Uskup Atambua Rayakan Misa Tahbisan Diakon Tanpa Koor

Tanpa koor misa Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku Pr merayakan misa pentahbisan Diakon Edelbertus Silab

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr memberkati Diakon Edelbertus Silab, dalam perayaan misa pentahbisan yang dilaksanakan di Kapela Seminari Tinggi, Lo'o Damian, Kamis (11/6/ 2020) 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Tanpa koor misa Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku Pr merayakan misa pentahbisan Diakon Edelbertus Silab. Misa dilaksanakan di Kapela Seminari Tinggi Tahun Orientasi Rohani ( TOR) Lo'o Damian, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (11/6/ 2020).

Perayaan tanpa koor misa ini karena mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona ( Covid-19). Keluarga yang hadir sangat dibatasi termasuk juga para imam konselebrantes.

Siang Ini, Diskusi Virtual BPTD XIII Ungkap Fakta Mengejutkan Kondisi Covid-19 di NTT

Dalam kotbahnya Uskup Domi menyentil tentang perayaan iman pertahbisan sebagai perayaan keselamatan karena Tuhan berkehendak baik dan menganugerahkan karunia istimewa bagi Frater Edel sehingga bisa menerima tahbisan suci diakonat untuk pelayanan khusus di dalam Gereja.

Ia menambahkan ketika menerima tahbisan diakonat, seorang Diakon membantu imam dalam karya pastoral. Memberikan pelayanan rohani serta membantu imam untuk mempersiapkan umat dalam pelayanan sakramen-sakramen Gerejani.

Taman Bung Karno Gelap, Pedagang Kacang Tanah Harus Mengais Rezeki di Keremangan Lampu Pelita, Duh!

"Tugas seorang Diakon dalam karya pastoral untuk membantu imam dalam pelayanan sakramen-sakramen Gereja. Saling mendukung satu sama lain agar warta keselamatan bisa menyentuh hati umat yang dilayani," kata Uskup Domi.

Dalam sambutannya sebelum perayaan misa berakhir, Uskup sekaligus dosen tetap Fakultas Filsafat Agama ini sekali lagi mengatakan bahwa walaupun perayaan misa tahbisan Diakon tidak semeriah perayaan-perayaan misa sebelum covid-19, namun tetap disyukuri karena peristiwa iman hari ini langkah dan tetap menjadi catatan sejarah yang sangat berkesan dalam liturgi Gereja.

"Diakon Edel, tahbisanmu sangat tidak semeriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tanpa koor misa, tanpa tarian, kehadiran umat pun dibatasi termasuk keluarga dan para imam. Ini situasi corona yang membuat semuanya berubah. Tapi tahbisan suci tetap sah karena telah melalui proses yang panjang sesuai ketentuan hukum Gereja," ucapnya sedikit berkelakar.

Hal menarik lain yang baru pertama kali terjadi karena tahbisan Diakon untuk Keuskupan Atambua di tahun 2020 ini hanya satu orang. Satu peristiwa unik karena Diakon Edel tetap siap dalam tugas panggilan suci ini walaupun hanya seorang diri.

Sebelum menerima tahbisan diakonat, ia mengisahkan tentang kesiapannya dalam menjalankan panggilan suci ini. Kesannya walau ia berjalan sendiri tapi tidak sendirian karena keyakinannya, Tuhan tetap menyertainya.

"Walaupun tahun ini saya ditahbis sendiri tapi saya yakin tidak sendirian. Tuhan pasti menyertai saya. Teman-teman seangkatan pun selalu mendukung perjalanan Panggilan suci ini. Tentu saya merasa selalu dikuatkan dan tetap setia untuk berjalan terus hingga titik akhir," kata Diakon Edel optimis.

Dalam perayaan misa pentahbisan diakon ini pun tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Para imam dan umat yang hadir tetap wajib memakai masker dan menjaga jarak aman. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved