8 Rumah Runtuh, 25 Kendaraan Terjebak, Longsor mengerikan di Palopo-Sulsel, Ini Dugaan Penyebabnya
Longsor yang memutus jalan trans Sulawesi arah Palopo–Toraja, Sulawesi Selatan, tergolong mengerikan.Ini karena detik-detik pergerakan longsor bisa
POS KUPANG.COM-- -- Longsor yang memutus jalan trans Sulawesi arah Palopo–Toraja, Sulawesi Selatan, tergolong mengerikan.
Ini karena detik-detik pergerakan longsor bisa disaksikan warga.
Jeritan dan teriakan Allohu Akbar pun berkumandang mana kala jalan hingga rumah bergerak jatuh ke jurang.
• Ini Jadi Alasan Stadion Pakansari Tidak Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021, Info
Warga mengungsi menjauh dari lokasi bencana pasca longsor yang memutus jalan trans Sulawesi arah Palopo–Toraja, Sulawesi Selatan.
Tim gabungan dari BPBD Kota Palopo, Tagana, TNI, Polri dan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) memindahkan material yang menumpuk di badan jalan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo menyebutkan, akibat longsor sebanyak 8 unit rumah tersapu material longsor.
"Sebanyak 8 unit rumah tersapu material longsor, sementara untuk korban jiwa tidak ada," kata Kepala BPBD Kota Palopo, Antonius Dengen, saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2020).
Antonius menuturkan, material longsor yang menumpuk berasal dari longsoran atas di kilometer 23 dan turun ke kilometer 21 dan menumpuk bahkan ada sebagian yang mulai bergerak turun.
"Material di kilometer 21 yang menumpuk di jalan itu dari atas walaupun di situ juga ada longsor, dan sore ini sudah bisa tembus setelah dibersihkan meski belum bisa dilalui kendaraan," ucap Antonius.
Kondisi di lokasi, arus lalu lintas dari kedua arah sudah dialihkan.
Pengendara roda dua yang sempat terjebak di lokasi, setelah dibantu warga memilih mencari jalan alternatif untuk bisa ke luar dari area longsor.
Terputusnya jalan trans Sulawesi ini membuat 25 kendaraan terjebak dan masih berada di lokasi.
Bangun Posko dan Dapur Umum
Pasca longsor tim gabungan BPBD, TNI, Tagana dan Kepolisian Polres Palopo membangun posko pengungsian dan dapur umum bagi korban longsor.
• Gubernur NTT: Akibat Bodoh, Masyarakat NTT Tak Bisa Mengendalikan Angka Kehamilan dan Kelahiran
Warga korban longsor mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat yang masih berada di daerah Battang Barat.