Prediksi Slamet Maarif, Prabowo Subianto Sudah Tamat, Saatnya Anak Muda Gantikan Presiden Jokowi

Di mata dia, Prabowo Subianto sebaiknya menjadi seorang negarawan dan membiarkan adanya calon presiden baru dan muda untuk memimpin Indonesia.

Editor: Frans Krowin
tribunnews.com
Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto 

Prediksi Slamet Maarif, Prabowo Subianto Sudah Tamat, Saatnya Anak Muda Gantikan Presiden Jokowi

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Slamet Maarif, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 angkat bicara soal pemilihan presiden, Pilpres 2024 mendatang. Dia mengatakan, sudah saatnya anak muda memimpin negeri ini.

Pernyataan Slamet Maarif itu mengemuka setelah berkaca pada pengalaman Pilpres 2019.

Dia mengatakan, perjuangan Prabowo Subianto menuju kursi kepresidenan sudah selesai alias finis.

"Pilpres 2019 pengalaman sendiri bagi kami dan untuk perjuangan kami ke depan bahwa Prabowo sudah finis."

"Biarkan saat ini Prabowo menikmati dan menyelesaikan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan, Menhan," ujar Slamet ketika dihubungi Tribunnews, Kamis (11/6/2020).

Slamet juga menyinggung pengaderan yang dilakukan dalam tubuh Partai Gerindra.

Menurutnya, pengaderan di partai tersebut akan berhasil apabila memunculkan calon baru dan itu dari kalangan anak muda.

Novel Baswedan: Banyak Pejabat Polri Komunikasi dengan Saya

Ini Panduan Belajar Sekolah untuk Zona Hijau Selama Pandemi Covid Mendikbud, Diterbitkan Mendikbud

Sikka Terapkan New Normal, Bupati Robby Imbau Warga Tidak Panik

Namun, kata Slamet Maarif, apabila nantinya Prabowo Subianto kembali maju dalam kontestasi politik di Pilpres 2024, maka pengaderan di Partai Gerindra itu gagal total.

Di mata dia, Prabowo Subianto sebaiknya menjadi seorang negarawan dan membiarkan adanya calon presiden baru dan muda untuk memimpin Indonesia.

"Cukuplah sudah perjuangan Prabowo di tahun 2019 itu. Tahun  2024 ke depan, biarlah Prabowo menjadi negarawan dengan memunculkan calon presiden yang baru."

"Kami optimis tahun 2024 merupakan momentum bagi kebangkitan generasi muda untuk memimpin negeri ini."

"Apalagi masyarakat punya catatan sendiri kepada Prabowo yang susah untuk dilupakan di 2019," tuturnya.

Di sisi lain, kata Slamet Maarif, menegaskan pihaknya akan terus mengawal pemerintahan saat ini dan berjuang menegakkan keadilan di Indonesia.

"Kami akan terus berjuang untuk tegaknya keadilan dan melawan kezaliman di Indonesia di bawah komando ulama, teristimewa Habib Rizieq Shihab," paparnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta semua kadernya bersabar terkait pencalonan sebagai presiden pada Pilpres 2024.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal, Partai Gerindra, Ahmad Muzani dalam akun Instagram resmi Gerindra, yang dikutip Tribunnews, Rabu (10/6/2020).

"Tentang pencalonan presiden, Pak Prabowo meminta agar segenap Partai Gerindra bersabar, pada saatnya nanti kita ambil keputusan terbaik," ucap Muzani.

Menurut Muzani, dalam mengambil keputusan pencalonan presiden pada Pilpres 2024, pasti Prabowo mempertimbangkan semua masukan, baik dari kader maupun masyarakat.

"Jika beliau sehat, jika kader meminta dan jika rakyat mengharapkan."

"Tentu saja ini akan menjadi cara berpikir beliau dalam mengambil keputusan pada waktu yang tepat," sambung Muzani.

Di sisi lain, Muzani menyebut Prabowo yang saat ini dipercaya menjabat Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju, akan menjalankan tugas secara maksimal di bawah kepimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diduga Cabuli dan Aniaya Korban, Seorang Pria di Lasiana Babak-Belur Diamuk Massa

Pengasuh Rafathar, Lala Bongkar Sifat Asli Amy Qanita, Ibu Mertua Nagita Slavina

Susi Pudjiastuti Kini Alami Krisis Hebat, Masa Pandemi Corona Ini Sangat Buruk untuk Dunia Usaha

"Beliau berharap mudah-mudahan tugas yang dibebankan kepada beliau sebagai menteri pertahanan dapat berjalan dengan baik dan sukses, di bawah presiden untuk menangani Covid-19," papar Muzani.

Muzani menyebut Prabowo Subianto bersedia kembali menjabat ketua umum periode 2020-2005.

"Pak Prabowo menyampaikan selama kekuatan, selama hayat masih dikandung badan, selama diminta kader, selama partai memanggilnya, beliau Insya Allah akan siap menghadapi."

"Akan siap memikul beban partai," ucap Muzani.

Dalam penetapan ketua umum, kata Muzani, akan diputuskan dalam Kongres Partai Gerindra pada tahun ini, mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19.

"Situasi Covid-19 belum memungkinkan kita berkumpul, dewan pimpinan daerah di seluruh Indonesia agar kongres diselenggarakan secara luar biasa karena situasi dan kondisi," paparnya.

"Akan tetapi semua keputusan akan diserahkan ketua dewan pembina untuk mengambil keputusan terbaik," sambung Muzani.

Muzani menyebut Prabowo meminta semua kader bersatu mengonsolidasikan kekuatannya untuk membangun mesin partai dalam menghadapi semua tantangan ke depan.

"Beliau meminta agar seluruh struktur partai hari ini mengkonsentrasikan diri kepada penataan kelembagaan partai di semua tingkatan," tutur Muzani.

Ia menyebut, kekuataan kelembagaan pengurus partai merupakan suatu yang final dan vital bagi pergerakan partai serta politik ke depan.

"Lebih-lebih di tahun 2024, karena itu persiapan yang panjang dalam penataan kelembagaan politik partai."

"Pak Prabowo minta agar dipersiapkan sejak sekarang," ujarnya.

Diusung Jadi Ketua Umum Lagi

Sebelumnya, Partai Gerindra menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) secara virtual, Kamis (4/6/2020).

Pada Rapimnas itu, seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) meminta Prabowo Subianto kembali memimpin partai berlambang kepala burung garuda itu hingga lima tahun ke depan.

"34 DPD Gerindra yang membawa aspirasi seluruh DPC di seluruh Indonesia, meminta kembali Prabowo Subianto menjadi Ketua Umum Partai Gerindra 2020-2025," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Jumat (5/6/2020).

Dijanjikan Beli Kuota Internet Perempuan Putus Sekolah ini Malah Diperkosa Tetangganya, Simak Info

Belu Terus Berinovasi Menuju Masyarakat Sejahtera

Nia Ramadhani: Belajar Etika

Dasco mengungkapkan alasan Prabowo diminta kembali menjadi Ketua Umum Partai Gerindra.

Dia mengatakan, Partai Gerindra masih membutuhkan sosok yang mempersatukan seluruh kader dan figur yang kuat untuk menghadapi kontestasi demokrasi di Pemilu 2024.

"Karena itu di tengah-tengah munculnya ide untuk menaikkan parliamentary threshold dalam Pemilu 2024 dan menyongsong Pilkada, seluruh komponen daerah Gerindra meminta Prabowo untuk memimpin perjuangan tersebut," tutur Dasco.

Dasco menambahkan, hasil kesepakatan dalam Rapimnas itu akan dibawa dan disahkan dalam Kongres Partai Gerindra.

"Rapat yang berakhir pukul 1.30 dini hari membuat kesepakatan akan dilanjutkan dengan kongres yang akan ditentukan waktunya untuk itu," papar Wakil Ketua DPR tersebut.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut para kader partai berlambang kepala burung Garuda menginginkan Prabowo Subianto maju kembali dalam Pilpres 2024.

"Yang saya ikuti dan dengar selama melakukan kunjungan ke daerah."

"Memang masih berharap dan menginginkan Pak Prabowo bersedia kami majukan kembali menjadi calon presiden," ujar Muzani di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Menurut Muzani, meski kader menginginkan Prabowo maju kembali, tetapi partai belum mengambil keputusan secara final tentang pemilihan presiden (Pilpres) pada 2024.

"Kami belum mengambil keputusan politik tentang pencalonan presiden, karena sebagai partai kami belum berkongres," tutur Muzani.

Muzani pun menyebut, jika Prabowo maju pada Pilpres 2024, Gerindra tidak mempersoalkan akan berduet dengan partai manapun sebagai wakil presidennya, baik dari PDIP maupun partai lainnya.

"Tapi saya kira Pak Prabowo sekarang yang paling penting mempersiapkan diri sebaik-baiknya, dan terbuka peluang dengan siapapun."

"Hubungan kami dengan PDIP pun bagus," papar Muzani. 

Gelar Kongres Tahun Ini

Partai Gerindra akan menggelar kongres pada tahun ini, demi menentukan ketua umum partai untuk lima tahun mendatang.

Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani mengatakan, saat ini semua kader menginginkan Prabowo Subianto kembali menjabat ketua umum dan ketua dewan pembina.

"Tidak ada calon lain, insyaallah hanya Pak Prabowo yang akan maju," beber Muzani.

Menurut Muzani, kepemimpinan Prabowo masih sangat diinginkan dan diperlukan kader Gerindra.

"Pak prabowo masih diperlukan untuk menjaga kita semuanya," ucap Muzani.

Dengan tidak adanya calon lain sebagai ketua umum Gerindra, kata Muzani, Prabowo akan dipilih secara aklamasi oleh seluruh kader partai berlambang kepala burung Garuda.

Sementara, terkait jadwal kongres Gerindra, Muzani menyebut hal tersebut akan dirapatkan bersama pimpinan di daerah.

"Tahun ini kongres, tapi waktu dan tempat akan kami rapatkan."

"Kami lakukan rapimnas untuk memutuskan pelaksanaan kongres," jelas Muzani. (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ketua Umum PA 212: Prabowo Sudah Finis, Saatnya yang Muda Pimpin Negeri, https://wartakota.tribunnews.com/2020/06/12/ketua-umum-pa-212-prabowo-sudah-finis-saatnya-yang-muda-pimpin-negeri?page=all

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved