Virus Corona

Saat Pemberlakuan New Normal di Korea Selatan, Ratusan Sekolah Kembali Ditutup, Ini Penyebabnya

Namun, kabar terbaru menyebutkan Korea Selatan kembali menutup lebih dari 200 sekolah, hanya beberapa hari setelah mulai dibuka.

Editor: Agustinus Sape
ILUSTRASI
Ilustrasi virus corona dan pasien. 

Kebijakan tersebut diterapkan setelah Korea Selatan mengalami rekor kasus harian terbesar yang baru pertama kali terjadi dalam kurun waktu 53 hari. Pembatasan ketat baru akan berlaku di wilayah metropolitan ibukota, dan berlaku hingga 14 Juni 2020.

Warga Seoul juga disarankan untuk menghindari pertemuan sosial atau pergi ke tempat-tempat ramai, termasuk restoran dan bar. Fasilitas keagamaan diminta ekstra waspada dengan melakukan tindakan karantina.

"Dua minggu ke depan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di wilayah metropolitan. Kita harus kembali melakukan pembatasan sosial secara penuh jika kita gagal," kata Park dilansir dari The Guardian (28/5/2020).

Park memohon kepada penduduk di wilayah ibukota dan sekitarnya untuk menghindari pertemuan yang tidak perlu dan mendesak perusahaan untuk mengizinkan karyawan yang sakit mengambil cuti.

"Rute infeksi sedang didiversifikasi di tempat kerja, sekolah penuh sesak dan ruang karaoke di daerah metropolitan," katanya.

Risiko pelonggaran pembatasan sosial

Pembatasan sosial di Korsel sempat dicabut di seluruh negeri pada 6 Mei 2020. Saat itu warga dinilai akan mulai menjalani kehidupan normal.

Namun kondisi tersebut tak berlangsung lama. Apalagi setelah meledaknya kasus penularan di Seoul.

Lalu pada hari Kamis (28/5/2020), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 79 kasus infeksi baru dengan 67 di antaranya berasal dari daerah Seoul.

Sementara pada Jumat (29/5/2020) KCDC melaporkan ada 58 kasus baru di Korsel.

Para pejabat mengatakan otoritas kesehatan semakin sulit melacak rute penularan untuk infeksi baru dan mendesak orang untuk tetap waspada di tengah kekhawatiran gelombang kedua infeksi Covid-19.

Lonjakan kasus baru-baru ini menunjukkan risiko yang mungkin terjadi bila aturan jarak sosial dilonggarkan, padahal saat ini banyak negara sedang berusaha memulihkan perekonomian mereka dengan rencana pelonggaran pembatasan sosial.

Lebih dari 250 kasus infeksi baru terlacak berasal dari klub dan bar di distrik Itaewon, Seoul pada awal Mei, sementara klaster terbaru telah dikaitkan dengan pusat distribusi di Bucheon, dekat Seoul, yang dimiliki oleh perusahaan e-commerce Coupang.

Otoritas kesehatan setempat telah menguji sekitar 3.500 dari 4.000 karyawan, kata kantor berita Yonhap, dan hasilnya 69 kasus dikonfirmasi sejauh ini.

Perusahaan dilaporkan gagal untuk menegakkan tindakan pencegahan, seperti mewajibkan karyawan untuk mengenakan masker dan menjaga jarak fisik aman sekitar dua meter.

Pembukaan sekolah ditunda

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved