Breaking News:

Opini Pos Kupang

Pentingnya Pelayanan Pajak Berbasis Teknologi di Masa Pandemi

ELAMA pandemic Covid-19, pemerintah Indonesia terus memberikan insentif dan stimulus lainnya

Pentingnya Pelayanan Pajak Berbasis Teknologi di Masa Pandemi
Dok
Logo Pos Kupang

Oleh: Esra Junius Ginting dan Gigih Padma Pamungkas, ASN di KPP PratamaKupang

POS-KUPANG.COM - SELAMA pandemic Covid-19, pemerintah Indonesia terus memberikan insentif dan stimulus lainnya. Hingga saat ini pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 677 Triliun rupiah untuk penanganan Covid-19.

Dari mana semua dana tersebut? Stimulus tersebut bersumber dari belanja negara di APBN yang 80 persen penerimaan bersumber dari pajak. Penerimaan pajak sangat krusial bagi keberlangsungan negara Indonesia. Sehingga tidak bisa dihindarkan pelayanan pajak menjadi mandatory dalam mendukung penerimaan pajak tersebut. Lantas bagaimana pelayanan pajak di masa pandemi?

Refocusing & Realokasi Anggaran Covid-19, Pemprov NTT Cairkan 106,5 Miliar

Indonesia menganut sistem Self Assessment dalam perpajakan, sehingga fungsi pelayanan dalam perpajakan memegang peran yang penting dalam meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak. Self Assessment system mengharuskan Wajib Pajak untuk mendaftar, menghitung, membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Itulah sebabnya jika Kantor Pajak memberikan pelayanan yang baik tentu dapat meningkatkan kepatuhan pajak yang berujung pada optimalisasi penerimaan pajak.

Pelaku Perjalanan dari Tempat Terjangkit Meningkat, Jubir Posko Covid : Wajib Karantina Mandiri

Pada masa pandemic Covid-19 ini, pelayanan pajak menghadapi tantangan baru. Masyarakat diharuskan untuk beradaptasi dengan keadaan baru seperti selalu menjaga jarak dan memakai masker. Hal ini menyebabkan pelayanan pajak secara tatap muka oleh Kantor Pelayanan Pajak se-Indonesia ditutup sementara, tak terkecuali Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang.

Layanan Pajak Berbasis Teknologi

Tidak dapat dipungkiri peran penting teknologi dalam pelayanan pajak di masa pandemi ini. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sudah lebih dari 6 tahun menerapkan layanan perpajakan berbasis teknologi. Sejak diluncurkannya laman DJPONLINE wajib pajak saat ini tak perlu datang ke kantor untuk memenuhi kewajiban perpajakan.

Wajib pajak dapat menggunakannya kapan saja dan dimana saja selama terdapat sinyal internet.

Laman DJPONLINE mempunyai banyak fitur layanan. Ada layanan e-Billing yang membantu wajib pajak dalam membuat kode billing. Wajib Pajak tidak perlu repot datang ke kantor pajak untuk membuat kode billing.

Selanjutnya Wajib Pajak juga dapat melakukan pelaporan pajak secara online melalui laman DJPONLINE. Terdapat layanan e-Filing dan e-Form yang akan membantu wajib pajak dalam melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan maupun SPT Masa. Selama data yang dibutuhkan lengkap, wajib pajak hanya perlu 10 menit untuk melaporkan SPT melalui e-Filing atau e-Form tanpa perlu ke kantor pajak.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved