Sosialisasi Pencegahan Virus Corona, Pemdes Wehali Turun dari Dusun ke Dusun
Pemerintah Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, gencar melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | BETUN--Pemerintah Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, gencar melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.
Upaya yang dilakukan dengan mendatangi dusun per dusun menyampaikan aturan protokoler kesehatan dilanjutkan dengan pemasangan baliho di setiap dusun yang ada.
• Kapolres Malaka Bersama Tim Safari Berbagi Kasih di Malaka Barat
Kepala Desa Wehali, Johanes Roy Tei Seran didampingi Sekdes, Roni Seran disela-sela kegiatan pemasangan baliho Sosialisasi pencegahan Covid-19, Senin (1/6) mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pemasangan baliho ini sebagai wujud nyata mendukung apa yang telah dihimbau Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH atau SBS.
Bupati SBS dalam setiap kesempatan mengajak warga untuk memutuskan mata rantai penyebaran Virus Covid-19 di wilayah masing masing. Untuk itu, kata Johanes, aparat desa turun ke dusun-dusun melakukan sosialisasi secara periodik dalam jumlah terbatas.
• Hama Wereng dan Penggerek Serang Tanaman Padi di Mauliru , Sumba Timur
"Kita turun ke lapangan memasang baliho pada 10 dusun yang ada di Desa Wehali. Pemasangan Baliho telah dibagikan oleh Pemerintah Desa di tiap dusun masing-masing, Dusun Laran A, Laran B, Dusun Misi, DusUn Wemalae A, Wemalae B, DuSun Pasar Baru A, Pasar Baru B, Dusun Bakateu A, Bakateu B, dan Pasar lama," katanya.
Menurut Johanes, pemasangan baliho ini dimaksudkan agar masyarakat di tiap dusun bisa mengetahui langsung informasi Virus Covid ini dan cara pencegahannya.
Artinya agar warga bisa baca dan melaksanakan apa yang telah diatur ini di setiap rumah tangga masing-masing yg ada di 10 Dusun tersebut.
Sementara Sekdes Wehali, Roni Seran menambahkan, dalam waktu dekat inipun akan diterapkan New Normal. Ada beberapa kabupaten di NTT termasuk Malaka yang masih masuk zona hijau bisa menerapkan New Normal.
"Pengertian New Normal bukan berarti virus corona sudah hilang. Jadi warga perlu memahami bahwa virus itu masih tetap ada. Kegiatan yang dilakukan warga tetap mengikuti protokoler kesehatan seperti tetap gunakan masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan dilarang berkumpul dalam jumlah massa," tambah Roni. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)