Buntut Penutupan Jalan Trans Flores di Kabupaten Sikka Berbuah Kesedihan Bagi Keluarga Yohanes Diaz
membawa pasien melahirkan dari Larantuka sempat tertahan sekira satu jam karena banyaknya antrian kendaraan.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Sementara itu, Sekertaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Ferdinandus Lepe kepada wartawan di Maumere menjelaskan, aksi penutupan jalan itu oleh Kades Hikong dan warganya lantaran kecewa dengan petugas Covid-19 di Kabupaten Flores Timur yang bertugas di perbatasan menyebutkan warga Hikong dan masyarakat Kabupaten Sikka pembawa virus sehingga mereka tidak dizinkan masuk ke wilayah Boru.
Mereka diizinkan apabila ada surat rapidtest.
Ia mengatakan, penutupan jalan oleh Kades Hikong dengan warganya dilakukan, Sabtu (23/05) pukul 14.00 wita.
Pada saat pengerjaan penutupan jalan, ada salah satu mobil ambulance yang muat pasien kecelakaan patah tulang dari Flores Timur menuju Sikka diizinkan lewat oleh warga Desa Hikong.
Setelah dua jam lamanya, kendaraan dari arah flores Timur dan Sikka sudah penuh dengan atrean panjang di wilayah Desa Hikong. Tiba-tiba, ada salah satu mobil ambulance dari arah Flores Timur masuk di wilayah Desa Hikong.
"Ada dua bidan yang datang memberitahukan kepada petugas saya bahwa ada mobil ambulance yang muat pasien harus dirujuk ke Sikka. Mendengar informasi itu, saya perintahkan Kades Hikong dan warganya segera membongkar portal jalan itu agar mobil ambulance bisa lewat," ujar Ferdinandus Lepe.
Setelah itu, ungkapnya, dirinya memerintahkan para petugasnya untuk mengatur lalu lintas agar mobil ambulance yang muat ibu hamil itu bisa lewat.
"Mobil ambulance itu diizinkan lewat. Bahkan petugas dan dibantu warga meminta kendaraan yang parkir disitu untuk bergeser sehingga mobil ambulance ini bisa terus melakukan perjalanan ke Sikka," paparnya
Ia mengaku, saat ini akses jalan telah dibuka sejak, Sabtu (23/05) malam. Setelah dua Bupati Flores Timur dan Bupati Sikka telah melakukan pembicaraan.
Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Hikong, Agustinus Adeodatus, SP.ersama masyarakat Dusun Hikong menutup jalan Maumere-Larantuka, Sabtu (23/5/2020) sore.
Penutupan ini sebagai respon atas perlakuan petugas Posko Perbatasan Boru, Flotim
Yang mana kekecewaan Kades Hikong dan Pelaku ekonomi yg diperlakukan sangat tidak manusiawi.
Kades Hikong yang ingin mengambil uang di ATM Boru harus ada rapid test kalau tidak ada ATMnya diberi ke mereka untuk cairkan.Kades kecewa lalu pulang.
• Di Kabupaten Kupang, Ayah Kandung Ini Tega Menghamili Darah Dagingnya Sendiri
• Banyak Makan Daging Saat Lebaran? Inilah 15 Cara Alami Menurunkan Kolesterol Tinggi & Darah Tinggi
• 2 Pelajar di Mabar Terseret Ombak Saat Berenang, 1 Ditemukan Meninggal
Sementara itu, pelaku perjalanan dari Maumere yang merupakan pelaku ekonomi mikro pun disuruh pulang kalau tidak ada rapid test bahkan mendekati dan memegang portal saja langsung diusir.Maka itu tadi siang kades dan warga tutup jalan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris)