Rabu, 27 Mei 2026

Nasional Terkini 

Rupiah Tambah Anjlok, Peluang Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 12.10 WIB, nilai tukas rupiah melemah 0,28 persen ke level Rp17.793 per dolar AS.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
KONTAN/Cheppy A. Muchlis
Petugas menghitung dolar Amerika Serikat dan rupiah di Bank BNI 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 12.10 WIB, nilai tukas rupiah melemah 0,28 persen ke level Rp17.793 per dolar AS.

Sementara pada Senin (25/5), rupiah melemah 0,15 persen ke Rp 17.744 per dolar AS. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin anjlok, demikian mengutip data Bloomberg, Selasa siang.

Pelemahannya begitu mengkhawatirkan, apalagi besok ada libur nasional Idul Adha yang kemungkinan besar tekanan eksternal masih akan cukup tinggi. 

"Bank Indonesia tidak bisa melakukan intervensi di pasar domestik, obligasi, dan seluruh negara. Sehingga hanya di pasar internasional ini akan membuat rupiah kembali mengalami pelemahan," papar Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi.

Adapun faktor pelemahan rupiah, lanjut Ibrahim, masih dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, di mana Amerika melakukan penyerangan terhadap Iran di tegah rencana kesepakatan damai kedua negara tersebut.

Baca juga: Rupiah Melemah hingga 17.725 per Dolar AS, Ini Alasan Menurut BI

"Apa yang dikatakan oleh Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah ini, kemungkinan akan membuat tensi geopolitik di Timur Tengah akan menas kembali."

"Lagi-lagi Amerika mengatakan, uranium yang ada di Iran harus diambil alih oleh Amerika dan tidak mungkin ya Iran akan memberikan uranium tersebut," tambahnya.

Di sisi lain, Israel terus melakukan penyerangan di Lebanon Selatan bahkan wilayah Lebanon 20 persen sudah dikuasai oleh Israel dan kemungkinan besar akan dipatok. 

Atas menegangnya kawasan Timur Tengah, harga minyak dunia melonjak, di mana pagi ini WTI crude oil sudah di 92 dolar AS per barel, dan kemungkinan besar dalam perdagangan besok masih akan terus mengalami penguatan. 

Menurut Ibrahim, kenaikan harga minyak mentah yang cukup tinggi berdampak terhadap impor minyak Indonesia, di mana kebutuhan dolar AS akan melonjak juga untuk membeli minyak.

"Ini yang akan membuat kebutuhan dolar AS cukup tinggi karena APBN masih ditetapkan di 70 dolar AS per barel, kemudian rupiahnya di Rp16.500," paparnya.

"Pelemahan rupiah cukup tajam ini akan berdampak dalam minggu ini, kemungkinan besar target Rp18.000, kemungkinan besar akan tercapai," sambungnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved