China Mulai Takut Kehadiran Rudak Nuklir Amerika, Minta USA Kurangi Senjata Pemusnah Masal

Meskipun menganggap militer China seperti macan kertas, namun China tidak bisa menyembunyikan ketakutan mereka sampai memintah negara paman sam itu un

Editor: Alfred Dama
via Kontan.co.id
B1-B Lancer operasional yang baru ditingkatkan pertama kali mendarat 21 Januari 2014, di Pangkalan Angkatan Udara Dyess, Texas. B-1B Lancer baru-baru ini ditingkatkan dengan Stasiun Pertempuran Terpadu yang baru. 

China Mulai Takut Kehadiran Rudak Nuklir Amerika, Minta USA Kurangi Senjata Pemusnah Masal

POS KUPANG.COM -- Amerika yang mulai memindahkan pesawat-pesawat pembom jarak jauh bersama dengan rudal-rudal berkepala nuklir dari daratan Amerika ke Guam, wilayah Amerika di utara Filipina ternyata  membuat China ketar-ketir juga

Meskipun menganggap militer China seperti macan kertas, namun China tidak bisa menyembunyikan ketakutan mereka sampai memintah negara paman sam itu untuk mengurangi jumlah senjata nuklir hingga level sama yang dimiliki China

Pemerintah China menantang Amerika Serikat (AS) untuk mengurangi persenjataan nuklirnya ke level yang sama dengan Tiongkok.

Bila AS bersedia melakukan hal itu, Beijing berjanji akan dengan senang hati ikut berpartisipasi dalam negosiasi kontrol senjata trilateral dengan AS dan Rusia

Ladies,Hindari Pria Ciri-ciri ini Pembawa Virus HPV, Bisa Terkena Kanker Serviks Seperti Julia Perez

Boca 13 Tahun Tewas Dililit Ular, Awalnya Niat Menangkap Ular 4 Meter, Sebesar Paha Orang Dewasa

DAFTAR 6 Ibadah Pagi yang Sering Dilakukan Rasulullah SAW, Ternyata Dianjurkan Bagi Umat Islam

Siap Perang, Kapal-kapal Perang Amerika dan China Sudah Saling Berhadapan di LCS, Ini Perimbangannya

Zaskia Gotik Postif Hamil Malah Dinyinyir Habis-habisandari Natizen,Baru Nikah Perut Langsung Buncit

Hal itu dikatakan seorang diplomat senior China pada hari Rabu (8/7) seperti dilansir Reuters. Tanggapan Beijing ini muncul menyusul desakan AS yang meminta agar China bergabung dalam negosiasi trilateral untuk memperpanjang perjanjian nuklir antara AS dan Rusia yang akan berakhir pada bulan Februari 2021 mendatang.

Fu Cong, kepala departemen pengendalian senjata dari kementerian luar negeri China, menegaskan kepada wartawan di Beijing pada hari Rabu bahwa China tidak tertarik untuk bergabung dengan negosiasi trilateral.

Sama-sama latihan perang di Laut China Selatan

Media pemerintah China melaporkan bahwa Beijing siap menghadapi tantangan yang diberikan oleh Washington di Laut China Selatan.

 Hal ini mengemuka saat kedua kekuatan saling unjuk kekuatan dengan mengadakan latihan militer yang bertepatan di wilayah yang sama.

Kapal induk Amerika Serikat. Sama-sama latihan perang di Laut China Selatan, Beijing siap ladeni ancaman AS. U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Z.A.
Kapal induk Amerika Serikat. Sama-sama latihan perang di Laut China Selatan, Beijing siap ladeni ancaman AS. U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Z.A. (Landers/Handout via REUTERSTPX IMAGES OF THE DAY. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD P)

Dilansir dari South China Morning Post, Amerika Serikat telah mengirim dua kapal induk mereka yakni USS Ronald Reagan dan USS Nimitz, ke perairan yang disengketakan ini untuk latihan militer mulai Sabtu.

Latihan ini adalah beberapa latihan terbesar Angkatan Laut AS dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, China juga mengadakan latihan di wilayah yang sama. Jarang sekali ada latihan militer AS dan China yang terjadi di wilayah yang sama pada waktu yang bersamaan.

Langkah AS itu dilakukan beberapa hari setelah China memulai latihan di dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan.

Laksamana Muda George Wikoff, komandan kelompok yang dipimpin oleh USS Ronald Reagan mengatakan bahwa tujuan latihan ini adalah untuk menunjukkan sinyal yang jelas kepada mitra dan sekutu bahwa AS berkomitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas regional.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved