Video—Orang Normal Itu Pakai Masker Dan Jaga Jarak
“Sekarang orang normal itu pakai masker. Tidak boleh sentuh tangan, jaga jarak,” demikian Bupati Manggarai, Dr Deno Kamelus, SH, MH.
Penulis: Robert Ropo | Editor: John Taena
POS-KUPANG.COM, RUTENG—“Sekarang orang normal itu pakai masker. Tidak boleh sentuh tangan, jaga jarak,” demikian Bupati Manggarai, Dr Deno Kamelus, S.H MH dalam acara penyerahkan BLT Dana Desa bagi warga di Kecamatan Wae Ri'i, Kamis 11 Juni 2020.
Kepada warga dari Desa Golo Wua, Golo Watu, Wae Mulu dan warga Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri'i kabupaten setempat, Bupati Deno Kamelus menjelaskan, cara hidup baru orang Manggarai yang normal sesuai protokol kesehatan pencegahan corona.
"Ini cara hidup baru orang Manggarai yang normal sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan corona,” jelaskan.
Dia menjelaskan, apabila tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan maka itu bukan kehidupan normal.
”Kalau tidak pakai masker, jabatan tangan dan tidak jaga jarak, serta tidak rajin cuci tangan ini bukan orang normal di New Normal ini,” tegasnya.
Bupati Deno, selain menyerahkan BLT secara simbolis, juga memberikan sosialialisasi dan edukasi terkait pencegahan virus corona pada tatanan kehidupan baru atau new normal.
Menurut Dia, Kabupaten Manggarai sudah memasuki tatanan kehidupan normal baru atau new normal. Meski hal itu baru dimulai dari rumah-rumah ibadah.
Namun secara keseluruhan, segenap warga Manggarai sekarang memulai suatu kewajiban baru, meskipun itu terasa sulit karena melawan kebiasaan-kebiasan lama.
Dia menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan rapat bersama dengan Pimpinan Forkompimda dan FKUB yang berlangsung di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Selasa 9 Juni 2020.
"Jumat (14 Juni 2020, red), nanti umat Muslim sudah mulai sholat berjemaah di Mesjid. Gereja akan dibuka dan mulai aktifitas misa hari Sabtu tanggal 13 Juni 2020 sore,"jelasnya.
Bupati Deno mengingatkan warga tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid-19.
• Video-Keuskupan Ruteng Lakukan Rapid Tes Bagi Para Imam Sebelum New Normal
• Video—Viral!Lagi Jenasah Pasien PDP diambil Paksa dari Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi
• VIDEO—Wakil Ketua DPRD Sikka Bantu Korban Kebakaran Rumah di Kota Uneng
Kebiasaan baru yang harus dijalankan adalah wajib pakai masker, tidak boleh sentuh tangan dan jaga jarak.
Selain itu harus sering cuci tangan di air mengalir dan juga akan dijaga oleh aparat keamanan di setiap gereja dan mesjid disaat ibadah.
Bupati Deno meminta warga tetap menjaga kesehatan. Selain itu, mengurangi aktivitas malam alias kurang mete untuk judi kartu.
“Perbanyak istirahat untuk memperkuat imun tubuh. Jika imun tubuh kuat maka corona tidak bisa menular,” pesan Bupati Deno.
BLT senilai Rp 1.800.000 ini, katanya, tidak punya arti untuk biaya pengobatan apabila sakit karena corona.
Alasan itulah warga diminta harus disiplin dan mengikuti protokol kesehatan, demi pencegahan covid-19. Hal ini mengingat fasilitas kesehatan di Kabupaten Manggarai yang terbatas.
Menurut Bupati Deno, pelaku perjalanan dari daerah terpapar covid-19 sangat berpotensi menyebarkan corona hingga sampai ke Kabupaten Manggarai.
Masyarakat dihimbau untuk melakukan pemantauan secara ketat, bagi pelaku perjalanan dari daerah terpapar covid-19 di kehidupan new normal ini.
"Mari kita pantau secara ketat orang yang ke daerah corona, karena ini potensi untuk penyebaran corona,” ujarnya.
Dia menambahkan, penyerahan simbolis uang BLT tidak terlalu penting. Sosialisasi era tatanan kehidupan baru dan pencegahan penyebaran Covid-19 jauh lebih penting.
“Tapi saya selaku ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manggarai wajib melakukan sosialiasi ini, tolong Camat dan Kepala Desa sosialisasikan ini ke masyarakat,” pintanya.
Tujuan Bupati Deno bersama wakilnya turun langsung melakukan pengawasan terhadap penyaluran BLT DD, untuk memastikan tidak ada penyelewengan atau disalahgunakan dan pembagian benar-benar tepat sasaran.
"Sebagai bupati saya harus pastikan agar penggunaan dana ini tepat sasaran, harus dilakukan pengawasan ketat sehingga tidak disalahgunakan. Jika ada yang salah gunakan maka akan berurusan dengan hukum,” tegas Bupati Deno.
• VIDEO—Warga Sikka Siap Pasarkan Hasil Panen di Masa Pandemi Covid-19
• Video—Mengenang Peter Apollonius Rohi Jurnalis Senior Asal NTT
• Sikap Ayu Ting Ting Saat Bunda Dorce Video Call dengan Raffi Ahmad Disorot, Ruben Onsu Heboh
Lebih lanjut Bupati Deno menegaskan, bantuan dari Pemerintah untuk penanganan covid-19 ini tidak boleh ada pendobelan penerimaan.
"Kalau ada yang sudah dapat PKH atau BST atau Sembako tidak lagi dapat bantuan dari BLT DD. Bagi yang belum dapat bantuan sama sekali baik di Desa dan di Kelurahan akan diakomodir dari APBD II dan APBD I Propinsi," urai Bupati Deno.
Dia meminta para penerima BLT Dana Desa, menggunakan dana tersebut ada sebaik mungkin, yang berhubungan dengan pencegahan virus corona. Tidak boleh menggunakan BLT dana desa itu untuk kepentingan yang tidak berguna.
"Ini (BLT DD) ada karena ada Corona. Pesan saya, uang ini tolong dipakai untuk hal yang berhubungan dengan pencegahan Corona. biar badan tetap sehat seperti Beli Ikan, Daging, Telur, Susu. Jangan gunakam untuk beli kupon putih, kupon kuning, kupon hijau, Kupon merah,"tandasnya.
Pantauan POS-KUPANG.COM, turut Hadir mendamping Bupati Deno dan Wabup Victor, sejumlah pimpinan OPD, Camat Wae Ri'i Marselinus Berahi beserta Staf, para Kepala Desa, Babinsa dan Babhinkamtibmas Kecamatan Wae Ri'i. (POS-KUPANG.COM Robert Ropo),
Tonton, Like, Share, Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM
Ingat SUBSCRIBE, SHARE dan tinggalkan jejak di kolom KOMENTAR.
Update info terkini via ONLINE : https://kupang.tribunnews.com/
INSTRAGAM poskupangcom : https://www.instagram.com/poskupangco
FACEBOOK : POS-KUPANG.COM: https://bit.ly/2WhHTdQ