Pelayan Gereja Kevikepan Borong dan Labuan Bajo Jalani Rapid Test Hasilnya 2 Imam dan Satu Suster

Menyambut kembali kegiatan ibadah di gereja di masa penerapan tatanan kehidupan normal baru atau New normal, Pihak Keuskupan

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Romo Martin Chen, Pr. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | RUTENG---Menyambut kembali kegiatan ibadah di gereja di masa penerapan tatanan kehidupan normal baru atau New normal, Pihak Keuskupan Ruteng menggelar Rapid Test bagi para imam pelayan umat untuk mencegah secara dini penularan virus corona atau Covid-19. Untuk Kevikepan Borong 2 imam dan 1 suster hasilnya reaktif Rapid Test.

Direktur Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng Rm Martin Chen, Pr kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (12/6/2020) menjelaskan, berdasarkan edaran gubernur 15 Juni 2020 New Normal sudah mulai berlaku di NTT termasuk didalamnya aktifitas ibadah.

Kata Rm Chen, setelah berkoordinasi dengan tiga bupati yakni Bupati Manggarai, Bupati Manggarai Timur dan Bupati Manggarai Barat, sehingga kemudian yang mulia Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat membuat instruksi Pastoral, sehingga sejak akhir pekan ini, Sabtu (13/6/2020) gereja-gereja di Manggarai Raya dibuka kembali.

Namun begitu kata Rm Chen, tetapi kalau sudah memenuhi semua protokol-protokol kesehatan terkait pencegahan covid-19, sehingga salah satunya yang penting adalah petugas pelayan gereja harus dipastikan sehat atau tidak terpapar covid-19, sehingga dalam pelayananya tidak dapat menularkan kepada umat.

Karena itu, kata Rm Chen, pihak Keuskupan Ruteng memutuskan untuk imam-imam dan para biarawati terlebih khusus pastor paroki dan kapelan wajib dilakukan Rapid Test.

"Ini kita mau menjamin umat juga sehat, pelayan umat juga sehat sehingga tidak menular kepada umat,"jelas Rm Chen.

Sehingga kata Rm Chen, untuk Kevikepan Borong telah dilakukan Rapid Test, yang berlangsung di Borong, Kamis (11/6/2020) kemarin yang dikuti oleh 37 orang peserta pelayanan umat yaitu para imam dan suster.

Dari hasil Rapid Test tersebut, kata Rm Chen, hasilnya 2 iman dan 1 suster reaktif Rapid Test, sedangkan sebagian besarnya hasilnya Non Reaktif atau Negatif Rapid Test.

"Karena itu untuk dilakukan antisipasi pencegahan Rm Vikep Borong, Rm Simon Nama sudah minta agar untuk sementara yang hasilnya Reaktif Rapid Test tidak boleh dulu layani umat. Selain itu, mereka juga mengadakan isolasi mandiri selanjutnya mereka akan berkoordinasi dengan Dinkes Manggarai Timur untuk penanganan lebih lanjut,"jelas Rm Chen.

Rm Chen juga menegaskan, hasil Rapid Test Reaktif ini bukan berarti sudah positif covid-19, namun mungkin karena kondisi kesehatan tidak bagus atau ada riwayat penyakit saluran lain.

Rm Chen juga menjelaskan, sedangkan sebelumnya, Rabu (10/6/2020) juga telah dilakukan Rapid Test terhadap 29 orang imam untuk Kevikepan Labuan Bajo yang berlangsung di Puskesmas Labuan Bajo.

Dikatakan Rm Chen, dari
29 orang imam yang menjalani Rapid Test tersebut semuanya hasilnya non reaktif atau negatif.

Dikatakan Rm Chen, Rapid Test tahap awal ini diperuntukan terlebih dahulu bagi pelayan umat baik Pastor Paroki maupun pastor pembantu sehingga diperkirakan dari 86 paroki di keuskupan Ruteng sekitar 150 orang imam akan dilakukan Rapid Test tahap awal, sebab biaya Rapid Test lumayan mahal, namun untuk kedepan akan diperluas Rapid Test bagi para imam.

"1 Rapid Test bisa sampai Rp 500 ribu, kita bersyukur karena ada donatur dari orang melalui Tim Satgas Gugus Tugas Covid-19 Keuskupan Ruteng,"jelas Rm Chen. (*)
Area lampiran

Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Romo Martin Chen, Pr.
Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Romo Martin Chen, Pr. (istimewa)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved