Jembatan Wae Cepet di Satarmese Jebol Hujan Lebat Mengguyur Selama Tiga Hari
Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Kecamatan Satarmese mengakibatkan yang merusak padi sawah
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Kecamatan Satarmese mengakibatkan yang merusak padi sawah milik petani di lima desa.
Camat Satarmese Damianus Arjo, SSTP kepada Pos Kupang, Minggu (14/6) mengatakan, hujan lebat mengguyur wilayah pesisir Satarmese sejak tanggal 11-13 Juni 2020.
Dikatakan Damianus, akibat hujan lebat itu mengakibatkan banjir besar di kali Wae Cepang, Desa Paka. Banjir itu kemudian meluap dan merendam persawahan milik petani di Desa Paka, Wewo, Iteng dan Desa Tal.
• Suster Modesta Temukan Bayi Perempuan, Pelaku Tinggalkan Surat Wasiat
Selain itu, kata Camat Damianus, banjir juga meluap dan merendam persawahan milik petani di Desa Persiapan Ulungali.
Camat Damianus mengatakan, belum diketahui berapa jumlah luas lahan persawahan yang rusak akibat terendam banjir itu. Namun khusus untuk luas persawahan yang terdampak di Desa Persiapan Ulungali diperkirakan sekitar 2 hektar.
• Gita Sinaga: Peran Antagonis
"Kalau yang di Desa Persiapan Ulungali kurang lebih 2 hektar. Kalau yang di Paka, Iteng, Wewo dan Tal belum ada data pastinya berapa jumlah luas dampaknya," jelas Damianus.
Selain itu lanjutnya, banjir itu juga merusak saluran Irigasi Wae Mantar 2 di Desa Paka. Irigasi yang jebol akibat banjir itu diperkirakan 100 meter. Namun dengan jebolnya irigasi itu air masih bisa masuk ke persawahan warga.
"Jadi biarpun jebol irigasinya, tetapi airnya tidak macet, tetap bisa mengairi persawahan warga," jelas Camat Damianus.
Terkait jebolnya saluran irigasi itu, langkah yang sudah diambil yakni, Pemerintah Kecamatan Satarmese dan Pemerintah Desa Paka sudah melakukan cek lokasi dan menemukan kerusakan kurang lebih 100 meter.
Camat Damianus juga meminta petugas lapangan pengairan untuk membuat laporan secara teknis ke Balai Sungai dan Rawa II NTT dan meminta untuk menutup pintu bendung sehingga airnya masuk ke Kali Wae Mese serta berkoordinasi secara lisan dengan pejabat di Balai Sungai dan Rawa II NTT terkait dengan kerusakan itu.
Ternyata tidak hanya itu, dampak yang diakibatkan banjir tersebut juga menjebolkan jembatan Wae Cepet yang menghubungkan wilayah Pongkukung atau Iteng dengan wilayah Desa Tal.
Terkait kerusakan jembatan itu, kata Damianus, pihaknya sudah mengambil langkah antara lain, secara lisan juga sudah dilaporkan ke Kepala BPBD Kabupaten Manggarai.
Selain itu, pemerintah kecamatan bersama masyarakat Desa Tal melakukan kerja bakti memperbaiki jembatan itu untuk bisa dilalui kendaraan baik roda 2 maupun roda 4.
"Sekarang dengan kita memperbaiki jembatan secara swadaya masyarakat kendaraan sudah bisa lewat normal. Sambil nanti menunggu perbaikan secara permanen," kata Camat Damianus. (rob)