Prabowo Subianto Diminta Beli Alutsista Dalam Negeri, Presiden Jokowi: "Saya Kira Pak Menhan Tahu"

"Saya sekarang ini melihat belanja kementerian itu harian. Naiknya berapa persen. Harian, saya lihat betul sekarang," kata Presiden Jokowi.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/2/2020). 

Prabowo Subianto Diminta Beli Alutsista Dalam Negeri, Presiden Jokowi: "Saya Kira Pak Menhan Tahu"

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari perusahaan dalam negeri.

Ada pun perusahaan dalam negeri yang memproduksi alutsista, yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, atau PT PAL.

Pembelanjaan alutsista di dalam negeri tersebut untuk menggairahkan perekonomian dalam negeri di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini.

"Di Kemenhan, bisa saja di DI, beli saja di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri."

Tjahjo Kumolo: Atas Perintah Presiden Jokowi, Kemenpan RB Segera Berhentikan PNS Yang Tak Produktif

China Mulai Takut Kehadiran Rudak Nuklir Amerika, Minta USA Kurangi Senjata Pemusnah Masal

VIRAL! Wisatawan Rusia Menangis di Bali, Jadi Korban Penjambretan, Kasusnya Masih Ditangani Polisi

"Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Rapat tersebut digelar tertutup dari wartawan.

Namun, Biro Pers menyampaikan siaran pers pada Rabu (8/7/2020) hari ini.

"Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, direm dulu. Beli, belanja, yang produk-produk kita. Agar apa? Ekonomi kena trigger, bisa memacu growth kita, pertumbuhan (ekonomi) kita," ucap Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden Jokowi lantas menyinggung Kemenhan yang memiliki anggaran paling besar di antara kementerian lain, yakni Rp 117,9 triliun.

Ia meminta kementerian dan lembaga dengan anggaran besar segera mempercepat belanja.

"Saya sekarang ini melihat belanja kementerian itu harian. Naiknya berapa persen. Harian, saya lihat betul sekarang," kata Presiden Jokowi.

Di sisi lain, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat baru saja menyetujui rencana penjualan pesawat tiltrotor MV-22 Osprey Block C kepada Indonesia.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019).
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (tengah) bersiap mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). (KOMPAS.com/ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Ladies,Hindari Pria Ciri-ciri ini Pembawa Virus HPV, Bisa Terkena Kanker Serviks Seperti Julia Perez

Kisah Alis dan Nina Anak Timor Leste yang Dicerabut dari Akarnya Oleh Tentara Indonesia

Kurban Saat Pandemi Covid-19, Baznas Terapkan Protokol Kesehatan

Berdasarkan siaran pers Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS (Defense Security Cooperation Agency/DSCA) pada Rabu (7/7/2020) WIB, persetujuan rencana penjualan pesawat tersebut karena Indonesia dianggap penting sebagai penjaga stabilitas politik dan kekuatan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

Dari siaran pers tersebut, disebutkan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengajukan pembelian delapan pesawat MV-22 Osprey Block C beberapa waktu lalu.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved