Hi Moms, Tidak Semua Makanan Beku Itu Buruk, Simak Penjelasannya

Inovasi yang satu ini membuat orang bisa lebih leluasa menyimpan makanan dan mengolahnya ketika diperlukan.

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Makanan yang dibekukan 

Selain makanan beku, beberapa makanan yang melewati proses panjang seperti di bawah ini sebaiknya juga dihindari:

Microwave popcorn

Jenis popcorn yang satu ini sangat praktis karena dibuat hanya dengan memasukkannya sebentar di microwave.

Sayangnya, kandungan perfluoroalkyl di dalam kemasannya justru berbahaya.

Ini adalah substansi kimia yang disebut memicu risiko gangguan fungsi ginjal dan penurunan kualitas sperma.

Jadi, lebih baik mengonsumsi popcorn dan mengolahnya sendiri di kompor.

Cukup letakkan di wajan atau panci kemudian ditutup.

Butiran jagung ini akan berubah menjadi popcorn setelah dipanaskan beberapa saat.

Margarin

Margarin disebut tidak sehat karena mengandung trans fat yang bisa menyebabkan kolesterol jahat (LDL) meningkat.

Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, bisa meningkatkan kemungkinan terjadi stroke dan penyakit jantung.

Penderita kanker juga disarankan menghindari konsumsi makanan yang mengandung trans fat.

Sebagai alternatif pengganti margarin, coba alpukat untuk diolah dengan roti.

Sementara jika untuk memasak, beberapa susu dari olahan kacang atau yoghurt bisa jadi pilihan.

Mi instan

Mudah dibuat dan harganya terjangkau, sayangnya kandungan sodium dalam mi instan bisa meningkatkan tekanan darah seseorang.

Belum lagi kandungan karbohidrat dan minimnya nutrisi di dalamnya.

Menurut penelitian, konsumsi mi atau ramen instan meningkatkan risiko obesitas dan sindrom metabolik terutama pada perempuan.

Makanan siap saji

Ada banyak pilihan makanan siap saji beku yang hanya perlu dipanaskan beberapa menit di microwave dan bisa dikonsumsi.

Meski demikian, makanan siap saji ini biasanya diberi tambahan gula, lemak, dan juga sodium.

Konsumsi substansi seperti ini dapat menambah berat badan dan membuat seseorang berisiko mengalami penyakit jantung.

Kunci mengonsumsi makanan beku tanpa mengorbankan kesehatan adalah dengan tetap mengontrol porsinya.

Jangan terlalu banyak karena tidak bisa terkontrol kandungan gula, sodium, dan lemak.

Belum lagi tambahan bahan kimia yang membuat makanan lebih awet.

Meski demikian, bukan berarti semua makanan beku itu buruk. Buah dan sayur yang diolah menjadi makanan beku masih mengandung nutrisi meskipun tidak sebanyak buah dan sayur segar.

Jaga agar makanan yang diproses berlebihan tidak lebih dari 20 persen dari seluruh konsumsi keseluruhan dalam sehari.

Dengan demikian, kesehatan tidak akan menjadi taruhan hanya karena makanan beku yang diproses berlebihan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apakah Makanan Beku Tidak Menyehatkan?

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Tak Semua Makanan Beku Itu Buruk, Simak Penjelasannya, https://bangka.tribunnews.com/2020/05/22/tak-semua-makanan-beku-itu-buruk-simak-penjelasannya?page=all.

Editor: Rosalina Woso
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved