Virus Corona
Tak Bisa Mengelak! China Akui Simpan Virus Corona di Lab, Rahasia Kebocoran Terkuak, Ini Faktanya
Akui Simpan Virus Corona yang Berasal dari Kelelawar, Laboratorium di Wuhan Sebut Mustahil Terjadi Kebocoran karena Fakta Ilmiah Ini!
WHO kemudian menyatakan bahwa Washington sama sekali tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim bahwa virus itu bocor.
Dalam wawancara dengan Scientific American, Shi mengungkapkan urutan genome SARS-Cov-2 tidak menyamai virus corona yang mereka punya.

• Kasus Corona Naik,Jokowi Mulai Gunakan Kekuatan Militer dan Polisi Disiplinkan Masyarakat Saat PSBB
• Inilah Potret Ayana Moon, Gadis Cantik Asal Korea yang Dijodohkan dengan Ustadz Abdul Somad
• Nonton Drama Korea Gratis, 6 Drakor Tayang di TV Indonesia, Ada Lee Min Ho Sampai Siwon
• Benarkah Pemilik Rekening BRI Dapat Rp 600 Ribu per Bulan? Ini Penjelasan Kemensos, BRI dan Kominfo
• Jarang Terekspose, Inilah Sosok Tonny Sumartono, Suami Menkeu Sri Mulyani
• Chord Lagu dan Kunci Gitar Ngatmombilung - Menepi yang Dipopulerkan Guyon Waton
Institut Virologi China memang mengaku mempunyai tiga galur ( strain) virus corona yang berasal dari kelelawar.
Namun berdasarkan keterangan dari laboratorium, saat ini tidak ada koleksi mereka yang cocok dengan virus yang mewabah di dunia.
Awalnya peneliti berpikir Covid-19, yang sudah membunuh 340.000 orang di dunia, berasal dari kelelawar dan menular ke manusia melalui hewan perantara.
Karena itu dalam wawancaranya dnegan CGTN, Direktur Institut Virologi Wuhan, menyebut klaim AS bahwa virus corona bocor dari laboratorium mereka "kebohongan murni".
Dalam wawancara yang dilakukan pada 13 Mei, Wang Yanyi menyatakan mereka mempunyai galur virus yang berasal dari kelelawar.
"Kini kami mempunyai tiga strain virus hidup. Namun, kemiripan mereka dengan SARS-Cov-2 hanya mencapai 79,8 persen," papar Wang.
Salah satu tim peneliti mereka, dipimpin Profesor Shi Zhengli, sudah menangani coronavirus sejak 2004, dan fokus kepada sumber "pelacakan SARS".

Dilansir AFP Minggu (24/5/2020), mereka merujuk kepada Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang mewabah pada 2003-2004 silam.
"Kami tahu bahwa keseluruhan genome SARS-Cov-2 hanya sekitar 80 persen dari SARS. Jadi sangat berbeda," beber sang direktur.
Wang menuturkan, berdasarkan penelitian Profesor Shi terdahulu, mereka tidak memerhatikan jika ada virus yang hampir mirip dengan SARS.
(msn.com)
• Kasus Corona Naik,Jokowi Mulai Gunakan Kekuatan Militer dan Polisi Disiplinkan Masyarakat Saat PSBB
• Inilah Potret Ayana Moon, Gadis Cantik Asal Korea yang Dijodohkan dengan Ustadz Abdul Somad
• Nonton Drama Korea Gratis, 6 Drakor Tayang di TV Indonesia, Ada Lee Min Ho Sampai Siwon
• Benarkah Pemilik Rekening BRI Dapat Rp 600 Ribu per Bulan? Ini Penjelasan Kemensos, BRI dan Kominfo
• Jarang Terekspose, Inilah Sosok Tonny Sumartono, Suami Menkeu Sri Mulyani
• Chord Lagu dan Kunci Gitar Ngatmombilung - Menepi yang Dipopulerkan Guyon Waton
Sejarah virus corona hingga jadi pandemi
Virus corona adalah keluarga besar dari berbagai virus. Beberapa dari mereka menyebabkan pilek pada orang.
Yang lain menginfeksi hewan, termasuk kelelawar, unta, dan ternak.