Public Service Pos Kupang

Warga Desa Watu Tiri Mabar Rindukan Listrik

Warga Desa Watu Tiri, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), merindukan layanan listrik

ISTIMEWA
Warga Desa Watu Tiri, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Mabar foto bersama anggota DPRD Kabupaten Mabar Fraksi Hanura, Pius Daru, SE saat berada di kantor desa setempat, Selasa (26/5/2020) 

POS-KUPANG.COM - Warga Desa Watu Tiri, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), merindukan layanan listrik, Selasa (26/5). Pasalnya, sejak tergabung dalam desa induk, Desa Surunumbeng hingga dimekarkan pada 2012 silam belum mendapatkan layanan listrik dari negara.

Proposal sudah beberapa kali dibuat dan dikirim ke pihak PLN di Labuan Bajo, kami hanya diberikan janji saja, dari tahun 2018, tahun 2019 hingga saat ini. Ternyata tidak ada realisasi. Yang jelas masyarakat sangat membutuhkan listrik.

Lurah Liliba Tegaskan Perketat Pengawasan Terhadap Kerumunan Warga

Kebutuhan listrik saat ini merupakan kebutuhan primer dan sangat dibutuhkan masyarakat. Sehingga kebutuhan listrik sudah semestinya dijawab pihak PLN, apalagi jumlah kepala keluarga di desa itu mencapai 420 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 1.870 jiwa.

Apalagi, desa tersebut merupakan ibu kota kecamatan dan jarak dari desa terakhir yang memiliki jaringan listrik sekitar 5 Km.

Kapolres Nagekeo Serahkan Bantuan Bhayangkari Pusat untuk RSD Aeramo

Dulu sudah diukur untuk pasang lampu jalan. Janjinya Juni ini listrik sudah masuk desa, kami harapkan lebih cepat.

Di desa tersebut sebanyak 75 persen warga menggunakan tenaga surya dan warga lainnya menggunakan mesin diesel serta pelita.

Saya sendiri pakai mesin diesel, 1 bulan pengeluaran saya hingga Rp 800.000, habis untuk ganti oli dan solar. Padahal, kalau pakai listrik paling tidak seberapa kan.

Kehadiran listrik tidak hanya dibutuhkan untuk sarana agar masyarakat mendapatkan informasi dan hiburan dari televisi, namun para pelajar di desa itu dapat lebih optimal belajar saat malam hari.

Kalau air kan kami bisa usahakan dari dana desa, tapi kalau listrik tidak bisa. Apalagi di desa kami juga banyak anak sekolah karena ada 2 SD, 1 SMP dan 1 SMK di desa ini.

Terima kasih

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved