13 Puskesmas Tanpa Dokter, Begini Tanggapan Bupati Tahun

Bupati Kabupaten TTS, Egusem Piether Tahun membenarkan saat ini 13 Puskesmas di Kabupaten TTS tanpa tenaga dokter

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun sedang memberikan keterangan kepada awak media 

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati Kabupaten TTS, Egusem Piether Tahun membenarkan saat ini 13 Puskesmas di Kabupaten TTS tanpa tenaga dokter. Ia menyebut, ketiadaan anggaran menyebab pihaknya kesulitan mengisi tenaga dokter di Puskesmas.

"Anggaran kita tahun ini geser semua untuk penanganan Covid-19. Tahun ini kita hanya bisa rekrut dua tenaga dokter PTT untuk Puskesmas Oenino dan Oinlasi. Kita prioritaskan dua puskesmas ini karena tingkat kunjungan masyarakatnya tinggi dan sudah rawat inap. Jika pada perubahan APBD mendatang kita ada anggaran, kita akan rekrut tambah tenaga dokter PTT. Tapi kalau tidak ada anggaran mau paksa karmana," ungkap Bupati Tahun kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (30/6/2020).

Ini Alasan Istana Rilis Video Kemarahan Jokowi 10 Hari Setelah Rapat Paripurna

Ia mengaku, anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai dokter berstatus PTT tak sedikit. Sebulan gaji dokter PTT mencapai 10 juta.

Oleh sebab itu, Pemda TTS mencoba merekrut tenaga dokter melalui jalur CPNS namun sayangnya peminat yang melamar sedikit bahkan tak lebih dari 50 persen kuota yang dibutuhkan.

Hal ini dikatakan Bupati Tahun tak lepas dari kesejahteraan dokter CPNS yang masih kalah dari dokter PTT.

Presiden Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet, Begini Tanggapan Ketua Fraksi NasDem DPR

" Kita sudah coba untuk mengisi tenaga dokter melalui jalur CPNS tapi pelamar masih minim. Orang lebih berminat jadi dokter PTT atau dokter di RS Swasta karena dari sisi gaji, tunjangan dan insentif lebih baik," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sidak ke Puskesmas Oe'ekam, Kecamatan Amanuban Timur, Pansus LKPJ menemukan fakta miris.

Pasalnya dua tahun terakhir puskesmas yang sudah terakreditasi tersebut mengalami kekosongan dokter.

Padahal, tingkat kunjungan masyarakat ke Puskesmas Oe'ekam sangat tinggi 70 hingga 80 orang per hari, namun sayangnya tidak ada dokter di Puskesmas tersebut.

Rosalina Fallo, salah satu pegawai Puskesmas yang menerima kunjungan Pansus LKPJ mengaku, ketiadaan dokter di Puskesmas tersebut sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Pasalnya sesuai aturan seluruh tindakan medis wajib berdasarkan arahan dokter.

"Jujur saja pak, tidak ada dokter begini pelayanan kami juga tidak maksimal. Tapi mau bagaimana lagi, dengan keterbatasan yang ada kami tetap melayani," ungkap Rosalina saat berbincang dengan Pansus LKPJ, Senin (22/6/2020) siang.

Karena tidak ada dokter lanjutnya, para tenaga medis melakukan konsultasi dengan dokter di RSUD Soe melalui telepon seluler.

"Kami konsultasi dengan dokter melalui telepon pak. Kalau dia tidak angkat yang kita rujuk ke RSUD Soe," paparnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved