHC di parkir di warung bensin keadaan mesin sudah dingin. Mereka tidak melihat ada korban. Mereka pun menghubungi pihak Polsek Pesanggrahan Jakarta Selatan untuk membawa motor korban ke Polsek Pesanggrahan," pungkasnya.

Dalam TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, dompet, KTP, NPWP, ATM Mandiri, motor Beat Warna Putih dan 3 STNK.

Tak hanya itu, mereka juga menemukan uang Rp 40 ribu, helm, jaket, tas yang diduga milik korban. Hingga saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

(Tribunnews.com/Daryono, Tio/Jaisy Rahman Tohir)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved