Video—Mengenang Peter Apollonius Rohi Jurnalis Senior Asal NTT
Isak tangis mengiringi kisahnya akan sosok yang bersaja dan sederhana. Dari balik layar di negeri asing, Moscow, sesekali terdengar suara serak.
Sementara putra kedua, Joaquim Rohi alias Inyo yang sedang berada di Moscow, juga turut serta dalam renungan virtual tersebut.
Jojo Rohi, sang putra sulung pun mengapresiasi persekutuan yang dibangun untuk mengenang kepergian sang ayahnya oleh Forum Akademia NTT.
Dikatakannya, "Saya sangat mengapresiasi persekutuan kita malam ini." ujarnya.
Almarhum ayah saya, lanjutnya, dikuburkan dengan protokol Covid-19 meskipun belum diketahui hasilnya apakah negatif atau positif?
"Pemakamannya berlangsung secara privat dan limited dimana hanya keluarga inti saja yang diperkenankan untuk hadir" katanya.
Seluruh keluarga, lanjutnya, telah merelakan almarhum dimakamkan tanpa upacara layaknya orang-orang Kristen yang meninggal pada umumnya. Tentu hal ini tentu demi kebaikan dan kepentingan bersama.
Dikatakan Jojo Rohi,"Kami merelakan papa dimakamkan dengan protokol Covid. Saya percaya, papa memang lebih mengutamakan kepentingan orang banyak daripada kepentingan pribadi.".
Jika Jojo tampak tegar, berbeda lagi dengan putra bungsa alm. Peter Apollonius Rohi, Joaquim Rohi alias Inyo yang sedang berada di Moscow.
• VIDEO—Biaya Gali Makam di TPU Damai Fatukoa Lebih Dari Empat Juta Rupiah
• Video Azriel Hermansyah Menangis Dipelukan Ibu Sambungnya, Ashanty, Kembali Beredar, Bikin Haru
• VIDEO - Kapolres Lembata AKBP Yoce Marten : Jaga Komitmen Penegakan Hukum
Serak suaranya langsung terdengar seketika diberi kesempatan untuk menyapa para hadirin dalam renungan virtual malam itu.
Beberapa kata sempat tak terucapkan ketika berbicara tentang sosok almarhum ayahnya itu.
sosok ayahnya yang dikenal bersaja dan sederhana itu dikisahkannya dengan isak tangis.
"Ketika ada waktu kami biasa diajak ke toko buku. Kami nggak pernah punya liburan yang mewah seperti anak - anak lain. Liburan kami adalah ke toko buku, punya waktu bersama sekeluarga" kisahnya.
Di akhir kisahnya, Inyo Rohi mengatakan jikalau almarhum ayahandanya adalah seorang penceritera yang baik.
Kebiasaan berkisahnya tetap terpelihara hingga akhir hayatnya.
Selain itu, menurut Inyo, sang papa juga pencerita yang baik.