Breaking News:

Aksi Demo di Labuan Bajo

Kadis Kesehatan Mabar Sebut Rapid Tes Gratis

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Paulus Mami mengatakan, rapid test di daerah tersebut gratis

POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Kadis Kesehatan Kabupaten Mabar, Paulus Mami saat ditemui disela demontrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Manggarai Barat di Kantor Bupati Mabar, Kamis (2/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Paulus Mami mengatakan, rapid test di daerah tersebut gratis, Kamis (2/7/2020).

Namun demikian, petunjuk untuk rapid test untuk warga yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG) dan para pelaku perjalanan dari zona merah.

"Tidak ada tarif untuk rapid test," ungkapnya saat ditemui disela demontrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Manggarai Barat di Kantor Bupati Mabar.

DPRD Kota Kupang Minta Pemerintah Bedah Rumah Sesuai Prosedur

Diakuinya, jika melakukan rapid tes di rumah sakit ataupun klinik, tarif yang ada yakni Rp 350 ribu per orang merupakan kewenangan dari pihak rumah sakit itu sendiri.

"Kalau pemerintah tidak ada tarif, tunggu petunjuk dari pusat, ini kan namanya bantuan," paparnya.

Bagi mahasiswa yang ingin keluar untuk kuliah di luar Provinsi NTT dapat menjalani rapid test secara gratis.

NEWS ANALYSIS Don Ara Kian, ST, MT IAI, Pengamat Tata Kota: Rumah Layak Huni

Namun rapid test gratis ini dikhususkan bagi mahasiswa yang membutuhkan rapid test mendadak.

"Kalau mereka mendadak mau kuliah, misalnya sekarang maka kami bantu. Tapi, kalau jangka waktunya masih lama, maka dia harus cari sendiri, jadi kalau mendadak kami bantu," ujarnya.

Mahasiswa yang datang itu pun cukup melaporkan diri dan akan langsung menjalani rapid test.

"Tidak ada persyaratan khusus, mereka hanya datang langsung daftar lalu kami bantu, lalu kami rekomendasikan untuk jalani rapid test," katanya.

Lebih lanjut, Paulus menjelaskan di Kabupaten Mabar terdapat lebih dari 3 ribu alat rapid tes.

Hingga saat ini, telah dilakukan lebih dari 1000 rapid tes.

"Sekarang masyarakat yang keluar Labuan Bajo ke Bali dan Jawa perlu Rapid tes. Tapi kalau mau keluar di NTT itu tidak. Tapi untuk cek orang positif atau tidak, harus Rapid tes lalu swab. Dan dijalankan oleh tim dari Dinkes dan tim gugus. Jadi kami selektif untuk siapa yang Rapid tes, tidak semua harus dapat," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved