Sabtu, 18 April 2026

22 Tahun Mundur dari Presiden RI

Soeharto Sampaikan Permintaan Maaf

Pada Kamis pagi itu, 21 Mei 1998 sekitar pukul 09.00 Wib di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Soeharto berdiri di depan muka mikrofon

Editor: Kanis Jehola
COMMONS.WIKIMEDIA.ORG
Presiden Soeharto saat mengumumkan mundur dari jabatannya di Istana Merdeka, pada 21 Mei 1998. 

POS-KUPANG.COM - Pada Kamis pagi itu, 21 Mei 1998 sekitar pukul 09.00 Wib di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Soeharto berdiri di depan muka mikrofon. Matanya tertuju pada sejumlah lampiran kertas yang dipegang kedua tangannya. Berlahan, ia mulai berpidato dengan suara serak.

Sementara, di sekitarnya, berdiri sejumlah pejabat negara lainnya. Mulai dari Wakil Presiden BJ Habibie hingga Ketua MPR/DPR Harmoko.

Mereka tampak khidmat mendengarkan pidato kali terakhir Soeharto sebagai pimpinan negara. Ini sekaligus menjadi catatan bersejarah bangsa Indonesia dengan lahirnya momen peralihan kekuasaan dari Soeharto ke Bacharuddin Jusuf Habibie.

Raisa: Sumpah, Gua Malu

Klimaks dari pidato tersebut adalah pengunduran diri Soeharto sebagai presiden usai berkuasa selama 32 tahun.

"Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998," ujar Soeharto dikutip dari dokumentasi Kompas.

Sesuai pasal 8 UUD 1945, maka Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan presiden sekaligus Mandataris MPR 1998-2003. Adapun pengalihan kekuasaan yang bersejarah itu berlangsung 10 menit di credentials room Istana Merdeka.

Dilantik Bupati Sikka, Camat Padeng Jadi Penjabat Kades Lela

Soeharto juga mengucapkan terima kasihnya atas bantuan dan dukungan rakyat selama dirinya memimpin negara dan bangsa Indonesia. Ia juga tak lupa meminta maaf.

"Saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangan-kekurangan. Semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 1945," kata pria yang mendapat julukan The Smiling General itu.

Tak berselang lama, Habibie berlahan maju ke depan mikrofon yang sama. Kemudian ia mengucapkan sumpah. Usai mengucapkan sumpah, Soeharto mendatangi Habibie dan menjabat tangannya.

Minta Dukungan Rakyat

Kemudian pada malam harinya, di Istana Merdeka, Habibie menggelar pidato perdananya sebagai Presiden.

Dalam pidatonya, Habibie mengharapkan dukungan sepenuhnya dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia.

"Saya mengharapkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama dapat keluar dari krisis yang sedang kita hadapi, yang hampir melumpuhkan berbagai sendi-sendi kehidupan bangsa," kata Bapak Teknologi Indonesia itu.

Mundurnya Soeharto tak lepas dari keberhasilan ribuan mahasiswa menguasai gedung DPR/MPR. Aksi mahasiswa tersebut merupakan rentetan dari kemunculan suara kritis terhadap Soeharto dan rezim Orde Baru, sembari menuntut percepatan proses reformasi.

Menurut Habibie, perjuangan mahasiswa dalam mempercepat proses reformasi merupakan angin segar yang menghembus memasuki abad ke-21.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved