VIDEO—Buaya Sepanjang Tiga Meter Teror Nelayan Nagekeo
Indonesia merupakan salah satu habitat terfavorit bagi Buaya muara selain Australia. Tak heran jika hewan purba di bumi ini sering ditemukan.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM, BAJAWA—Indonesia merupakan salah satu habitat terfavorit bagi Buaya muara selain Australia.
Tak heran jika salah satu hewan purba yang tersisa di bumi ini sering ditemukan di perairan Indonesia.
Pantai Seletan Flores, tepatnya di Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, merupakan salah satu lokasi yang favoritnya Buaya muara atau buaya bekatak, Crocodylus porosus, adalah salah satu spesies buaya terbesar di dunia.
Makluk purba yang satu ini, jauh lebih besar dari Buaya Nil, Crocodylus niloticus, dan Alligator Amerika, Alligator mississipiensis,.
Panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur.
Hal ini seperti yang terjadi Perairan Ipimbuu, Desa Kotodirumali, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Kamis 28 Mei 2020 sekitar pukul 13.00 Wita.
Saat itu warga Dusun Ndetumali, desa setempat dihebohkan dengan penampakan seekor buaya di lokasi itu.
Kehadiran alligator tersebut pada Kamis 28 Mei 2020 itu sontak mengegerkan warga Desa Kotodirumali, kecamatan setempat.
Kepala Dusun Ndetumali, Desa Kotodirumali, Tobias Nusa (32) usai mengirim video munculnya buaya tersebut kepada POS-KUPANG.COM, mengaku, warga masyarakat sangat terkejut karena hal itu jarang terjadi.
• VIDEO Adegan Ranjang Han So Hee di Drama Korea The World of The Married, Ini Pengakuan Mengejutkan
• VIDEO—Satu Pasien Covid-19 Sumba Timur Dinyatakan Sembuh
• Fakta Mengejutkan Kasus Video Syur Mirip Syahrini,Aisyahrani Sebut Konspirasi Sahabat Inces Terlibat
"Iya benar, pertama kali saya lihat itu skitar jam 1 siang dan sampai sore buaya masih berada di Pantai Ipimbuu, ukuran buaya panjang kurang lebih sekitar tiga meter," Tobias Nusa.
Kehadiran buaya di sekitar perairan itu, katanya, merupakan sebuah peristiwa yang dianggap aneh dan tidak biasa.
Pasalnya tidak ada aliran suangai atau muara di sekitar lokasi itu.
Dikatakannya, “ Entah buaya tersebut muncul dari mana. Agak aneh juga karena kami disini tidak ada kali atau sungai. Tidak tau ini buaya datangnya dari mana?”
Tobias Nusa mengaku, kehadiran buaya di sekitar perairan itu membuat para nelayan setempat tidak bisa melaut. Hal ini membuat para nelayan seakan tersandera karena tidak berani masuk laut seperti biasanya.
Para nelayan dihantui ketakutan. Mereka saling mengingatkan agar tidak boleh melaksanakan aktivitas di pantai untuk sementara waktu.