Rabu, 20 Mei 2026

Hindari Klaster Lebaran Idul Fitri Jatuh pada Minggu

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah yang merupakan penanda Idul Fitri 2020 jatuh pada Minggu

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Instagram/kemenag_ri
Menteri Agama, Fachrul Raci. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah yang merupakan penanda Idul Fitri 2020 jatuh pada Minggu (24/5/2020). Hal ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi setelah menggelar sidang isbat pada Jumat (22/5/2020).

"Sidang isbat secara bulat menyatakan bahwa 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari Ahad atau Minggu, 24 Maret 2020," kata Fachrul.

Penetapan Idul Fitri ini merupakan hasil sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama bersama sejumlah ulama, organisasi Islam, dan pemangku kepentingan. Sidang isbat dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal, yaitu hasil hisab (berdasarkan perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal atau pengamatan hilal/bulan baru.

Idul Fitri di Kupang Para Jamaah Salurkan Zakat

"Ini bukanlah dua metode yang saling berhadapan atau dibenturkan, keduanya sama pentingnya," ucap Fachrul.

"Pemerintah sejak dulu menggunakan dua metode tersebut, jadi saling melengkapi satu dengan yang lain," katanya.

Berdasarkan pengamatan hisab, menurut Fachrul, diketahui bahwa ketinggian hilal masih di bawah ufuk.

Sempat Putus Akibat Longsor Jalan Trans Selatan TTS-Malaka Kini Sudah Bisa Dilewati

"Ketinggian hilal di seluruh indonesia bawah ufuk antara minus 5 derajat 17 menit sampai dengan minus 3 derajat 58 menit," ujar Fachrul.

Adapun, rukyatul hilal dilakukan dari 80 titik pengamatan dari berbagai penjuru wilayah Indonesia. Menrut Fachrul, hasil rukyatul hilal juga mengonfirmasi perhitungan hisab.

"Hisab telah dikonfirmasi di 80 titik di 34 provinsi atau seluruh provinsi di Indonesia. Dari 80 titik semua melaporkan tidak melihat hilal," ucap Fachrul.

Tahun ini berbeda dari sebelumnya karena sidang dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan akibat pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Tanah Air.

"Sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, serta Komisi VIII DPR," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam Agus Salim melalui keterangan tertulis.

Tahapan sidang isbat terbagi atas sejumlah sesi. Pada sesi pertama yang dimulai pukul 17.00 WIB, disampaikan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1441 Hijriah oleh anggota Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya.

Setelah maghrib, sidang dibuka Menteri Agama Fachrul Razi, dilanjutkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari 80 titik di seluruh Indonesia.

Imbauan Tokoh Agama

Ketua Sinode GMIT, Pdt Dr Mery Kolimon, STh mengatakan, merayakan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19 tentu menjadi salah satu momen yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved