Virus Corona

Pemerintah Akan Berlakukan New Normal di Tengah Pandemi Covid-19: Bali, Yogya dan Kepri Jadi Contoh

Mulai dari tata cara beribadah sampai langkah masuk ke restoran akan diatur. Provinsi Bali, Yogya, dan Kepulauan Riau jadi proyek percontohan pertama.

Editor: Agustinus Sape
Image by Peggy und Marco Lachmann-Anke from Pixabay
Ilustrasi masker. 

Lebih lanjut, Sudrajat membeberkan hotel dan restorannya telah tutup hingga dua bulan, sementara ia masih harus membayar pengeluaran untuk bisnisnya tersebut, seperti listrik, air, perawatan, dan gaji pegawai.

"Jadi walaupun dibuka, saya kira, akan ada beberapa persen pengusaha yang sudah kehabisan dana untuk melanjutkan usaha akibat tersedot untuk pengeluaran sementara tidak ada pemasukan. Dan potensi ke depan, konjungtur bisnisnya akan turun karena kasus corona belum selesai," katanya.

Proyek Percontohan: Bali, Yogyakarta dan Kepulauan Riau

Anggota satuan pengamanan adat Bali atau Pecalang memeriksa surat jalan seorang pengendara saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di pos pantau perbatasan Biaung, Denpasar, Bali, Jumat (15/05).
Anggota satuan pengamanan adat Bali atau Pecalang memeriksa surat jalan seorang pengendara saat hari pertama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di pos pantau perbatasan Biaung, Denpasar, Bali, Jumat (15/05). (ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA)

Pemerintah menetapkan Provinsi Bali, Yogyakarta dan Kepulauan Riau menjadi proyek percontohan pertama penerapan protokol tatanan hidup normal baru alias new normal dalam rangka pemulihan ekonomi di sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi virus corona.

"Tahap pertama itu Bali, Yogyakarta dan Kepulauan Riau atau Batam. Itu yang menjadi super prioritas. Bali akan dibuat pilot project oleh Bapak Presiden dan sudah disetujui untuk lebih awal dibuka," kata Anggota Tim Percepatan dan Pemulihan Dampak Covid di bidang pariwisata dan ekonomi Provinsi Bali, Rai Suryawijaya.

Sebelumnya Presiden Jokowi sempat memuji Bali karena dinilai berhasil mengendalikan Covid-19.

Bali yang tak berlakukan PSBB terdata kementerian kesehatan mengalami penambahan 0 kasus angka kematian, setidaknya sepanjang bulan Mei.

Berdasarkan data hingga 18 Mei, terdapat 359 kasus positif di Bali, 257 pasien sembuh dan empat orang meninggal.

Menurut Rai, Bali akan menjalani protokol new normal pada Juli mendatang.

"Bali dipilih karena hub-nya pariwisata nasional, lebih gampang dijual karena nama dan terkenal, dan terakhir fasilitas Bali dianggap paling siap," tambah Rai.

Sejumlah umat Hindu mengikuti ritual upacara Caru Antha Septa di kawasan Catur Muka, Denpasar, Bali, Rabu (29/4).
Sejumlah umat Hindu mengikuti ritual upacara Caru Antha Septa di kawasan Catur Muka, Denpasar, Bali, Rabu (29/4). (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Lebih lanjut Rai menuturkan, akibat virus corona, ada lebih dari 1,2 juta orang terdampak secara langsung akibat virus corona, paling banyak di sektor perdagangan serta hotel dan restoran.

"Karyawan dirumahkan dengan gaji pokok, dirumahkan dengan gaji pokok 50%, dirumahkan tanpa gaji, dan terakhir di-PHK, kita sedang berjuang untuk mereka," kata Rai yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, Bali.

"Herd Immunity" di balik rencana pengurangan pembatasan sosial?

Anggota TNI AD bersama Satpol PP Kota Bogor mengatur arus lalu lintas di kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5).
Anggota TNI AD bersama Satpol PP Kota Bogor mengatur arus lalu lintas di kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5). (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)

Sebelum rapat kabinet tentang new normal pada 18 Mei, pemerintah sudah beberapa kali menyinggung pelonggaran pembatasan, misal dengan memperbolehkan warga berusia 45 tahun ke bawah untuk kembali bekerja serta memperbolehkan kelompok masyarakat tertentu untuk mudik.

Dalam pembicaraan di media sosial kemudian berkembang isu pemerintah tengah berniat memberlakukan strategi herd immunity (upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami tubuh).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved