8 Rumah Runtuh, 25 Kendaraan Terjebak, Longsor mengerikan di Palopo-Sulsel, Ini Dugaan Penyebabnya
Longsor yang memutus jalan trans Sulawesi arah Palopo–Toraja, Sulawesi Selatan, tergolong mengerikan.Ini karena detik-detik pergerakan longsor bisa
Posko yang dibuat tersebar di beberapa tempat untuk memudahkan warga, baik yang berada di tenda maupun pondok-pondok warga.
Sementara bantuan berupa logistik mulai berdatangan dari sejumlah pihak.
Warga yang menjadi korban dan mengisi dapur umum untuk memenuhi kebutuhannya serta untuk kebutuhan warga pengguna jalan yang terjebak.
• GUBERNUR NTT Viktor Laiskodat : Potensi Pertanian dan Peternakan Harus Dimaksimalkan
"Setelah kejadian longsor Jumat (26/06/2020) kemarin warga dan keluarga terpisah pisah, ada yang ke Toraja Utara ada yang tinggal di sini," tutur Muliati.
Muliati menuturkan, sejak berdiri posko, kebutuhan sembako mulai masuk namun masih kurang.
"Yang kami butuhkan saat ini adalah sembako karena jalan sudah putus kami tidak bisa berdaya lagi, usaha kami habis," ujar dia.
• Singkap Keindahan Bukit Samapta Afliug Jadi Obyek Pariwisata, Begini Harapan Brigjen Johny Asadoma
Longsor di kilometer 23 Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu, dan puncaknya pada, Jumat (26/06/2020) sore. (Kompas.com/Amran Amir)
Detik-detik Longsor
Video detik-detik longsor menerjang dua rumah di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, menjadi viral.
Salah satu warga, Arif, mengatakan, longsor terjadi di Jalan Trans-Sulawesi Palopo-Toraja, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 16.46 Wita.
"Beberapa menit sebelum kejadian, saya sempat melintas dari arah Toraja ke Palopo, dan tidak merasakan adanya tanda-tanda akan terjadi bencana longsor," kata Arif saat dihubungi.
Dilansir dari Tribunnews, dalam rekaman video tampak longsor menyeret dua rumah milik warga.
Selain itu, longsor juga sempat memutus akses Jalan Trans-Sulawesi Palopo-Toraja. Petugas pun segera mengevakuasi warga sekitar untuk mengantisipasi longsor susulan.
”Anggota sementara ke lokasi untuk mengevakuasi warga,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, Antonius Dengen. Tanah retak
Menurut Antonius, tanah di sekitar lokasi longsor diketahui sudah mengalami keretakan sejak April 2020.