VIDEO—Bupati Belu Terharu Lihat Lansia Tinggal Sendiri Di Rumah Reot Seorang
Menjadi janda bukanlah hal mudah yang bisa dilewati oleh semua wanita dalam kondisi ekonomi sulit. Belum lagi harus menjadi ibu sekaligus ayah.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Frans Krowin
VIDEO—Bupati Belu Terharu Lihat Lansia Tinggal Sendiri Di Rumah Reot Seorang
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA—Menjadi janda bukanlah hal mudah yang bisa dilewati oleh semua wanita dalam kondisi ekonomi sulit.
Seorang wanita harus berperan ganda dan berjuang menjadi seorang ibu sekaligus ayah bagi anak-anak mereka.
Tidak semua kehidupan janda menjadi beruntung ketika anak-anak mereka sudah menikah dan memiliki keluarga.
Seperti kisah hidup yang dialami seorang janda tua bernama Yuliana Abuk, warga Dusun Haumeni, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.
Yuliana bersatatus janda setelah sang suami meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Yuliana memiliki dua orang anak, satu diantaranya sudah meninggal dunia, sedangkan yang satunya lagi sudah menikah dan bekerja di rantaun.
Yuliana tinggal sendirian di rumah reot, rumah tidak layak huni.
Rumahnya ukuran 4x6 meter, dinding pelupu, atap seng dan lantai tanah. Untuk menyambung hidup, Yuliana bekerja menenun kain setiap harinya.
Di tengah pandemi Covid-19, Yuliana Abuk terdata sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sebesar Rp 600.000 ribu per bulan selama jangka waktu tiga bulan.
• VIRAL! Video Habib Umar Assegaf Saling Dorong dengan Petugas PSBB Surabaya, Begini Penjelasan Polisi
• Viral Video Selebgram Sarah Keihl Lelang Keperawanan Rp 2 Miliar, Donasikan untuk Pejuang Covid-19
• Video Ramalan Zodiak Cinta Jumat 22 Mei 2020 Aries Butuh Perhatian Virgo Dapat Cobaan, Zodiak Lain?
Karena kondisi kesehatannya, Yuliana Abuk tidak bisa ke kantor desa untuk menerima bantuan seperti warga lainnya sehingga Bupati Belu, Willybrodus Lay mendatangi rumahnya pada Rabu 20 Mei 2020, guna menyerahkan bantuan berupa buku rekening dan kartu ATM.
Ketika turun dari mobil, Bupati Willy Lay melihat Yuliana Abuk sudah menunggu di depan rumahnya. Yuliana mengenakan sarung, baju kaos putih dan sendal jepit serta menggunakan masker.
Yuliana duduk di bangku kayu ukuran panjang sambil melihat Bupati Belu dan rombongan melangkah menuju rumahnya.
Yuliana tidak banyak berkata-kata karena memang tidak bisa berbahasa Indonesia.
Bupati Belu, Willybrodus Lay tampak terharu, diam dan nyaris jatuh air mata ketika melihat kondisi rumahnya Yuliana.