Opini Pos Kupang
Pembangunan Pabrik Semen, Untuk Apa?
Saat ini wacana tentang pembangunan pabrik semen di Lingko Lolok dan Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda sangat kencang
Oleh : Kanisius Teobaldus Deki, Staf Pengajar STIE Karya, Peneliti Lembaga Nusa Bunga Mandiri
POS-KUPANG.COM - Saat ini wacana tentang pembangunan pabrik semen di Lingko Lolok dan Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda sangat kencang, menimbulkan kekisruhan.
Pertentangan-pertentangan terasa di mana-mana dalam ruang publik. Saling serang merupakan situasi yang terang benderang dipamerkan dalam perdebatan publik. Argumentasi-argumentasi yang dibangun berbasis pada kepentingan masing-masing pihak yang melatarinya.
Kedua belah pihak, pemerintah dan masyarakat memunyai konsep-konsep yang ingin dimenangkan. Di satu sisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) memiliki landasan pijak pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk mensejahterakan masyarakat melalui pemanfaatan maksimal potensi wilayah yang dimilikinya.
• Peringati HUT Bhayangkara, Polres Sumba Barat Baksos di Rumah Ibadah
Beroposisi pada konsep Pemkab, masyarakat (dengan berbagai kategori: pemilik lahan, pemerhati lingkungan, insitusi swadaya masyarakat, institusi agama dan elemen-elemen lain) terpecah belah. Ada yang menerima, tak sedikit juga yang menolak rencana itu.
Artikel ini merupakan sebuah kajian yang bertujuan membangun dasar epistemologis pilihan sikap kita dalam menganalisis kebijakan pembangunan.
Konsep Pembangunan
Pembangunan daerah menjadi alasan utama dalam menentukan pilihan sikap Pemkab Matim untuk menerima tawaran investor untuk melakukan investasi.
• BREAKING NEWS: Mobil Tangki Air Terjungkal Kedalam Kali di Kampung Semau Liliba
Logika yang dibangun adalah keterhubungan antara terciptanya lapangan kerja, keterserapan tenaga kerja, pendapatan per kapita naik dan kemakmuran ekonomi menjadi muara akhir dari pembangunan itu.
Logika ini merupakan sebuah upaya merealisasikan visi, misi dan program kerja dengan tujuan akhir (final goal) bahwa akhirnya masyarakat yang mereka pimpin mencapai kesejahteraan.
Pembangunan pada hakikatnya memiliki dua unsur penting; pertama, masalah materi yang mau dihasilkan dan dibagi, bersemuka dengan hal kedua, masalah manusia yang menjadi pengambil inisiatif dan sekaligus menjadi subjek dari pembangunan itu.
Sebab, bagaimanapun juga, pembangunan tidak hanya sampai pada jumlah produksi dan distribusi barang-barang material, lebih dari itu pembangunan harus berkiblat pada pemerdekaan manusia dalam segala aspeknya. Manusia adalah dasar sekaligus alasan pembangunan sehingga segala dimensinya harus dihiraukan.
Pemerintah dalam alur logis pembangunan adalah pihak yang secara legal mendapatkan mandate dari rakyat untuk memenuhi tujuan pembangunan. Ia memiliki kekuasaan yang sah (legal power) mengimplementasi program pembangunan bagi rakyatnya.
• BREAKING NEWS: Mobil Tangki Air Terjungkal Kedalam Kali di Kampung Semau Liliba
Melalui legitimimasi kekuasaan itu, termasuk di dalamnya ia memiliki kekuatan yang memaksa.
Dalam wacana pembangunan mondial, muncul dua persepsi teoretik tentang perubahan sosial (social exchange) dalam pembangunan, yakni teori modernisasi dan teori dependensi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketimpangan-pendapatan-patologi-inheren-perekonomian.jpg)