Rabu, 15 April 2026

Bupati Malaka Kecam Penebar Isu Orang Korupsi, itu Perbuatan Biadab

Terkait dengan bantuan sosial yang dilakukan aparat Polri dan TNI buat warga Malaka selama ini, Bupati SBS menyambut positif.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/EDY HAYONG
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH ketika melihat pemandangan alam dari Desa Sisi, Kecamatan Kobalima, Sabtu (16/5). 

Bupati Malaka Kecam Penebar Isu Orang Korupsi,  itu Perbuatan Biadab

POS-KUPANG.COM I BETUN--Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH mengecam oknum warga yang suka menebar isu orang melakukan tindakan korupsi adalah perbuatan biadab.

Seseorang dikenakan status hukum tersangka belum bisa dikatakan melakukan korupsi karena ada prosedur hukum. Semua orang harus menghormati hukum karena prosedurnya melalui  penyelidikan, penyidikan lalu persidangan sampai ada keputusan tetap.

Bupati Malaka yang biasa disapa SBS menyampaikan hal ini ketika memberikan sambutan pada acara ramah tamah HUT Bhayangkara ke 74 tingkat Polres Malaka di Betun, Rabu (1/7).

Menurut Bupati SBS, pemberantasan korupsi merupakan komitmen pemerintahannya. Setiap aparatur bekerja sesuai aturan dan apabila melanggar maka diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dalam proses hukum, katanya, setiap orang tidak bisa bebas mengutarakan pendapat secara pribadi dengan mengatakan seseorang itu terlibat korupsi. Ada prosedur hukum yang harus diikuti dan tidak asal bicara.

"Oknum warga yang suka menebar isu orang melakukan tindakan korupsi adalah perbuatan biadab," tegas SBS.

Menurutnya, seseorang dikenakan status hukum tersangka belum bisa dikatakan melakukan korupsi karena ada prosedur hukum. Semua orang harus menghormati hukum karena prosedurnya melalui  penyelidikan, penyidikan lalu persidangan sampai ada keputusan tetap.

"Seseorang yang ditetapkan status tersangka belum bisa disalahkan karena ada upaya lain. Namanya  korupsi kita jangan main-main. Harapan saya ke Pak  kapolres, Pak kajari, mari bersama-bersama mencegah korupsi di daerah ini. Saya minta warga di Malaka  jangan ciptakan kegaduhan dalam kegiatan kepemerintahan," tandas pencetus Revolusi KIA ini.

Terkait dengan bantuan sosial yang dilakukan aparat Polri dan TNI buat warga Malaka selama ini, Bupati  SBS menyambut positif.

Dirinya gembira karena ditengah pandemi covid19 ini semua elemen ikut membantu meringankan beban hidup  warga dengan caranya masing-masing.

"Saya harap jangan dicederai bantuan itu karena lahir dari ketulusan pemerintah dan elemen terkait lainnya. Saya juga minta aparat Polri dan TNI  berikan pendampingan  agar bantuan tersalurkan dengan baik," pinta SBS.

Bupati SBS juga meminta para Rohaniawan untuk  berdoa kepada aparatur negara untuk senantiasa  memberikan teladan. Kepada kalangan DPRD setempat juga diharapkan tetap melakukan fungsi pengawasan pelaksanaan pembangunan.

Letkol Tunjung Pimpin Brigif 21/Komodo Gantikan Kolonel Sutrisno

Hanya Rocky Gerung Yang Berani Sebut Amarah Jokowi Mirip Drama Korea, Bagaimana Fahri Hamzah?

Pemblokiran BST Tahap II Membuat Masyarakat Resah

Bagi Anda penderita Diabetes, Kenali 4 Komplikasi dan Cara Mencegahnya

"Di tengah pandemi covid18 ini ada 3 prinsip yaitu mari bersama membantu warga tanpa mencurigai satu sama lain.  Harus satu garis dari presiden sampai ke bupati ditunjang forkopimda. Sama-sama bersatu perangi covid19. Lalu perlu ada 3 Sikap yaitu Segera tdak boleh ditunda, Prioritas dan Tidak boleh ada jalan buntu," tambah SBS.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved