Olah TKP Lanjutan di RSD Aeramo, Polisi: Barang Bukti Kami Kirimkan ke Denpasar!
Kepolisian Mapolres Nagekeo melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara ( TKP) dua ruangan farmasi di RSD Aeramo Kota Mbay Kabupaten Nagekeo
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
"Kak ada dengar bunyi? lalu, Ronny manjawab, kamu takut? lalu saksi menjawab saya tidak takut. Setelah itu bunyi bertambah menjadi seperti ada barang yang jatuhan ke lantai. Setelah itu saksi mencium bau aneh. Kemudian menyampaikan ke ronny kak ada bau aneh. lalu saksi dan pak Ronny langsung mencari arah datangnya bau tersebut. Saksi melihat kearah ruang farmasi sudah berasap, lalu saksi foto dan kasi naik ke group rumah sakit. Lalu saksi membangunkan teman di ruang Iprs yang tidur untuk bantu memadamkan Api," ungkapnya.
Ia menjelaskan kemudian saksi meminta bantuan temannya untuk mematikan meteran karena api sudah mulai membesar. Lalu saksi juga beteriak untuk meminta tolong.
Sesaat kemudian banyak warga masyarakat yang datang untuk membantu pemadaman api.
"Setelah mendapat informasi kebakaran petugas dari Kepolisian Polres Nagekeo mendatangi TKP dan melakukan tindakan Kepolisian yaitu membantu memadamkan kebakaran, mengamankan TKP, mengumpulkan barang bukti, mencari saksi-saksi, olah TKP serta melakukan penyelidikan sebab-sebab terjadinya kebakaran," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSD Aeramo, drg. Reni Wahyuningsi, menjelaskan pihaknya tetap melakukan pelayanan dan sambil pembenahan yang lainnya di RSD Aeramo.
drg. Reni mengatakan pihaknya sedang menyiapkan ruangan pengalihan sementara.
"Kami masih menyiapkan ruangan pengalihan sementara," ungkap
drg. Reni mengaku peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 03:00 Wita menghanguskan semua persediaan obat yang ada di dua ruangan itu.
Api menjalar begitu cepat hingga tak satupun obat yang bisa diselamatkan.
Selain obat-obatan adapun Alat Pelindung Diri (APD) medis dan 100 unit alat rapid test Covid-19 juga ikut terbakar.
"Rumah sakit saat ini sangat membutuhkan bantuan dari pihak manapun," katanya.
Untuk kebutuhan obat bagi pasien yang saat ini tengah dirawat, dr Reni mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan suplai obat dari Dinkes Kabupaten.
"Ini sudah dapat bantuan dari Kabupaten, kami sudah kirimkan permintaan ke Dinkes provinsi, besok ada pesawat khusus kirim obat ke sini," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)