DPRD Sikka Tegaskan Perlu Langkah Cepat Tangani DBD

Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi, menegaskan, langkah pemerintah dalam rangka menangani DBD yang terus mengancam warga didukung lembaga dewan

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
istimewa
Stef Sumandi 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi, menegaskan, langkah pemerintah dalam rangka menangani DBD yang terus mengancam warga didukung lembaga dewan.

Namun Stef meminta penanganan DBD di Sikka harus fokus dan tuntas sehingga bisa membuat saya jangan panik di masa pandemi.

Stef juga mendesak Dinas Kesehatan Sikka menggerahkan semua tenaga kerja di tingkat kabupaten sampai ke desa atasi DBD dengan langkah nyata.

Satu Warga Positif Covid-19, Pemda TTU Siapkan Ruang Isolasi

"Penanganan DBD harus ditangani sampai tuntas sehingga perlu langkah cepat melibatkan semua pihak," kata Stef, anggota DPRD Sikka dari PDIP ini kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Jumat (10/7/2020) siang.

Ia menjelaskan, ke depan perlu ada sosialisasi terus menerua agar DBD menjadi masalah yang harus ditangani bersama baik pemerintah dan masyarakat.

Sebelumnya, Sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19, Kabupaten Sikka masih berjuang melawan virus Deman Berdarah Dengue (DBD).

Wali Kota Kupang dan Tim GKH Gelar Jumpa Pers Terkait Gerakan Kupang Hijau

Terhitung, sejak Januari hingga Juli 2020 terdapat 1.728 kasus DBD dan15 orang diantaranya meninggal dunia.

Tingginya kasus dan angka kematian akibat DBD ini membuat Pemkab Sikka menetapkan DBD sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada bulan Februari 2020 lalu.

Hingga saat ini, jumlah kasus mulai menunjukkan penurunan.

Namun setiap hari selalu ada pasien DBD yang mendatangi RSUD TC Hillers Maumere.

Dokter Spesialis Anak yang menangani pasien DBD di RSUD TC Hillers Maumere, dr. Mario B. Nara, kepada wartawan di Maumere, Jumat (10/7/2020) pagi menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menangani 3 orang pasien DBD yang merupakan anak-anak.

"Setiap hari selalu ada pasien DBD yang datang ke sini. Kita berharap, masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan agar bisa memutus rantai perkembangan nyamuk penyebar virus DBD, nyamuk Aedes Aegipty," ungkap Mario

Senada dengan Mario, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus kepada wartawan menjelaskan, kasus DBD masih ditemukan hingga pertengahan Juli 2020.

Meski disibukkan dengan penanganan covid-19, pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus DBD di Sikka.

Herlemus mengatakan, kasus DBD di Sikka terus mengalami penurunan sejak Pemkab Sikka menetapkan DBD sebagai KLB.

Terhitung sudah 1.728 kasus, di mana 1.709 dinyatakan sembuh dan 15 orang meninggal dunia.

"Puncak DBD ini terjadi pada bulan Februari 2020 lalu. Sejak Februari ada 720 kasus, bulan maret 483 kasus, bulan April 102 kasus, bulan Mei 43 kasus, Juni 26 kasus, dan hingga pertengahan Juli terdapat 8 kasus," papar Herlemus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved