Bupati Ende Djafar Achmad Tegaskan Tidak Boleh Ada Shalat Berjemaah, Shalat di Rumah Masing-masing

Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad mengatakan masyarakat Kabupaten Ende mesti satu suara dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad mengatakan masyarakat Kabupaten Ende mesti satu suara dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende.

Berkaitan, dengan itu, dia tegaskan tidak boleh ada shalat berjemaah termasuk shalat idul fitri 1441 H, umat muslim shalat di rumah masing-masing.

Bupati Djafar mengatakan, sesuai instruksi Pemerintah, pelaksanaan shalat idul fitri tahun ini tidak boleh dilaksanakan berjamaah di masjid atau lapangan, melainkan di rumah masing-masing.

750 Paket Ikan Kering dan Sembako Disalurkan ke Masyarakat di Kabupaten Mabar

Hal itu disampaikan Bupati Djafar Achmad saat diwawancarai awak media di Kantor Bupati Ende, Jumat (22/5/2020).

Namun, lanjutnya, ia mendapat laporan bahwa ada oknum yang nekat lakukan shalat berjemaah di masjid dan ia langsung memerintahkan Satpol PP untuk menertibkan.

Balai Anak Naibonat Salurkan 593 Paket Bantuan Penanganan Pandemik Covid-19

"Saya sudah suruh camat-camat cek apakah ada masjid yang memberi pengumuman untuk shalat berjemaah dan masih shalat berjemaah. Ternyata ada satu masjid. Saya sudah kerahkan Satpol PP tertibkan," ungkapnya.

Menurutnya, siang ini juga ia akan bertemu lansung dengan oknum-oknum tersebut. "Saya akan bertemu langsung dengan mereka. Saya pastikan tidak ada lagi shalat berjemaah, shalat di rumah masing-masing," tegas Bupati Djafar.

Orang nomor satu di Kabupaten Ende ini, mengatakan, untuk pengamanan sudah memerintahkan Satpol PP, termasuk menertibkan orang toko, kios yang masih beroperasi di luar jam yag sudah ditentukan dan menertibkan warga yang tidak taat instruksi pemeritah.

Terkait rencana Gugus Tugas Covid-19 Ende mengisolasi Dusun Numba, Kecamatan Nangapanda, yang mana pasien Covid-19 terbanyak dari Dusun tersebut, Bupati Djafar katakan, pasti dilakukan.

"Kita pastikan akan isolasi. Saat ini kita tengah menyiapkan logistik untuk warga selama isolasi. Tujuannya apa, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende," ungkapnya.

Selain itu, kata Bupati Djafar, Pasar mingguan Nangaba dan Nangapanda akan ditutup. "Terkini hasil tracing dan rapit tes 56 orang, yang reaktif 16 orang," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved