Lembata Zona Hijau, Desa Wisata Lewolein Kembali Bergeliat
Desa Wisata Lewolein, Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata bergeliat kembali setelah tutup hampir dua bulan akibat pandemi Covid-19
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Wilayah Desa Wisata Lewolein, Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata bergeliat kembali setelah tutup hampir dua bulan akibat pandemi Covid-19.
Meski pandemi belum betul-betul berakhir di Indonesia, pemerintah telah menyatakan Kabupaten Lembata termasuk zona hijau atau belum ada yang terkonfirmasi Covid-19 dan sudah bisa beraktivitas normal. Salah satu desa wisata di Kabupaten Lembata itu pun beroperasi lagi demi mengembalikan ekonomi masyarakat yang sempat anjlok sampai nol persen.
• Di Belu, Orang Tanpa Gejala di Masih 25 Orang
Disaksikan Pos Kupang, Minggu (30/5/2020), Para pedagang yang merupakan warga asli Desa Lewolein itu mulai mengisi lapak-lapak jualan mereka yang berada di pinggir pantai. Di depan lapak juga masih tersedia wadah tempat cuci tangan sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan Covid-19.
Para pengunjung pun mulai ramai berdatangan sekadar menikmati panorama Pantai Lewolein yang teduh dan menikmati aneka panganan lokal yang dijual di sana. Selain itu, banyak juga remaja dan orang dewasa yang berswafoto dan mengabadikan momen bersama keluarga dan teman dengan latar belakang pemandangan Pantai Lewolein.
• Politani Kupang Gembleng Mahasiswa Cintai Pertanian
Marselina Making, 49 tahun, pedagang makanan di Lewolein, mengaku bersyukur lokasi wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) itu bisa beroperasi lagi sehingga bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Marselina, desa wisata itu sudah beroperasi sejak dua minggu lalu atas arahan pemerintah desa. Dia mengakui selama pagebluk corona, penghasilan mereka tidak ada sama sekali. Ubi, jagung dan ikan yang mereka dapatkan hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan makan setiap hari dalam keluarga dan tidak untuk dijual.
Sejumlah pedagang yang ditemui pun menuturkan rasa syukur mereka karena geliat ekonomi di desa wisata itu perlahan-lahan mulai hidup setelah diterpa pagebluk Covid-19. Kini desa wisata Lewolein beroperasi normal dari pagi hingga sore hari.
Dihubungi terpisah Kepala Desa Lewolein Rafael Suban Ikun menjelaskan dua pertimbangan dibukanya lokasi wisata Lewolein. Pertimbangan pertama Kabupaten Lembata masuk zona hijau penularan corona di NTT dengan penutupan akses masuk ke Lembata yang cukup ketat. Pertimbangan kedua, ekonomi masyarakat khususnya empat puluhan pedagang yang menurun drastis.
Khusus pertimbangan kedua, Rafael mengatakan, para pedagang yang rata-rata adalah para ibu ini terus mengeluhkan situasi ekonomi mereka dan berharap lokasi wisata bisa dibuka kembali. Merasa prihatin, dia pun mendiskusikan pembukaan kembali objek wisata bersama Badan Permusyawaratan Desa Lewolein. Kemudian dia berkonsultasi dengan gugus tugas kecamatan dan bupati.
"Pak bupati pun bersedia buka lagi lokasi kuliner dengan syarat harus tetap mengikuti protokol kesehatan," ungkap Rafael.
Dengan semua pertimbangan itu dan atas restu pemerintah kabupaten, Desa Wisata Lewolein pun kembali dibuka sejak 19 Mei 2020 lalu. Banyak pengunjung mulai berdatangan setiap hari.
Lebih lanjut, Rafael menyebut demi memulihkan kembali ekonomi masyarakat yang selama ini kolaps, pemerintah desa sudah bersurat kepada pengelola (Bumdes Kekar) untuk membebaskan retribusi lapak jualan selama beberapa bulan ke depan. Retribusi kembali dipungut jika keadaan ekonomi sudah membaik.
"Omset Bumdes drop jauh sekali, jadi sangat mempengaruhi, pada bulan April itu pendapatan untuk wisata itu nol persen," tambahnya.
Menurutnya, akibat pandemi pendapatan Bumdes Kekar memang tidak ada sama sekali dan ini tentu sangat berdampak pada Pendapatan Asli Desa (PADes) Lewolein.
Dia sangat berharap dengan dibukanya objek wisata khas Lewolein ini ekonomi masyarakat bisa kembali normal dan berdampak juga pada sektor-sektor pendapatan lainnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)