Breaking News
Rabu, 20 Mei 2026

Hindari Klaster Lebaran Idul Fitri Jatuh pada Minggu

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah yang merupakan penanda Idul Fitri 2020 jatuh pada Minggu

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Instagram/kemenag_ri
Menteri Agama, Fachrul Raci. 

"Saya ucapkan selamat menyambut Idul Fitri dan selamat merayakan bagi saudara-saudara kami umat muslim di NTT. Kita mengambil hikmah dari semua pesan agama yang suci agar kita mengimplementasi dengan komitmen berdiri bersama, bahu-membahu merawat kehidupan yang Tuhan percayakan," ucap Mery Kolimon di Kupang, Jumat (22/5).

Menurut Mery, dengan tingkat paparan kasus Covid-19 masih tinggi membuat semua pihak harus membatasi diri, salah satunya dengan tetap berada di rumah.

"Kami berharap, meskipun merayakan Lebaran di rumah masing-masing, ibadah saudara-saudara kami tetap khusyuk. Kiranya pengorbanan yang kita berikan bersama ini, NTT dan Indonesia bisa cepat pulih dan di tahun yang akan datang kita kembali merayakan dengan gembira hari-hari besar kita," ujar Mery.

Terpisah, Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD Gerardus Duka, Pr mengatakan, perayaan Idul Fitri tidak hanya kembali kepada kesucian, tetapi juga bentuk ungkapan rasa syukur.

"Idul Fitri bagi umat Islam merupakan sebuah ungkapan syukur atas satu bulan puasa yang dijalankan sebagai panggilan iman guna mencapai rahmat kesucian. Maka setelah satu bulan puasa umat Islam mengungkapkan syukur karena telah melewati puasa dengan baik. Jadi Idul Fitri, tidak hanya kembali kepada kesucian, tetapi juga bentuk ungkapan syukur," ujar Romo Dus Duka melalui pesan WhatsApp, Rabu (20/5).

Untuk saat ini, lanjut Romo Dus Duka, aktivitas saling kunjung mengunjungi mungkin saja tidak dapat dijalankan secara baik karena virus Corona. Akan tetapi, inti syukur merupakan bagian utuh orang beriman yang menghadirkan kebersamaan secara lain di tahun ini.

"Kebiasaan silaturahmi antarumat beragama sebagaimana kebiasaan budaya NTT, mungkin tidak terjadi oleh Covid-19. Tetapi unsur kebersamaan dan persaudaraan dalam syukur dan doa selalu hadir dalam perjalanan kita," katanya.

Romo Dus Duka mengucapkan selamat Idul Fitri kepada umat Islam. Ia berharap, semoga kemenangan puasa mendorong kehidupan bersama di NTT menghadapi Covid-19 dalam kebersamaan dan persaudaraan yang saling peduli bersama.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang, I Wayan Wira Susana mengatakan karena situasi pandemi Covid-19 kita tidak bisa saling bertatap muka dan saling maaf memaafkan secara langsung.

"Situasi Covid-19 ini kita tidak boleh berkumpul banyak-banyak. Tapi sekarang dengan adanya kemudahan dari teknologi seperti handphone dan elektronik kita bisa gunakan untuk berikan ucapan saling maaf memaafkan, walaupun tidak secara langsung kita bertemu, tapi mewakili kita untuk niat baik kita kepada sesama kita" ujarnya, Rabu (20/5).

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang, Pdt Rio Fanggidae pun memahami bahwa kelompok-kelompok agama mulai mengalami kejenuhan dengan situasi physical distancing. Namun, ada tujuh seruan dari Menteri Agama yang harus dihormati, salah satunya menggelar Salat Id di rumah masing-masing.

"Kita tidak ingin terjadi (kasus baru) dan ini klaster lebaran, misalnya. Teman-teman muslim harus berbesar hati tidak Salat Id di tempat yang mengikutsertakan orang dalam jumlah banyak," kata Pendeta Rio, Jumat (22/5).

"Kita paham tentang kerinduan untuk bersilaturahmi dan membangun komunikasi di hari yang baik. Tetapi, kita harus ingat bahwa kita berada dalam posisi orang tanpa gejala yang punya peluang untuk menjadi pembawa virus kepada orang lain. Kita tidak ingin agama atau komunitas agama menjadi yang disalahkan dalam hubungan dengan penyebaran Covid-19," tambahnya.

Stop Salat Berjemaah

Bupati Belu Willybrodus Lay mengatakan, salah satu momen istimewa Idul Fitri adalah orang-orang saling bersilaturahmi. Namun di tengah pandemi Covid-19, momen silaturahni bisa dilakukan melalui sarana komunikasi elektornik, yakni gadget. "Hal ini sebagai sikap kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan yakni physical distancing demi memutus mata rantai penularan Covid-19," kata Bupati Wily di Atambua, Rabu (20/5).

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved